Prestasi Baru Industri Perfilman Indonesia di Cannes Critics’ Week 2026
Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan prestasinya di kancah internasional. Kali ini, Reza Rahadian berhasil menghadirkan film pendek berjudul Annisa yang akan tayang di Cannes Critics’ Week 2026. Film ini tidak hanya menarik perhatian dunia, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya-karya dari Indonesia mampu bersaing di panggung global.
1. Tayang di Cannes Critics’ Week 2026
Salah satu fakta menarik tentang film Annisa adalah rencana tayangnya di Cannes Critics’ Week 2026. Festival film yang berlangsung pada 13 hingga 21 Mei 2026 ini dikenal sebagai salah satu program paralel di Festival Film Cannes. Program ini khusus ditujukan untuk menemukan bakat-bakat baru dalam dunia perfilman. Tidak semua film bisa lolos seleksi ketatnya, sehingga kehadiran Annisa di sini menjadi pencapaian besar bagi industri perfilman Indonesia.
2. Kolaborasi dengan Sutradara Asal Filipina
Film Annisa juga memiliki fakta menarik lainnya, yaitu kolaborasi antara Reza Rahadian dan Sam Manacsa, sutradara asal Filipina. Sam Manacsa dikenal lewat karyanya Cross My Heart and Hope to Die (2023). Kolaborasi ini membawa perspektif baru dan memperkaya cerita dalam film Annisa. Perpaduan gaya penyutradaraan keduanya membuat film ini semakin dinantikan oleh para penggemar film.
3. Terinspirasi dari Kisah Nyata

Cerita dalam film Annisa diangkat dari kisah nyata. Film ini mengisahkan seorang anak perempuan tunanetra bernama Annisa yang bermimpi menjadi penyanyi. Di tengah tantangan hidupnya, Annisa menunjukkan semangat luar biasa untuk terus berkembang dan mengejar impiannya. Pada suatu hari saat perayaan 17 Agustus, ia menemukan cara unik agar suaranya bisa didengar oleh banyak orang.
4. Keputusan untuk Melibatkan Annisa Secara Langsung
Reza Rahadian pertama kali bertemu dengan Annisa saat sedang menjalani proses syuting film lain. Ia langsung terkesan dengan semangat dan energi hidup Annisa. Keputusan untuk melibatkan sosoknya secara langsung di film ini membuat karakter yang dihasilkan sangat emosional dan lebih autentik. Selain itu, pemilihan pemeran ibu Annisa juga terjadi tiba-tiba karena wajah ibu Annisa asli memiliki kemiripan dengan Nazira C. Noer.
5. Bagian dari Proyek Next Step Studio Indonesia

Film Annisa merupakan bagian dari program Next Step Studio Indonesia. Proyek ini tidak hanya menghadirkan Annisa, tetapi juga empat film pendek hasil kolaborasi delapan sineas dari Indonesia dan Asia Tenggara. Mengusung visi “limitless collaborations, one shared vision”, program ini menjadi wadah eksplorasi perspektif dan suara baru dalam perfilman. Berikut daftar film-film yang akan tayang di Cannes Critics’ Week 2026:
Holy Crowd oleh M. Reza Fahriyansyah (Indonesia) & Ananth Subramaniam (Malaysia)
Original Wound oleh Shelby Kho (Indonesia) & Sein Lyan Tun (Myanmar)
Annisa oleh Reza Rahadian (Indonesia) & Sam Manacsa (Filipina)
Mothers Are Mothering oleh Khozy Rizal (Indonesia) & Lam Li Shuen (Singapura)
FAQ Seputar Film Pendek Annisa
Di mana lokasi syuting film Annisa?
Proses syuting dilakukan di kawasan rumah susun dan pemukiman padat penduduk di Indonesia.
Siapa saja pemeran utama dalam film ini?
Selain Choirunnisa Fernanda yang memerankan dirinya sendiri (Annisa), film ini juga dibintangi oleh aktris Nazira C. Noer yang berperan sebagai sosok ibu.
Siapa sutradara film Annisa?
Film ini disutradarai oleh Reza Rahadian bersama Sam Manacsa dari Filipina.
Daftar Lengkap Lini Kompetisi di Cannes Film Festival 2026
Beberapa film pendek Indonesia juga akan tampil di Cannes Film Festival 2026. Kolaborasi antara sutradara Indonesia dan Asia Tenggara menunjukkan potensi besar dalam industri perfilman Tanah Air. Dengan adanya proyek seperti Annisa, harapan untuk karya-karya Indonesia yang lebih dikenal secara global semakin besar.



















