Gubernur Jawa Barat, dalam sebuah pertemuan dengan para aparat desa yang tergabung dalam DPD dan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), menyerukan semangat berkelanjutan untuk membangun desa, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, keterbatasan dana seharusnya tidak menghentikan pembangunan, melainkan menjadi katalisator bagi kreativitas para aparat desa, terutama dalam menentukan prioritas dan mengelola anggaran secara efektif.
“Provinsi Jawa Barat juga mengalami hal serupa, dengan keterbatasan anggaran akibat pengurangan dana bagi hasil dari pusat. Namun, meskipun ada keterbatasan pembiayaan, kami berkomitmen untuk membangun desa-desa, terutama infrastruktur. Program ini akan dimulai tahun ini dan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya dalam pertemuan yang bertajuk Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa dan Kelurahan di Bale Pakuan.
Pertemuan ini, menurutnya, merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan para aparat desa dan bertukar pikiran demi kemajuan desa-desa di Jawa Barat. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk menjawab kekhawatiran para kepala desa dan lurah terkait potensi penurunan kualitas pembangunan akibat pengurangan anggaran.
“Saya telah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mendorong pembangunan infrastruktur desa. Kekhawatiran utama mereka adalah penurunan kualitas dan kuantitas pembangunan desa seiring dengan penurunan anggaran,” jelasnya.
Insentif Dana untuk Desa Berprestasi
Selain memberikan dukungan finansial untuk pembangunan infrastruktur desa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), berencana memberikan dana miliaran rupiah setiap tahunnya kepada desa-desa yang menunjukkan prestasi luar biasa.
Dana ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat desa untuk menjadi lebih kreatif dan memiliki sumber daya yang cukup untuk membangun desa mereka.
“Selain penghargaan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota juga akan mengadakan lomba serupa, dengan hadiah hingga Rp200 juta di tingkat kecamatan. Ini bisa menjadi insentif tambahan yang signifikan,” imbuhnya.
Kepala DPMD Jawa Barat, Ade Afriandi, menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan penghargaan kepada desa-desa terbaik di Jawa Barat dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) 2025. Juara pertama menerima hadiah sebesar Rp9 miliar, juara kedua Rp7 miliar, dan juara ketiga Rp6 miliar.
- Kategori Desa:
- Juara 1: Desa Pangauban dari Kabupaten Garut (Pinunjul Kahiji).
- Juara 2: Desa Cibiru Wetan Kabupaten Bandung.
- Juara 3: Desa Gunung Putri Kabupaten Bogor.
- Kategori Kelurahan:
- Juara 1: Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis.
- Juara 2: Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi.
- Juara 3: Kelurahan Pasawahan, Kabupaten Bandung.
Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas inovasi dalam administrasi digital, keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan komitmen desa-desa tersebut dalam pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas.
Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat para aparat desa dan masyarakat untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan desa mereka masing-masing, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan keterbatasan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pembangunan desa demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.




