Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aman, S.Pd, MM, kembali turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan reses. Tujuannya adalah untuk menyerap aspirasi dan masukan dari warga, yang kali ini dilaksanakan di Fasum Blok B RT 02 Perumahan Taman Marcelia, Batam Center, pada Sabtu malam, 6 Desember 2025.
Acara reses ini dihadiri oleh ratusan warga dan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Turut hadir para tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW setempat, termasuk Ketua RT 1 Balas Tarigan, Ketua RT 2 Ari, Ketua RT 3 Asron Lubis, Ketua RT 04 Iwan, dan Ketua RW Sumarno. Kehadiran tokoh agama seperti Ustadz Ahmad, yang juga merupakan Ketua MUI Kecamatan Batam Kota, serta tokoh masyarakat lainnya seperti Sugito dan Rohim, semakin menambah khidmat acara tersebut.
Dalam sambutannya, Aman menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang telah diberikan oleh warga, sehingga ia dapat terpilih menjadi anggota DPRD Kepri periode 2024-2029. Ia secara khusus menyebutkan bahwa di Perumahan Taman Marcelia, ia berhasil memperoleh suara yang signifikan, yaitu lebih dari 700 suara.
“Saya sangat berterima kasih dan percaya bahwa warga Marcelia adalah pemilih yang cerdas, yang telah memilih tanpa paksaan atau iming-iming apapun. Amanah yang telah diberikan ini menjadi kekuatan bagi saya untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Aman.

Komitmen untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Aman menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh warga merupakan motivasi utama baginya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kota Batam secara keseluruhan. Ia mencontohkan beberapa manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, pemasangan lampu penerangan jalan dengan teknologi solar cell di beberapa lokasi strategis, kemudahan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta program pelatihan bagi para pencari kerja untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“InsyaAllah, program-program pembangunan infrastruktur, seperti pengaspalan jalan, akan terus kami lanjutkan pada tahun 2026. Tujuannya adalah agar aksesibilitas di lingkungan kita semakin mudah dan nyaman,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Aman juga terus berupaya untuk mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sekolah baru, yaitu SMK Negeri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya minat lulusan SMP di Batam untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK Negeri. Pembangunan SMK baru ini juga merupakan wujud dari aspirasi masyarakat Bengkong dan Batu Ampar.
“InsyaAllah, pada tahun 2026 akan dibangun SMKN baru di Bengkong. Pembangunan ini diharapkan dapat mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung siswa yang kerap terjadi setiap tahun di Batam,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, Aman menegaskan komitmennya untuk membantu warga agar dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Bagi warga yang sebelumnya merupakan peserta BPJS mandiri namun saat ini kepesertaannya tidak aktif, ia siap memfasilitasi proses pengaktifan kembali jaminan kesehatan tersebut.
“Tidak boleh ada alasan bagi warga Batam yang sedang sakit untuk tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit,” tegasnya.
Di sektor ketenagakerjaan, Aman juga menginisiasi berbagai program pelatihan gratis yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Salah satu contohnya adalah pelatihan K3 Teknisi Scaffolding, yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar di Batam.
“Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan K3 Teknisi Scaffolding, banyak warga kita yang berhasil mendapatkan pekerjaan di PT SMOE Batam,” katanya.
Komitmen Aman dalam memperjuangkan aspirasi warga tidak hanya dilakukan saat ini, sebagai anggota DPRD Kepri. Sebelumnya, saat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Batam selama dua periode (2014-2024), ia juga telah banyak berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, ia mengakui bahwa tantangan dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat Provinsi Kepri tidaklah mudah, jika dibandingkan dengan Kota Batam. Hal ini disebabkan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam jauh lebih besar daripada APBD Provinsi Kepri.
Saat ini, APBD Kota Batam mencapai Rp4,4 triliun. Sementara itu, APBD Provinsi Kepri hanya sebesar Rp3,3 triliun, yang harus digunakan untuk membiayai kebutuhan di tujuh kabupaten dan kota, termasuk Batam. Penurunan APBD Kepri disebabkan oleh dampak pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
“Dengan kondisi tersebut, DPRD Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri harus melakukan penataan struktur pembiayaan, salah satunya dengan melakukan pinjaman daerah ke Bank Riau Kepri Syariah sebesar Rp250 miliar, sehingga akumulasi APBD Kepri mencapai Rp3,5 triliun,” jelasnya.
Selain melakukan penataan struktur pembiayaan, Aman juga menambahkan bahwa DPRD dan Pemerintah Provinsi Kepri sedang berupaya untuk menggali potensi pendapatan dari sumber-sumber lain, seperti dari layanan labuh jangkar. Menurutnya, potensi pendapatan dari labuh jangkar di Kepri sangat besar, mengingat banyaknya kapal yang melintas di perairan Kepri. Namun, saat ini, Kepri belum mendapatkan manfaat yang optimal dari potensi tersebut, karena pendapatan dari labuh jangkar masih masuk ke pemerintah pusat.
“Kami dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Kepri sedang berjuang untuk memaksimalkan pengelolaan labuh jangkar. Jika berhasil, hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi tambahan pemasukan untuk Kepri, yaitu sekitar Rp1,1 triliun,” ujarnya.

Apresiasi dari Tokoh Masyarakat dan Warga
Tokoh masyarakat dan warga Taman Marcelia menyambut baik kegiatan reses ini dan memberikan apresiasi atas komitmen Aman dalam memperjuangkan aspirasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama ini.
Ketua RT 02, Ari, berharap agar aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dalam kegiatan reses ini dapat terserap dan terealisasi dengan baik. Sementara itu, Ketua RW Sumarno menyatakan rasa syukur atas kemajuan lingkungan dan keharmonisan yang terjaga di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Pak Dewan, semoga aspirasi warga kita dapat segera terealisasi,” ujarnya.
Warga lainnya, Rina, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang selama ini diberikan oleh Aman kepada masyarakat sekitar. Ia mengatakan bahwa bahkan sebelum disuarakan, banyak infrastruktur jalan yang telah dibangun dengan baik dan anak-anak mereka juga mendapatkan kuota untuk masuk sekolah.
Ketua RT 01, Balas Tarigan, juga mengungkapkan kemajuan yang telah dirasakan di wilayah perumahannya. Selain pengaspalan jalan, Aman juga telah membantu pemasangan lampu penerangan di beberapa titik.
“Jika kita bandingkan dengan 10 tahun lalu, beberapa jalan di Blok A masih berupa tanah bauksit. Sekarang sudah diaspal, sudah bagus semua, lampu juga sudah terang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Aman atas dukungannya selama ini,” katanya.
Dalam forum tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan dan kebutuhan terkait kenyamanan lingkungan perumahan. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera dan Aceh, yang berasal dari sumbangan warga.
Aman juga memberikan dukungan untuk peningkatan fasilitas Masjid Baitul Amal sebesar Rp100 juta pada tahun 2026, melalui anggaran provinsi, serta memberikan bantuan untuk perbaikan Sekretariat RW sebesar Rp10 juta, dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp30 juta. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Aman sebagai anggota DPRD Kepri dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.



















