Harga Emas Mengalami Fluktuasi Signifikan Dipicu Ketegangan Geopolitik
Pasar emas global menunjukkan pergerakan naik yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, telah memicu kekhawatiran global dan mendorong investor untuk mencari aset yang aman.
Emas Dunia Melonjak Akibat Permintaan Aset Aman
Sebagai respons terhadap eskalasi konflik, harga emas dunia tercatat mengalami penguatan lebih dari 1,8 persen dalam perdagangan internasional. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan permintaan aset aman (safe-haven) seiring dengan membesarnya risiko konflik. Investor secara umum cenderung mengalihkan investasinya ke emas ketika ketidakpastian dan risiko geopolitik meningkat. Dalam konteks ini, ancaman terhadap pasokan energi global dan kekhawatiran pasar yang lebih luas membuat emas menjadi pilihan lindung nilai (hedge) terhadap volatilitas. Lonjakan harga ini mencerminkan kekhawatiran akan potensi gangguan pada aliran minyak mentah dan dampaknya terhadap ekonomi global, yang pada gilirannya mendorong investor menempatkan modal mereka pada logam mulia sebagai bentuk proteksi.
Variasi Harga Emas Batangan UBS Berdasarkan Denominasi
Harga emas batangan produksi UBS menunjukkan variasi yang cukup mencolok, tergantung pada denominasi atau ukuran kepingan yang dipilih oleh pembeli. Perbedaan antara harga beli dan harga buyback (harga jual kembali kepada perusahaan) juga merupakan faktor krusial yang perlu dicermati oleh investor sebelum memutuskan untuk bertransaksi. Perbedaan harga ini merupakan hal yang wajar dalam perdagangan emas batangan dan dapat bervariasi tergantung pada ukuran emas yang dipilih.
Berikut adalah rincian harga emas batangan UBS per Minggu, 1 Maret 2026, pukul 11.24 WIB:
- 0,1 gram:
- Harga Beli: Rp 432.000
- Harga Buyback: Rp 274.000
- 0,25 gram:
- Harga Beli: Rp 983.500
- Harga Buyback: Rp 685.000
- 0,5 gram:
- Harga Beli: Rp 1.744.300
- Harga Buyback: Rp 1.371.000
- 1 gram:
- Harga Beli: Rp 3.142.100
- Harga Buyback: Rp 2.743.000
- 2 gram:
- Harga Beli: Rp 6.205.100
- Harga Buyback: Rp 5.487.000
- 3 gram:
- Harga Beli: Rp 9.285.400
- Harga Buyback: Rp 8.230.000
- 4 gram:
- Harga Beli: Rp 12.335.400
- Harga Buyback: Rp 10.974.000
- 5 gram:
- Harga Beli: Rp 15.215.800
- Harga Buyback: Rp 13.718.000
- 10 gram:
- Harga Beli: Rp 30.164.400
- Harga Buyback: Rp 27.436.000
- 25 gram:
- Harga Beli: Rp 75.166.000
- Harga Buyback: Rp 68.591.000
- 50 gram:
- Harga Beli: Rp 149.812.400
- Harga Buyback: Rp 137.182.000
- 100 gram:
- Harga Beli: Rp 299.416.800
- Harga Buyback: Rp 274.365.000
Perbandingan Harga Emas Hari Ini: UBS, Galeri 24, dan Antam
Selain emas UBS, harga emas dari produsen lain seperti Galeri 24 dan Antam juga mengalami penyesuaian. Perlu dicatat bahwa harga-harga ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Harga Emas UBS Hari Ini (Perkiraan Perlu Konfirmasi Tanggal Terkini):
- 0,5 gram: Rp 1.688.000
- 1 gram: Rp 3.123.000
- 2 gram: Rp 6.197.000
- 5 gram: Rp 15.312.000
- 10 gram: Rp 30.463.000
- 25 gram: Rp 76.008.000
- 50 gram: Rp 151.705.000
- 100 gram: Rp 303.289.000
- 250 gram: Rp 757.998.000
- 500 gram: Rp 1.514.217.000
Harga Emas Galeri 24 Hari Ini (Perkiraan Perlu Konfirmasi Tanggal Terkini):
- 0,5 gram: Rp 1.622.000
- 1 gram: Rp 3.092.000
- 2 gram: Rp 6.109.000
- 5 gram: Rp 15.161.000
- 10 gram: Rp 30.241.000
- 25 gram: Rp 75.197.000
