Dharma Pongrekun Benar: 2 WNI Belanda Konfirmasi Keadaan Darurat

Diposting pada

Peringatan Darurat Listrik: Kesaksian WNI di Belanda Menguatkan Prediksi Dharma Pongrekun

Dahulu kala, peringatan dari seorang tokoh penting seringkali dianggap sebagai ramalan belaka. Namun, di era modern ini, prediksi yang disampaikan oleh Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengenai potensi pemadaman listrik total mendadak, kini mulai menemukan gaungnya. Pernyataan yang viral di berbagai platform digital, khususnya setelah dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Belanda memberikan kesaksian tentang pengalaman langsung mereka menghadapi pemadaman listrik yang melumpuhkan aktivitas kota, telah memicu diskusi hangat di masyarakat. Kejadian ini tidak hanya menghentikan transportasi publik, mengganggu fasilitas umum, tetapi juga menimbulkan rasa panik di kalangan penduduk. Kesaksian para diaspora ini seolah mengonfirmasi kekhawatiran Dharma Pongrekun, sekaligus membuka pertanyaan krusial: apakah ini hanyalah insiden teknis biasa, ataukah sebuah pertanda situasi darurat yang lebih besar sedang mengintai?

Dalam sebuah podcast yang beredar luas, Dharma Pongrekun secara gamblang menghimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk terkait pasokan listrik. Ia menekankan pentingnya persiapan untuk menghadapi keadaan darurat dadakan yang bisa berlangsung selama tujuh hari.

“Adik-adik kasih tahu orangtua, untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak,” ujar Dharma Pongrekun.

Peringatan keras ini bukanlah tanpa dasar yang kuat. Dharma Pongrekun mengungkap bahwa beberapa negara di Eropa telah mulai mendistribusikan buku panduan untuk menghadapi situasi darurat serupa. Ia menyebutkan bahwa di Belanda, panduan tersebut telah dibagikan dalam bentuk buku manual. Hal serupa juga dilaporkan terjadi di Jerman, di mana beberapa informasi telah dipublikasikan, sementara yang lain belum diungkapkan secara luas. Dharma menekankan bahwa sifat krisis atau darurat adalah ketidakpastian waktu. “Nggak usah tanya kapan, kalau tahu kapan itu bukan krisis, bukan darurat,” tegasnya.

Pengalaman Nyata di Belanda: Konfirmasi Peringatan Dharma

Tak lama setelah imbauan Dharma Pongrekun menjadi viral, pengakuan dari WNI yang bermukim di Belanda secara mengejutkan membenarkan prediksinya. Salah seorang diaspora, yang dikenal dengan akun TikTok @dinastirahadiyanti, pada Kamis (16/1/2026), menceritakan pengalaman pahit kotanya, Amsterdam, yang baru saja mengalami pemadaman listrik seperti yang diperingatkan oleh Dharma.

Dinasti menceritakan secara rinci bagaimana situasi kota berubah drastis ketika listrik mendadak padam pada Rabu (14/1/2026). Pemadaman tersebut berdampak luas, melumpuhkan sebagian besar aktivitas kota karena fasilitas umum menjadi terganggu.

  • Dampak Langsung Pemadaman Listrik di Amsterdam:
    • Transportasi umum seperti trem berhenti beroperasi, menyebabkan penundaan perjalanan pulang yang signifikan.
    • Kegelapan yang menyelimuti kota bukan menjadi sumber kepanikan utama, melainkan pikiran dan imajinasi warga tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Lebih lanjut, Dinasti mengungkapkan bahwa sebelum insiden pemadaman tersebut, pemerintah Belanda telah membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa pasokan listrik. Meskipun pemadaman yang dialaminya tidak berlangsung selama itu, kejadian tersebut cukup untuk menimbulkan kekhawatiran.

Pengalaman serupa juga dibagikan oleh diaspora lain bernama Patricia Suzan melalui akun TikTok @patriciasuzan. Patricia mengaku menerima notifikasi peringatan resmi melalui ponselnya. Pesan tersebut berisi imbauan untuk sementara waktu tidak menggunakan listrik secara berlebihan dan menganjurkan warga untuk saling memeriksa kondisi tetangga mereka.

