Duel Berdarah di Tapin: Dua Pria Terluka Parah Akibat Saling Bacok
Tapin, Kalimantan Selatan – Suasana menjelang bulan Ramadan 2026 di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, diwarnai oleh peristiwa kekerasan yang mengejutkan. Sebuah duel bersenjata tajam antara dua orang pria terjadi di kawasan Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, pada Minggu (15/2/2026). Insiden ini mengakibatkan kedua belah pihak mengalami luka, dengan salah satu di antaranya menderita cedera serius yang memerlukan tindakan operasi selama berjam-jam.
Perkelahian yang terjadi di ruang terbuka, tidak jauh dari lapak pedagang sayuran keliling dan pedagang unggas, menarik perhatian warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pria yang terlibat dalam duel tersebut saling mengenal dan akrab disapa dengan nama Uwan dan Roni. Namun, hingga berita ini diturunkan, motif di balik pertikaian yang berujung pada saling bacok tersebut masih belum terungkap secara pasti.
Dua Pihak Sama-Sama Terluka dan Dilarikan ke Rumah Sakit
Pertarungan yang disebut-sebut berlangsung cukup sengit ini baru berakhir setelah kedua pria tersebut sama-sama menderita luka. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera berinisiatif untuk melerai dan melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian.
Akibat luka yang diderita, kedua korban segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Sanggul Rantau untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tapin Utara bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.
Selain mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian juga turut membantu proses evakuasi para korban ke rumah sakit. Kapolsek Tapin Utara, Ipda Budi Santoso, membenarkan adanya insiden perkelahian bersenjata tajam tersebut. “Kami sudah mendatangi TKP dan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. Kasusnya sedang kami tangani karena keduanya masih dalam perawatan medis,” ujarnya singkat. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti yang digunakan dalam perkelahian tersebut.
Peristiwa ini sontak menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama karena terjadi pada pagi hari ketika aktivitas warga sedang ramai. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur damai dan dialog, tanpa menggunakan kekerasan, demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Satu Korban Menjalani Operasi Intensif Selama Tiga Jam
Dua pria yang terlibat dalam perkelahian di wilayah Kabupaten Tapin ini harus mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Datu Sanggul Rantau. Salah satu korban, yang diketahui berinisial S (37), mengalami luka yang cukup serius, terutama di bagian wajah, tangan kiri, dan lengan kanan. Kondisi ini mengharuskannya menjalani tindakan operasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Datu Sanggul Rantau, dr. Mujiran Sp.B, mengonfirmasi bahwa ada dua pasien korban perkelahian yang masuk ke rumah sakit tersebut. “Inggih, tadi ulun dilapori pasien S, 37 tahun, dengan luka di wajah, tangan kiri dan lengan kanan. Tadi sudah kami lakukan tindakan operasi dari jam 12.30 sampai jam 15.30,” ungkapnya.
Menurut dr. Mujiran, yang juga merupakan seorang dokter spesialis bedah, kondisi pasien S saat ini dilaporkan stabil meskipun sebelumnya mengalami pendarahan yang cukup banyak. “Alhamdulillah kondisi pasien stabil walaupun tadi banyak perdarahan dan butuh transfusi darah. Selanjutnya perlu rawat inap dan melanjutkan transfusi darah, tapi insyaallah segera pulih,” jelasnya.
Sementara itu, lawan dari S dalam duel tersebut, yang juga berinisial S, dilaporkan hanya mengalami luka ringan di bagian kepala. Pasien ini telah mendapatkan tindakan penjahitan luka di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan jalan.
Dua Peristiwa Kekerasan dalam Sehari Guncang Tapin
Insiden duel bersenjata tajam di Tapin Utara bukanlah satu-satunya peristiwa kekerasan yang menggemparkan Kabupaten Tapin pada hari yang sama. Pada Minggu (15/2/2026) yang sama, terjadi dua kejadian penganiayaan yang berujung pada luka berat di dua lokasi berbeda, dan kedua peristiwa ini dengan cepat menyebar viral di media sosial.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 08.15 Wita di kawasan Pasar Keraton, Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara. Tak berselang lama, sekitar pukul 14.00 Wita, perkelahian kembali pecah di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Tangkawang Lama, Kecamatan Bakarangan.