- 50 gram: Rp 150.275.000
- 100 gram: Rp 300.400.000
- 250 gram: Rp 749.156.000
- 500 gram: Rp 1.498.310.000
- 1.000 gram: Rp 2.996.619.000
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian (Perkiraan Perlu Konfirmasi Tanggal Terkini):
- 0,5 gram: Rp 1.721.000
- 1 gram: Rp 3.332.000
- 2 gram: Rp 6.599.000
- 3 gram: Rp 9.872.000
- 5 gram: Rp 16.416.000
- 10 gram: Rp 32.773.000
- 25 gram: Rp 81.796.000
- 50 gram: Rp 163.507.000
- 100 gram: Rp 326.929.000
- 250 gram: Rp 817.037.000
- 500 gram: Rp 1.633.846.000
- 1.000 gram: Rp 3.267.648.000
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian (Perkiraan Perlu Konfirmasi Tanggal Terkini):
- 0,5 gram: Rp 1.448.000
- 1 gram: Rp 2.897.000
- 2 gram: Rp 5.795.000
- 3 gram: Rp 8.693.000
- 5 gram: Rp 14.489.000
- 10 gram: Rp 28.979.000
- 25 gram: Rp 72.094.000
- 50 gram: Rp 144.188.000
- 100 gram: Rp 288.377.000
- 250 gram: Rp 717.391.000
- 500 gram: Rp 1.434.783.000
- 1.000 gram: Rp 2.869.567.000
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Emas Global
Ketegangan geopolitik yang memuncak pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, menjadi katalis utama kenaikan harga emas di pasar global. Eskalasi konflik ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Selain itu, kegagalan pertemuan delegasi AS dan Iran di Geneva, Swiss, terkait isu nuklir dan pengembangan misil Iran, semakin memperumit situasi.
Situasi ini menjadi semakin kompleks dengan adanya konflik di Afghanistan dan Pakistan, serta potensi keterlibatan negara-negara sekutu masing-masing pihak, termasuk AS, Tiongkok, dan Rusia. Pada hari Sabtu tersebut, harga emas dunia di pasar spot bergerak dari 5.182 dollar AS per troy ons dan melonjak ke posisi 5.278–5.280 dollar AS per troy ons, menandai level tertinggi dalam sepekan terakhir. Secara mingguan, kenaikan harga emas mencapai 3,12 persen.
Analisis Pengamat dan Proyeksi Harga Emas
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa ketidakpastian geopolitik merupakan pendorong utama penguatan harga emas sebagai aset lindung nilai. Meskipun diperkirakan akan terjadi koreksi, penurunan harga diperkirakan tidak akan terlalu dalam. Emas dunia diprediksi akan berada di kisaran 5.260 dollar AS per troy ons, sementara logam mulia di pasar domestik sekitar Rp 3.045.000 per gram.
Dalam skenario mingguan, Ibrahim memperkirakan harga emas global dapat turun ke kisaran 5.200 dollar AS per troy ons, dengan logam mulia sekitar Rp 3.000.000 per gram. Namun, peluang penguatan harga emas diperkirakan lebih besar. Ibrahim memproyeksikan level resisten pertama emas dunia berada di 5.365 dollar AS per troy ons, dengan harga logam mulia berpotensi menembus Rp 3.150.000 per gram. Lebih lanjut, dalam sepekan ke depan, harga emas global bahkan bisa mencapai 5.500 dollar AS per troy ons, dan logam mulia Rp 3.400.000 per gram.
Selain mendorong kenaikan harga emas, eskalasi konflik ini juga berpotensi meningkatkan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi dapat memicu efek berantai terhadap inflasi global dan melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. “Ini bisa menjadi babak baru konflik di Timur Tengah pada Maret 2026. Dampaknya, kemungkinan besar harga emas naik, logam mulia naik, rupiah melemah. Kemudian kalau harga minyak mentah naik, ini akan berdampak terhadap turunannya,” ujar Ibrahim.




