Antusiasme Tinggi Calon Jemaah Haji Lamongan: Daftar Tunggu 60 Ribu, Sistem Kuota Baru Beri Harapan
Lamongan – Semangat masyarakat Kabupaten Lamongan untuk menunaikan ibadah haji terus membara. Data terbaru menunjukkan antusiasme yang luar biasa, dengan sekitar 60 ribu calon jemaah terdaftar dalam daftar tunggu keberangkatan. Angka ini semakin diperkuat dengan masuknya lebih dari 2.000 pendaftar baru hanya dalam periode Januari hingga November tahun ini. Tingginya animo ini secara otomatis membuat masa tunggu keberangkatan haji menjadi cukup panjang.
Namun, kabar baik datang bagi para calon jemaah. Pemerintah telah menerapkan sistem baru dalam pembagian kuota haji nasional yang diharapkan dapat memberikan angin segar. Perubahan ini, yang mulai berlaku untuk musim haji mendatang, mengalihkan formula pembagian kuota dari metode sebelumnya yang berdasarkan jumlah penduduk muslim di setiap daerah, menjadi sistem yang mengutamakan jumlah daftar tunggu.
Perubahan Sistem Kuota: Berbasis Daftar Tunggu, Menguntungkan Jawa Timur
Kepala Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan secara rinci mengenai perubahan signifikan ini. “Pembagian kuota haji tidak lagi menggunakan formula satu per seribu jumlah penduduk muslim sebagaimana yang berlaku selama ini,” ujarnya. “Berdasarkan amanat Undang-Undang Haji Nomor 14 Tahun 2025, kuota haji kini akan dibagi berdasarkan jumlah daftar tunggu di masing-masing daerah.”
Kebijakan baru ini merupakan hasil dari pembahasan mendalam antara Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah. Inti dari perubahan ini adalah daerah atau provinsi yang memiliki daftar tunggu haji terbesar akan memperoleh alokasi kuota yang lebih besar pula.
Ghofur menambahkan, “Dengan sistem baru tersebut, daerah atau provinsi yang memiliki jumlah daftar tunggu besar akan memperoleh tambahan kuota yang lebih besar pula.”
Hal ini memberikan keuntungan signifikan bagi Provinsi Jawa Timur, yang tercatat sebagai provinsi dengan jumlah daftar tunggu haji terbesar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan dari perubahan kebijakan pembagian kuota haji ini.
- Peningkatan Kuota Jawa Timur:
- Sebelumnya, kuota haji untuk Jawa Timur berkisar di angka 35 ribu jemaah per tahun.
- Dengan sistem baru, kuota tersebut meningkat menjadi sekitar 42 ribu jemaah.
- Ini berarti ada penambahan sekitar 7 ribu kuota yang akan dialokasikan untuk calon jemaah haji asal Jawa Timur.
Memperpendek Masa Tunggu: Harapan Baru bagi Calon Jemaah
Sebelumnya, panjangnya daftar tunggu di Jawa Timur menyebabkan para calon jemaah harus menanti hingga sekitar 35 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji. Namun, dengan penerapan sistem pembagian kuota yang berbasis daftar tunggu nasional, masa tunggu ini diproyeksikan akan berkurang secara signifikan.
“Ke depan masa tunggu diperkirakan bisa lebih merata di seluruh Indonesia, yakni sekitar 26 sampai 27 tahun,” jelas Ghofur.
Perubahan kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Lamongan. Dengan tambahan kuota yang diperoleh Jawa Timur, peluang keberangkatan jemaah asal Lamongan semakin terbuka lebar, sehingga masa tunggu yang selama ini terasa sangat panjang dapat dipersingkat.
“Alhamdulillah, dengan kebijakan baru tentang pembagian kuota ini, jemaah Lamongan dan Jawa Timur mulai merasakan dampak positif berupa layanan haji yang lebih cepat, sehingga daftar tunggunya tidak terlalu lama seperti sebelumnya,” ungkapnya penuh syukur.
Pemerintah berharap sistem kuota berbasis daftar tunggu ini dapat menciptakan rasa keadilan bagi seluruh calon jemaah haji di Indonesia. Selain itu, diharapkan kebijakan ini juga mampu mengurangi kesenjangan masa tunggu antar daerah yang selama ini terlihat cukup timpang.
“Dengan bertambahnya kuota bagi Jawa Timur, ribuan calon jemaah asal Lamongan kini memiliki harapan lebih besar untuk dapat menunaikan ibadah haji lebih cepat,” pungkasnya.
Meskipun demikian, himbauan penting tetap disampaikan kepada seluruh masyarakat yang telah mendaftar. Calon jemaah diimbau untuk:
- Mempersiapkan Administrasi Dini: Segera siapkan seluruh persyaratan administrasi dan dokumen perjalanan sejak dini.
- Menjaga Kesehatan: Jaga kondisi kesehatan secara optimal, mengingat masa tunggu keberangkatan yang meskipun berkurang, tetap memerlukan kondisi fisik yang prima.
Dengan adanya perubahan positif ini, diharapkan semangat ibadah haji di Lamongan dan seluruh Jawa Timur semakin terakomodasi, memberikan kesempatan yang lebih adil dan merata bagi setiap Muslim yang bercita-cita untuk memenuhi panggilan rukun Islam kelima.


