Kasi Humas Polres Tapin, Ipda Imam Subhan, membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat pada peristiwa kedua ini. “Kapolsek Bakarangan menginformasikan bahwa benar terjadi perkelahian yang menyebabkan luka berat. Bagaimana kronologi dan mengapa penganiayaan bisa terjadi masih didalami,” ujar Ipda Imam Subhan mewakili Kapolres Tapin saat dikonfirmasi. Korban yang mengalami luka berat dalam kejadian kedua ini juga masih menjalani penanganan medis di RSUD Datu Sanggul Rantau.
Patah Tulang dan Kebutuhan Operasi pada Korban Lainnya
Selain dua pasien yang terlibat dalam duel di Tapin Utara, satu korban lain bernama AY (40), warga Tangkawang, beserta lawannya juga mendapatkan penanganan medis di RSUD Datu Sanggul Rantau. Berdasarkan keterangan dokter jaga IGD, AY mengalami luka di kepala dan tangan kiri akibat perkelahian tersebut. Yang lebih serius, korban mengalami patah tulang terbuka pada tangan kirinya.
“Sudah dilakukan pembersihan luka dan jahit luka sementara. Besok pagi direncanakan operasi untuk patah tulangnya,” terang dr. Mujiran. Pihak rumah sakit memastikan bahwa seluruh pasien yang menjalani perawatan mendapatkan penanganan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku. Kondisi para pasien akan terus dipantau secara ketat oleh tim dokter hingga dinyatakan stabil dan dapat melanjutkan proses pemulihan.
Sikap dan Tips Menghadapi Situasi Perkelahian di Jalan
Menyikapi maraknya peristiwa kekerasan yang terjadi, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara bertindak yang tepat jika menyaksikan atau bahkan terjebak dalam situasi perkelahian. Prioritas utama dalam situasi seperti ini adalah keselamatan diri dan menghindari cedera serius.
Berikut adalah panduan tips berdasarkan prinsip keamanan diri:
Prioritas Utama: Hindari dan Tinggalkan
- Segera Menjauh: Jika perkelahian belum melibatkan Anda secara langsung, langkah terbaik adalah segera meninggalkan lokasi kejadian.
- Hindari Konflik: Jangan terpancing emosi atau ikut campur dalam perkelahian jika tidak ada keharusan. Menghindar lebih baik daripada terlibat dalam konflik yang bisa berakibat fatal.
- Cari Tempat Aman: Segera masuk ke area publik yang ramai, seperti toko, kantor, atau pusat perbelanjaan, untuk menghindari potensi kerusuhan lebih lanjut.
Jika Terjebak dalam Perkelahian (Pembelaan Diri)
- Tetap Tenang: Kunci utama adalah tidak panik. Kepanikan dapat menghambat kemampuan Anda untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat.
- Posisi Tubuh: Berdirilah dengan kaki terbuka untuk menjaga keseimbangan. Angkat tangan Anda untuk melindungi area wajah.
- Lindungi Area Vital: Pastikan untuk melindungi area-area vital seperti leher, kepala, dan ulu hati.
- Targetkan Area Lemah Lawan: Jika terpaksa harus melawan untuk membela diri, bidiklah area sensitif lawan seperti mata, tenggorokan, selangkangan, atau perut. Tujuannya adalah untuk melumpuhkan lawan sementara.
- Gunakan Suara: Buatlah kebisingan sebanyak mungkin untuk menarik perhatian orang lain agar datang membantu atau segera memanggil pihak kepolisian.
Tips Saat Menghadapi Kerusuhan Massa
- Jangan Terjebak: Hindari berada di tengah kerumunan yang berpotensi menjadi pusat kerusuhan.
- Cari Jalan Keluar: Identifikasi jalan keluar tercepat dan teraman dari area kerusuhan.
- Waspada Lingkungan: Jangan hanya fokus pada satu ancaman. Selalu perhatikan situasi di sekitar Anda (situational awareness).
Setelah Perkelahian
- Segera Pergi: Begitu lawan tidak berdaya atau ada kesempatan yang aman, segera tinggalkan lokasi dan cari tempat yang aman.
- Cari Bantuan Medis: Periksa diri Anda untuk mengetahui adanya cedera dan segera cari pertolongan medis jika diperlukan.
- Lapor Pihak Berwajib: Laporkan kejadian yang Anda alami atau saksikan kepada pihak keamanan atau kepolisian terdekat.
Penting untuk diingat bahwa tujuan utama dalam situasi ini adalah pembelaan diri, bukan balas dendam. Hindari penggunaan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya, karena hal tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum yang lebih berat.




















