Debut Mantan Pemain PSM Makassar di Klub Baru: Antara Harapan dan Kenyataan
Musim ini, dua mantan punggawa PSM Makassar, Muhammad Ardiansyah dan Abu Razard Kamara, akhirnya menjejakkan kaki di klub baru mereka dalam putaran kedua kompetisi. Debut kedua pemain ini bersama tim masing-masing memang menyita perhatian, namun hasilnya belum sepenuhnya sesuai ekspektasi.
Ardiansyah dan Kekalahan Telak Persijap Jepara
Muhammad Ardiansyah, yang kini membela Persijap Jepara, mendapatkan kesempatan bermain sejak menit awal dalam pertandingan melawan Malut United. Harapan untuk memberikan kontribusi positif bagi timnya sayangnya harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dalam paruh pertama pertandingan, gawang yang dijaga Ardiansyah tercatat kebobolan dua kali. Gol-gol tersebut dicetak oleh Igor Inocencio pada menit ke-11 dan Ciro Alves pada menit ke-23.
Akibatnya, di awal babak kedua, pelatih Persijap Jepara memutuskan untuk mengganti Ardiansyah dengan Sendri Johansyah, sebuah keputusan yang mengindikasikan adanya upaya untuk mengubah jalannya pertandingan. Namun, pergantian tersebut tidak serta-merta membalikkan keadaan. Malut United kembali berhasil menambah pundi-pundi gol mereka melalui Tyronne del Pino pada menit ke-68 dan David Da Silva pada menit ke-77. Pertandingan pun berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan Malut United. Debut Ardiansyah kali ini jelas menjadi catatan yang kurang menyenangkan baginya dan tim Persijap Jepara.
Abu Kamara dan Hasil Imbang Persis Solo
Di sisi lain, Abu Razard Kamara, yang bergabung dengan Persis Solo, juga menjalani debutnya dalam putaran kedua ini. Namun, nasibnya berbeda dengan Ardiansyah. Kamara tidak diturunkan sejak awal pertandingan. Ia baru masuk ke lapangan pada babak kedua, menggantikan Dimitri Lima Souza. Dalam 45 menit penampilannya di lapangan, Abu Kamara belum mampu memberikan dampak signifikan, termasuk mencetak gol.
Pertandingan yang dilakoni Persis Solo adalah melawan Madura United, yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Meskipun tidak meraih kemenangan, hasil imbang ini setidaknya tidak membawa kekalahan bagi Persis Solo. Kehadiran mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, turut memeriahkan laga tersebut. Beliau tampak disambut hangat oleh jajaran petinggi Persis Solo, termasuk Direktur Ginda Ferachtriawan, serta sejumlah pejabat dari Polresta Solo. Kedatangan beliau menambah semarak suasana pertandingan di stadion.
Evaluasi Pelatih dan Pemain Persis Solo
Di tengah hasil yang diraih, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, atau yang akrab disapa Milo, mengungkapkan adanya pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi. Fokus utama yang disorot adalah penanganan bola mati. Milo mengakui bahwa timnya masih sering membuat kesalahan, terutama dalam situasi bola mati yang kerap kali membahayakan gawang timnya yang dijaga oleh Vukasin Vranes.
“Kita harus fokus, kita sudah bisa mencetak gol tapi kita juga kebobolan gol. Jadi ya anak-anak sudah memberikan semuanya, dan saya mengapresiasi itu. Tapi kita juga harus memperbaiki semua,” ujar Milo, menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan dalam sesi latihan mendatang.
Pemain Persis Solo, Dusan Mijic, turut mengakui adanya kesalahan yang dilakukan oleh dirinya dan rekan-rekannya dalam pertandingan kandang tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pemain Persis Solo memiliki satu pandangan yang sama: setiap pertandingan adalah final bagi mereka. Semangat juang dan tekad untuk tidak dipermalukan lawan menjadi motivasi utama bagi para pemain untuk terus berupaya memberikan yang terbaik di setiap laga.
Perjalanan putaran kedua kompetisi masih panjang, dan bagi para mantan pemain PSM Makassar ini, debut mereka menjadi awal dari babak baru. Evaluasi yang mendalam dan kerja keras di sesi latihan akan menjadi kunci untuk memperbaiki performa dan meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Tantangan di klub baru memang selalu ada, namun dengan determinasi dan dukungan tim, Ardiansyah dan Abu Kamara diharapkan dapat menunjukkan potensi terbaik mereka.




