Gebyar Ramadan 1447 H: Wadah Pembinaan Generasi Religius di Padang
Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Gebyar Ramadan 1447 Hijriah yang culminasi pada penutupan resminya pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Masjid Raya Gantiang. Acara yang berlangsung seminggu penuh, dari tanggal 8 hingga 14 Maret 2026, ini menjadi bukti komitmen Pemko Padang dalam memperkuat syiar Islam dan membina generasi muda yang taat beragama.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah platform komprehensif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam. Sebanyak kurang lebih 250 murid sekolah dasar (SD) dan madrasah dari berbagai penjuru Kota Padang berpartisipasi aktif, mewakili masjid dan musala di wilayah masing-masing. Keikutsertaan mereka dalam berbagai cabang lomba menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengasah kemampuan spiritual dan keagamaan.
Rangkaian Lomba yang Menginspirasi
Gebyar Ramadan 1447 H memperlombakan empat cabang utama yang dirancang untuk menguji dan mengembangkan bakat para peserta dalam berbagai aspek keislaman:
- Tahfiz Alquran: Lomba ini bertujuan untuk mendorong para peserta menghafal dan memahami ayat-ayat suci Alquran. Kemampuan menghafal Alquran merupakan salah satu pilar penting dalam memperdalam pemahaman agama dan menumbuhkan kedekatan dengan firman Allah SWT.
- Adzan: Kompetisi adzan menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengumandangkan panggilan salat dengan baik dan benar. Suara adzan yang merdu dan penuh penghayatan diharapkan dapat mengingatkan umat Muslim akan kewajiban salat.
- Da’i Cilik: Cabang lomba da’i cilik menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar menyampaikan pesan-pesan agama Islam secara lisan. Melalui lomba ini, diharapkan lahir generasi muda yang cakap dalam berdakwah dan menyebarkan kebaikan.
- Tilawah Alquran: Lomba tilawah Alquran menekankan pada kemampuan membaca Alquran dengan tartil, tajwid, dan suara yang indah. Keindahan bacaan Alquran dapat menambah kekhusyukan dalam ibadah dan meningkatkan apresiasi terhadap kalam ilahi.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam sambutannya pada acara penutupan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara. Beliau mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme peserta dan optimisme untuk menyelenggarakan acara serupa di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan pelaksanaan yang lebih baik lagi.
“Alhamdulillah, Gebyar Ramadan ini merupakan yang kedua kita selenggarakan. Insya Allah tahun depan akan kembali digelar dengan pelaksanaan yang lebih baik dan lebih meriah lagi,” ujar Wali Kota Fadly Amran, menekankan keberlanjutan program ini.
Memperkuat Syiar Islam dan Membina Generasi Unggul
Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa Gebyar Ramadan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah langkah strategis yang memiliki dampak jangka panjang. Kegiatan ini dinilai sangat efektif dalam upaya memperkuat syiar Islam di Kota Padang sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang religius dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, beliau berharap melalui ajang seperti Gebyar Ramadan, akan lahir “kafilah-kafilah muda terbaik” yang kelak mampu membawa nama harum Kota Padang dalam berbagai kompetisi keagamaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal ini sejalan dengan visi Pemko Padang dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya.
“Selain menyemarakkan syiar Islam di bulan suci, kegiatan ini juga mendorong lahirnya kafilah-kafilah muda terbaik yang dapat mengharumkan nama Kota Padang di berbagai ajang keagamaan, dan tentunya sejalan dengan Progul Smart Surau,” jelasnya.
Program Smart Surau: Inovasi Pembinaan Keagamaan Berkelanjutan
Program Smart Surau yang digagas oleh Pemko Padang menjadi tulang punggung dalam upaya pembinaan keagamaan yang berkelanjutan di Kota Padang. Program ini mencakup berbagai inisiatif inovatif yang menyasar masjid dan musala sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Beberapa komponen utama dari Program Smart Surau meliputi:
- Subuh Mubarakah: Program ini mendorong jamaah untuk aktif melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid, menciptakan suasana religius yang kental sejak pagi hari.
- Remaja Masjid Reborn: Upaya revitalisasi peran dan aktivitas remaja di masjid, melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan positif yang membangun karakter dan spiritualitas.
- Fasilitasi Rumah Tahfiz: Pemberian dukungan dan fasilitas bagi keberadaan rumah-rumah tahfiz, yang menjadi tempat penting dalam pembelajaran dan penghafalan Alquran.
- Penyediaan Ruang Pembelajaran Digital Masjid dan Layanan WiFi Gratis: Mengadaptasi teknologi digital untuk mendukung pembelajaran agama, serta menyediakan akses internet gratis di lingkungan masjid untuk menunjang aktivitas edukatif.
- Revisi Kurikulum TQA dan MDTW: Upaya peningkatan kualitas kurikulum Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Majelis Dhuha (MDTW) agar lebih relevan dan efektif dalam mendidik generasi muda.
Tidak hanya itu, Pemko Padang juga berencana untuk menggelar acara keagamaan yang lebih besar di masa mendatang, yaitu Festival Surau. Festival ini akan menjadi ajang yang lebih komprehensif, tidak hanya memperlombakan kemampuan individu anak-anak, tetapi juga melibatkan seluruh elemen di lingkungan masjid dan musala.
“Insya Allah ke depan kita juga akan menyelenggarakan event keagamaan yang lebih besar, yakni Festival Surau. Dalam festival ini tidak hanya anak-anak yang dilombakan, tetapi juga masjid, musala, pengurus, serta pihak yang aktif dalam kegiatan Subuh Mubarakah, Remaja Masjid, termasuk pelaksanaan MDTW dan MDTA terbaik tingkat Kota Padang,” ungkap Wali Kota Fadly Amran, memaparkan visi pengembangan program keagamaan.
Acara penutupan Gebyar Ramadan 1447 H ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Edy Oktafiandi, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang, serta jemaah Masjid Raya Gantiang. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya Pemko Padang dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama.




