Patricia mengakui bahwa pesan peringatan tersebut langsung memicu rasa was-was dan ketakutan. “Aku langsung mikir, langsung parno apalagi kalau dilihat di konten kan pemerintahan Belanda itu udah nyebar pamflet untuk bersiap-siap kalau tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan supaya kita survive selama 72 jam. Langsung parno, ada pemadaman apa di mana? Nggak pernah ini terjadi,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Dari jam sekitar setengah 5, publik transportasi di Amsterdam itu banyak yang nggak jalan karena ada pemadaman. Semoga ini cuma kayak ada kesalahan teknis atau kerusakan, bukan yang aneh-aneh.”

Mengenal Sosok Dharma Pongrekun: Latar Belakang dan Rekam Jejak

Di tengah ramainya perbincangan mengenai peringatan darurat listrik, sosok Dharma Pongrekun kembali menjadi sorotan publik. Beliau adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Polri yang resmi pensiun pada tahun 2024. Jabatan terakhirnya di institusi kepolisian adalah sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Sebelum pensiun, Dharma Pongrekun pernah menduduki posisi yang sangat strategis, yaitu sebagai Wakil Kepala BSSN. Ia aktif menjabat di lembaga tersebut mulai Juli 2019 hingga Oktober 2021. Lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 12 Januari 1966, Dharma adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988. Nama lengkapnya yang tersemat gelar adalah Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.

Karier Dharma Pongrekun di kepolisian Indonesia sangatlah panjang dan kaya pengalaman. Ia dikenal sebagai seorang jenderal yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang reserse. Perjalanan kariernya dimulai sebagai Pamen Polda Bengkulu. Selama bertugas, ia pernah memegang berbagai jabatan penting, antara lain:

  • Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu
  • Wadirreskrimum Polda Metro Jaya
  • Kasubbag Anevopswil Bag Anev Robinops Bareskrim Polri
  • Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri
  • Dosen Utama STIK Lemdikpol

Selain itu, Dharma juga pernah mengemban amanah di berbagai posisi strategis lainnya:

  • Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol (2014)
  • Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015)
  • Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri (2016)
  • Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri (2016)
  • Karorenmin Bareskrim Polri (2016)

Pada tahun 2018, Dharma Pongrekun dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di BSSN. Di sana, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN. Puncaknya, pada tahun 2019, ia ditunjuk untuk menduduki posisi sebagai Wakil Kepala BSSN. Setelah masa jabatannya berakhir, ia dimutasi kembali menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri pada tahun 2021, sebelum akhirnya dimutasi sebagai Pati Lemdiklat Polri pada tahun 2024 dalam rangka pensiun.

Perjalanan Politik dan Kekayaan

Setelah purna tugas dari kepolisian, Dharma Pongrekun mencoba peruntungannya di dunia politik. Ia mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 dengan maju sebagai calon independen, didampingi oleh Kun Wardana. Namun, langkahnya di pemilihan gubernur terhenti setelah hanya berhasil mengumpulkan 459.230 suara.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dharma Pongrekun tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp10,9 miliar. Pelaporan terakhir hartanya dilakukan pada 24 Agustus 2025. Rincian harta kekayaannya adalah sebagai berikut:

Rincian Harta Kekayaan Dharma Pongrekun (Per 24 Agustus 2025)

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN (Rp. 10.280.245.000)
1. Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA
Rp. 3.598.000.000
2. Tanah Seluas 180 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI
Rp. 1.401.900.000
3. Tanah Seluas 64 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA
Rp. 490.120.000
4. Tanah Seluas 495 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA
Rp. 3.790.225.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 91 m2/80 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, LAINNYA
Rp. 1.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN (Rp. 569.500.000)
1. MOTOR, HONDA CB150 Tahun 2016, HASIL SENDIRI
Rp. 9.500.000
2. MOBIL, AVANZA MINIBUS Tahun 2018, HASIL SENDIRI
Rp. 160.000.000
3. MOBIL, FORTUNER VRZ JEEP Tahun 2019, HASIL SENDIRI
Rp. 400.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA
Rp. —-

D. SURAT BERHARGA
Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS (Rp. 56.000.000)

F. HARTA LAINNYA
Rp. —-

Sub Total Harta: Rp. 10.905.745.000

II. HUTANG
Rp. —-

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III)
Rp. 10.905.745.000

Kejadian di Belanda ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk tidak mengabaikan peringatan dini, terutama yang datang dari individu dengan rekam jejak dan pengalaman yang relevan. Kesadaran dan persiapan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi krisis di masa depan.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan