Dinar Candy: Pod Geter Gegerkan Klub Malam!

Diposting pada

Meninggalnya selebgram Lula Lahfah baru-baru ini membuka mata publik terhadap sebuah produk bernama Whip Pink. Produk ini mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama karena penyalahgunaannya yang berpotensi membahayakan kesehatan. Tak hanya Whip Pink, isu lain terkait penyalahgunaan zat di tempat hiburan malam juga mencuat, kali ini diungkapkan oleh DJ Dinar Candy mengenai keberadaan “pod geter” yang ramai beredar.

Apa Itu Whip Pink?

Whip Pink, jika dilihat sekilas, tampak seperti produk biasa yang digunakan dalam industri kuliner. Sesuai dengan keterangan di situs resminya, Whip Pink ditujukan untuk kebutuhan pembuatan whipped cream, menjadi pelengkap yang mempercantik tampilan dan cita rasa makanan serta minuman.

Namun, di balik kegunaannya yang tampak polos, tersimpan potensi bahaya. Whip Pink sebenarnya berisi gas nitrous oxide (N2O) bertekanan, yang juga dikenal dengan sebutan whippets. Gas ini berfungsi untuk mendorong krim keluar dari tabung whipped cream. Seharusnya, gas ini tidak dihirup langsung.

Penyalahgunaan Nitrous Oxide

Sayangnya, tren yang berkembang di media sosial menunjukkan penyalahgunaan nitrous oxide. Alih-alih digunakan sebagaimana mestinya, gas ini justru dihirup langsung atau dipindahkan ke dalam balon sebagai inhalan. Tujuannya adalah untuk mencari sensasi tertentu, seperti efek ‘high’ atau nge-fly, yang seringkali menimbulkan perubahan fisiologis pada tubuh, mirip dengan efek poppers.

Penting untuk dipahami bahwa menghirup nitrous oxide secara langsung dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya, termasuk:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Hilang kesadaran
  • Kerusakan otak
  • Bahkan, kematian

Pengakuan Dinar Candy tentang Balon Misterius dan “Pod Geter”

Isu penyalahgunaan zat di klub malam tidak berhenti pada Whip Pink. Dinar Candy, seorang DJ ternama, mengungkapkan pengalamannya saat bekerja di klub malam. Ia mengaku pernah ditawari sesuatu yang serupa, bahkan ia melihat sendiri bagaimana pengunjung klub malam menyalahgunakan zat tertentu.

Dinar menceritakan pengalamannya saat nge-DJ di sebuah klub di Jakarta. Ia melihat sebuah balon ‘diterbangkan’ ke arahnya. Karena tidak paham maksudnya, ia justru memukul balik balon tersebut ke arah penonton. Reaksi Dinar ini justru mengundang tawa dari waiter dan beberapa penonton. Salah seorang penonton bahkan mengambil balon tersebut dan menghirupnya.

“Aku pernah dikasih balon pas nge-DJ di Jakarta, kalau yang ‘tau’, itu balonnya ditangkap terus dihirup, tapi aku balikin ke penonton,” kata Dinar Candy.

Insiden balon tersebut hanyalah satu dari sekian pengalaman Dinar Candy di dunia hiburan malam. Ia juga mengaku pernah ditawari untuk menghisap vape yang isinya disebut-sebut bisa membuatnya ‘melayang’. Hal ini lazim disebut sebagai ‘pod geter’.

Bahaya “Pod Geter”

Meskipun tidak mengetahui secara pasti kandungan yang terdapat di dalam “pod geter”, Dinar Candy menyebutkan bahwa efek yang ditimbulkan setelah menghisapnya dapat membuat orang mabuk. Informasi ini ia dapatkan dari seorang DJ perempuan yang bekerja bersamanya.

“Ditawarin (pod geter) di tiga kota, klub berbeda, bikin nge-fly katanya. Setelah aku tanya itu pod geter apa, ternyata dalamnya sudah diracik, liquidnya sudah dicampur,” kata Dinar.

Dinar menambahkan bahwa “pod geter” tersebut tampak seperti pod biasa. Namun, jika seseorang tidak teliti dan langsung menghisapnya, ia bisa tertipu. Menurutnya, ada orang yang membawa “pod geter” ke klub, tetapi tidak dijual di klub tersebut. Artinya, “pod geter” tersebut dibawa dari luar.

Perlu Kewaspadaan dan Edukasi

Fenomena Whip Pink dan “pod geter” menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan zat. Masyarakat, terutama generasi muda, perlu dibekali dengan informasi yang benar dan akurat mengenai risiko yang terkait dengan penyalahgunaan zat, baik zat yang legal maupun ilegal. Selain itu, peran aktif dari pihak berwenang, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, sangat dibutuhkan untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan zat di masyarakat.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak mereka. Komunikasi yang terbuka dan jujur antara orang tua dan anak dapat membantu mencegah anak-anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan zat.

Penyalahgunaan zat merupakan masalah kompleks yang membutuhkan penanganan yang komprehensif. Dengan kerja sama dari semua pihak, diharapkan kita dapat melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan zat dan menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan