Ferry Salim Bersiap Sambut Cucu Pertama, Siapkan Panggilan Unik untuk Dirinya dan Sang Istri
Kabar gembira tengah menyelimuti aktor senior ternama, Ferry Salim. Tak lama lagi, ia akan segera merasakan pengalaman baru dalam hidupnya sebagai seorang kakek. Putra sulungnya, Brandon Salim, bersama pasangannya, tengah menantikan kehadiran buah hati pertama mereka.
Meskipun tidak banyak memberikan detail spesifik mengenai kehamilan menantunya, Ferry Salim tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan antusiasme yang mendalam. Ia mengaku sangat menantikan momen tersebut, dan menyebut kehadiran cucu sebagai salah satu fase paling membahagiakan dalam perjalanan hidup seorang pria.
“Kalau kata orang-orang kan kalau punya cucu itu adalah momen-momen yang paling membahagiakan untuk seorang grandfather,” ujar Ferry Salim saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa, 27 Januari 2026.
Aktor yang dikenal dengan pembawaan tenang dan karismatik ini berharap kelahiran cucu pertamanya kelak akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kebahagiaan yang dirasakannya bahkan ia samakan dengan momen-momen besar lainnya dalam hidupnya, seperti saat ia menikah dan ketika anak-anaknya lahir ke dunia.
Bagi Ferry, menjadi seorang kakek bukan sekadar tentang pertambahan usia, melainkan sebuah babak baru dalam kehidupan yang akan dipenuhi dengan kehangatan, cinta, dan kebahagiaan keluarga. Ini adalah sebuah transisi yang ia sambut dengan hati terbuka dan penuh sukacita.
Panggilan “GrandFer” dan “Grandmer”, Cerminan Kehangatan Keluarga
Yang menarik dari persiapan Ferry Salim menyambut cucu adalah pemikirannya yang matang mengenai panggilan yang akan ia terima. Ia mengaku memiliki preferensi khusus dan tidak ingin dipanggil dengan sebutan kakek atau opa seperti pada umumnya.
“Saya nggak mau dipanggil Kakek atau Opa,” ungkapnya dengan senyum.
Ferry pun membeberkan panggilan unik yang telah ia siapkan untuk dirinya sendiri. Panggilan tersebut terdengar modern, segar, dan memiliki makna personal yang mendalam.
“Panggilannya GrandFer. Grand-Fer,” katanya dengan nada ceria.
Nama panggilan ini ternyata bukan dibuat secara sembarangan. Ferry menjelaskan bahwa sebutan “GrandFer” merupakan gabungan cerdas dari kata “Grandfather” dan potongan namanya sendiri, yaitu “Ferry”, yang kemudian diplesetkan menjadi “Fer”. Menurutnya, panggilan ini terasa lebih akrab, hangat, dan secara akurat mencerminkan kepribadiannya yang ingin selalu dekat dengan cucunya.
Tidak berhenti di situ, Ferry Salim juga telah menyiapkan sebutan khusus yang serasi untuk sang istri tercinta, Merry. Ia menginginkan agar dirinya dan Merry memiliki panggilan yang selaras dan kompak sebagai pasangan kakek dan nenek.
“Karena istri saya namanya Merry, jadi panggilannya Grandmer. Jadi Grand-Merry,” jelasnya, menunjukkan kekompakan dan keharmonisan dalam keluarga mereka.
Rencana panggilan yang unik ini menjadi bukti betapa antusiasnya Ferry dan Merry dalam menyambut anggota keluarga baru mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menantikan kehadiran sang cucu, tetapi juga mempersiapkan diri secara emosional dan personal untuk peran baru mereka sebagai kakek dan nenek.
Dukungan Penuh, Tanpa Intervensi Berlebihan
Meskipun sangat antusias dan telah memikirkan detail-detail kecil seperti panggilan, Ferry Salim memilih untuk tidak terlalu banyak ikut campur dalam urusan persiapan kelahiran cucunya. Ia menyerahkan sepenuhnya segala persiapan, baik yang bersifat teknis maupun keputusan-keputusan penting lainnya, kepada Brandon Salim dan sang istri.
Ferry beralasan bahwa ia lebih memilih untuk berada di posisi sebagai orang tua yang memberikan dukungan dan doa. Baginya, memberikan kepercayaan penuh kepada anak dan menantunya adalah hal terpenting. Ia percaya bahwa Brandon dan pasangannya mampu mengelola segala persiapan dengan baik.
“Baginya, kepercayaan dan dukungan moral adalah hal terpenting yang bisa ia berikan,” tambahnya.
Pendekatan Ferry Salim ini menunjukkan kebijaksanaan dalam membimbing generasi muda. Ia memberikan ruang bagi anaknya untuk belajar dan mengambil tanggung jawab, sambil tetap hadir sebagai sumber kekuatan dan kasih sayang. Ini adalah cara yang luar biasa untuk merayakan momen bahagia ini, dengan keseimbangan antara keikutsertaan dan pemberian otonomi. Kehadiran Ferry sebagai kakek yang suportif dan penuh kasih akan menjadi anugerah tersendiri bagi sang cucu kelak.



















