Barcelona Raih Gelar Piala Super Spanyol 2026 Usai Taklukkan Real Madrid dalam Laga Dramatis
Barcelona kembali membuktikan dominasinya atas rival abadi mereka, Real Madrid, dengan meraih gelar juara Piala Super Spanyol 2026. Kemenangan ini diraih setelah pertandingan final yang sengit dan penuh drama, di mana Barcelona berhasil mengungguli Real Madrid dengan skor akhir 3-2. Laga El Clasico yang memperebutkan trofi ini berlangsung di King Abdullah Sports City, dan sejak awal pertandingan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi.
Babak Pertama yang Penuh Ketegangan
Sejak peluit dibunyikan, Barcelona dan Real Madrid sama-sama mengambil inisiatif serangan. Real Madrid, yang tampil dengan formasi 4-4-3, terlihat lebih mendominasi penguasaan bola dibandingkan Barcelona yang mengandalkan formasi 4-2-3-1.
Peluang pertama sempat diciptakan oleh Vinicius Junior yang bergerak lincah dari sisi kiri serangan timnya. Namun, umpan silangnya kepada Gonzalo Garcia berhasil diantisipasi dengan baik oleh Eric Garcia di dalam kotak penalti Barcelona. Menit ke-13, Vinicius kembali mengancam gawang Barcelona dengan akselerasinya, namun usahanya belum membuahkan hasil.
Barcelona tidak tinggal diam. Kombinasi serangan dari Lamine Yamal dan Raphinha di sisi sayap beberapa kali berhasil mengancam pertahanan Real Madrid. Namun, solidnya lini belakang tim ibu kota Spanyol membuat peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Drama sesungguhnya baru tersaji di sepuluh menit terakhir babak pertama. Barcelona berhasil membuka keunggulan pada menit ke-36 melalui gol Raphinha. Pemain asal Brasil ini melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri gawang Thibaut Courtois, membawa Barcelona unggul 1-0.
Real Madrid tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-45+2, Vinicius Junior kembali menunjukkan kelasnya. Setelah berhasil melewati Jules Kounde, ia merangsek ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihadang oleh Joan Garcia, membuat skor imbang 1-1.
Namun, skor imbang tersebut belum menjadi akhir dari ketegangan sebelum jeda. Barcelona kembali unggul di menit ke-45+4. Kali ini, Robert Lewandowski memanfaatkan kelengahan bek tengah Real Madrid untuk mencetak gol kedua bagi Barcelona.
Tidak mau kalah, Real Madrid kembali mencuri gol di akhir babak pertama. Goncalo Garcia berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti Barcelona dan melepaskan tembakan yang menggetarkan jala gawang Barcelona. Skor imbang 2-2 menutup paruh pertama pertandingan, membuat para penonton terpuaskan oleh drama yang tersaji.
Raphinha Kembali Menjadi Penentu
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas serangan mereka demi mencuri gol kemenangan. Sayangnya bagi Real Madrid, gawang mereka kembali kebobolan. Aktor utama di balik gol ini kembali adalah Raphinha.
Pada menit ke-73, Raphinha mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya dalam pertandingan ini. Kali ini, gol tersebut tercipta berkat assist matang dari Dani Olmo. Gol Raphinha inilah yang akhirnya mengunci kemenangan Barcelona dengan skor 3-2, sekaligus memastikan gelar Piala Super Spanyol edisi kali ini menjadi milik mereka.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Barcelona di final Piala Super Spanyol. Pada edisi sebelumnya, Barcelona juga berhasil menundukkan Real Madrid dengan skor yang lebih telak, yaitu 5-2.
Hansi Flick: Sang Raja Final yang Tak Terkalahkan
Kemenangan Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 ini semakin menyempurnakan rekor pribadi pelatih Hansi Flick. Pelatih asal Jerman ini semakin menegaskan statusnya sebagai pelatih yang “alergi” kalah di laga final turnamen. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Hansi Flick memiliki rekor sempurna, selalu meraih kemenangan setiap kali timnya mencapai babak final.
Dengan kemenangan atas Real Madrid di Piala Super Spanyol 2026, Hansi Flick kini telah menyapu bersih delapan pertandingan final yang pernah ia jalani, semuanya berakhir dengan gelar juara.
Sebelum kemenangan ini, Hansi Flick juga berhasil membawa Barcelona meraih dua gelar final musim lalu, yaitu Piala Super Spanyol dan Copa Del Rey. Menariknya, kedua final tersebut juga dimenangkan dengan mengalahkan Real Madrid, masing-masing dengan skor 5-2 (Piala Super Spanyol) dan 3-2 (Copa Del Rey).
Lima gelar final lainnya diraih Hansi Flick saat masih menukangi Bayern Munich. Kelima gelar tersebut diraih di lima turnamen berbeda, meliputi DFB Pokal, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Jerman.
Superioritas Hansi Flick yang belum pernah kalah di laga final menjadikan Real Madrid sebagai salah satu “korban” dari taktik jitu pelatih asal Jerman ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Madrid menelan tiga kekalahan beruntun dari Barcelona dalam momen perebutan gelar juara. Ketiga kekalahan ini seluruhnya disebabkan oleh Hansi Flick, yang memulai era kesuksesannya bersama Barcelona sejak musim lalu.
Dengan gelar Piala Super Spanyol ini, Barcelona semakin mempertegas statusnya sebagai raja turnamen ini dengan koleksi 16 gelar. Sementara itu, Real Madrid masih tertahan dengan 13 gelar juara.



















