Cesc Fabregas, pelatih muda asal Spanyol yang kini menjabat sebagai pelatih kepala klub Como 1907, sedang mempertimbangkan berbagai opsi masa depannya. Klub yang dimilikinya oleh Grup Djarum ini kini menjadi pusat perhatian setelah muncul rumor bahwa ia akan dikontrak oleh Chelsea, mantan klubnya di London.
Meski begitu, Fabregas tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ia masih memiliki kontrak selama dua tahun dengan Como dan ingin fokus pada pengembangan karier kepelatihannya bersama klub tersebut. Usianya yang masih 38 tahun membuatnya tetap optimis untuk bertahan di Como selama beberapa tahun ke depan.
“Saya masih punya 30 tahun lagi dalam karier saya, jadi bisa tetap di Como selama 10 tahun lagi dan pindah ke Premier League dalam 12 atau 15 tahun lagi,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa sepak bola adalah hal yang tidak dapat diprediksi. “Sepak bola itu tidak dapat diprediksi, bisa berubah dalam sekejap. Suatu hari Anda yang terbaik, hari berikutnya Anda yang terburuk.”
Fabregas mengatakan bahwa proses transformasi Como dari tim kasta bawah hingga menjadi calon pesaing Liga Champions sangat menarik baginya. Sebelumnya, klub ini hanya berada di Serie D, kasta keempat Liga Italia. Namun, sejak diakuisisi oleh Grup Djarum melalui SENT Entertainment, Como telah mengalami perubahan signifikan.
“Kami tidak memulai dari nol, tetapi dari titik minus 10. Klub ini memiliki potensi yang sangat besar,” katanya.
Selain sebagai pelatih, Fabregas juga memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan strategis klub. Ia termasuk salah satu pemegang saham yang turut serta menentukan arah kebijakan klub. Hal ini memberinya kebebasan yang sulit ditemukan jika ia bergabung dengan klub besar seperti Chelsea.
“Keindahan proyek ini adalah memulai dari nol hingga suatu hari menjadi klub peserta kompetisi antarklub Eropa,” tambahnya.
Saat ini, Como menempati posisi keenam di klasemen Liga Italia dengan 62 poin. Dengan tiga pekan tersisa, mereka masih memiliki peluang besar untuk finis di empat besar dan mendapatkan tiket ke Liga Champions. Jarak dengan Juventus, yang saat ini berada di posisi empat, hanya terpaut tiga angka.
“Setiap hari saya merasa seperti berada di universitas dan setiap hari saya harus membuat banyak sekali keputusan untuk klub. Dengan cara ini, saya belajar lebih cepat,” ujarnya.
Fabregas mengakui bahwa ia menikmati momen-momen ini bersama Como. Ia merasa diberi kepercayaan penuh oleh orang-orang di sekitarnya dan bisa bekerja tanpa tekanan berlebihan.
Namun, ia tetap membuka pintu untuk peluang baru di masa depan. “Mari kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan,” kata dia.
Dengan semua faktor tersebut, Cesc Fabregas tetap menjaga sikap terbuka namun hati-hati dalam menentukan langkah berikutnya. Kehidupan di Como terasa seperti sebuah petualangan yang penuh makna baginya.



















