Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Mengguncang Flores Timur dengan Erupsi Dahsyat
Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang signifikan. Pada Selasa, Juni 2026, tepatnya pukul 07:47 WITA, gunung api dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncaknya. Status gunung ini masih berada pada Level III, yang berarti Siaga.
Fenomena erupsi ini memuntahkan abu vulkanik yang teramati cukup tebal dan bergerak mengarah ke barat daya serta barat. Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi pada pagi itu. Sebelumnya, pada pukul 05:20 WITA, gunung yang sama juga telah menunjukkan aktivitasnya dengan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak. Erupsi sebelumnya ini membawa abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan timur laut.
Detail Erupsi dan Pengamatan
Berdasarkan catatan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S. Mboro, erupsi pada pukul 07:47 WITA menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, yang berarti sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu ini memiliki warna kelabu dengan ketebalan yang signifikan, bergerak dominan ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 148 detik.
Sementara itu, erupsi yang terjadi lebih awal pada pukul 05:20 WITA tercatat memiliki tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak (sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut). Abu vulkanik dari erupsi ini juga berwarna kelabu dengan intensitas tebal, namun arah pergerakannya berbeda, yaitu ke utara dan timur laut. Erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 4.4 mm dan durasi 157 detik.
Posisi geografis Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Latitude -8.5389°LU dan Longitude 122.7682°BT.
Kondisi Terkini dan Pengamatan Kegempaan
Dalam periode enam jam terakhir sebelum laporan ini, pengamatan visual menunjukkan kondisi gunung api terlihat jelas. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, membubung sekitar 50 hingga 100 meter dari puncak. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara tercatat berkisar antara 19 hingga 21.8 derajat Celsius.
Dari sisi kegempaan, aktivitas seismik yang tercatat meliputi:
* 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5.9 mm dan durasi 44 detik.
* 4 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo berkisar antara 2.9 hingga 7.4 mm, dan durasi gempa antara 65 hingga 157 detik.
* 1 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 2.9 mm, jarak S-P 5.2 detik, dan durasi gempa 24 detik.
* 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2.9 mm, jarak S-P 19.6 detik, dan durasi gempa 52 detik.
Rekomendasi Penting untuk Masyarakat
Mengingat status Siaga dan aktivitas erupsi yang terus berlangsung, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan warga dan pengunjung:
Larangan Aktivitas di Radius Berbahaya: Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk pengunjung dan wisatawan, dilarang keras melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi gunung tersebut. Jarak ini dianggap sebagai zona aman minimum untuk menghindari dampak langsung dari letusan.
Tetap Tenang dan Percaya Informasi Resmi: Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Sangat penting untuk selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah setempat. Hindari menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya (hoax) guna mencegah keresahan yang tidak perlu.
Waspada Banjir Lahar Hujan: Bagi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan sangat diperlukan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Penggunaan Masker: Bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh hujan abu vulkanik, sangat disarankan untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari bahaya partikel abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi dan gangguan kesehatan.
Koordinasi Pemerintah Daerah: Pemerintah Daerah akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki yang berlokasi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Koordinasi juga dilakukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, di Bandung untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai perkembangan aktivitas gunung.
Informasi dari PVMBG: PVMBG akan senantiasa berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) setempat. Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki atau langsung ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di nomor telepon 022-7272606.












