• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Harta 50 Orang Kaya RI Setara 55 Juta Rakyat, Ketimpangan Memburuk

Luna by Luna
1 Mei 2026 - 19:07
in Nasional
0

Kesenjangan Ekonomi yang Semakin Membesar di Indonesia

Tidak jarang, kita merasa bekerja keras setiap hari, namun tetap sulit untuk mencapai kestabilan finansial. Di sisi lain, ada sejumlah orang yang kekayaannya terus meningkat dalam jumlah yang tidak terbayangkan. Kondisi ini bukan hanya sekadar perasaan, melainkan juga tercermin dalam data terbaru tentang ketimpangan ekonomi di Indonesia.

Kekayaan Segelintir Orang Menguasai Porsi Besar Ekonomi

Laporan menunjukkan bahwa 50 orang terkaya di Indonesia memiliki total kekayaan yang setara dengan harta 55 juta penduduk, atau sekitar 20 persen populasi. Angka ini menggambarkan betapa besar konsentrasi kekayaan hanya berada di tangan segelintir elite bisnis. Dalam negara dengan lebih dari 280 juta penduduk, kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa distribusi ekonomi belum merata.

Situasi ini membuat banyak orang merasa kesempatan untuk naik kelas ekonomi semakin sulit. Ketika sebagian besar aset hanya berputar di kelompok tertentu, masyarakat biasa harus bekerja jauh lebih keras untuk mendapatkan hasil yang sama. Ketimpangan seperti ini juga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inklusif.

Pendapatan Crazy Rich dan Pekerja Biasa Berbeda Sangat Jauh

Menurut laporan tersebut, 50 triliuner teratas di Indonesia bisa menghasilkan sekitar Rp9,36 juta setiap detik. Sementara itu, rata-rata pekerja Indonesia hanya mengalami kenaikan upah sekitar Rp1,47 per detik. Perbandingan ini terasa sangat kontras karena jaraknya bukan lagi sekadar besar, tapi hampir sulit dipahami secara logika sehari-hari.

Bahkan, angka Rp9,36 juta per detik itu sudah jauh melampaui upah minimum bulanan di Jakarta yang sekitar Rp5,7 juta. Artinya, dalam hitungan satu detik saja, pendapatan mereka sudah lebih besar dari gaji bulanan banyak pekerja. Celios memperkirakan seorang pekerja biasa membutuhkan waktu sekitar 2,8 abad untuk mencapai level kekayaan tersebut.

Baca Juga  BKN tindak keras pelanggaran merit: 450 surat peringatan dan 125 data ASN diblokir

Nama-Nama Besar Masih Mendominasi Daftar Teratas

Di posisi paling atas ada keluarga Hartono, pemilik perusahaan rokok besar Djarum, dengan kekayaan mencapai Rp650 triliun atau sekitar 38 miliar dolar AS. Setelah itu ada Prajogo Pangestu, pengusaha energi besar dengan kekayaan Rp483 triliun. Posisi berikutnya ditempati keluarga Widjaja dengan total kekayaan sekitar Rp478 triliun.

Nama-nama ini memang sudah lama dikenal sebagai penguasa bisnis besar di Indonesia. Dominasi mereka menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan dalam skala sangat besar cenderung terus bertahan di kelompok yang sama. Bagi masyarakat umum, kondisi ini sering memunculkan pertanyaan tentang seberapa terbuka peluang ekonomi bagi generasi baru.

Pajak Kekayaan Dianggap Bisa Jadi Solusi

Celios mendorong penerapan pajak kekayaan sebesar 2 persen untuk 50 orang terkaya di Indonesia. Perhitungan mereka menunjukkan bahwa kebijakan ini berpotensi menghasilkan pemasukan negara hingga Rp93 triliun per tahun. Jika diterapkan secara progresif sebesar 1–2 persen untuk pemilik aset mulai Rp84 miliar, penerimaan negara bahkan bisa mencapai Rp142,2 triliun.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa kelompok super kaya belum memberikan kontribusi pajak yang proporsional. Ia menilai krisis energi dan iklim justru menjadi keuntungan besar bagi sejumlah konglomerat di sektor ekstraktif seperti tambang dan kelapa sawit. Karena itu, menurutnya, sudah waktunya kesenjangan ini dipersempit melalui kebijakan pajak yang lebih adil.

Dana Pajak Bisa Dipakai untuk Kebutuhan Publik

Bhima Yudhistira juga menjelaskan bahwa dana dari pajak kekayaan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan penting masyarakat. Salah satunya adalah membangun transportasi publik yang nyaman dan terjangkau di seluruh Indonesia. Infrastruktur seperti ini sangat penting agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien.

Baca Juga  Tok UMP 2026 Disepakati: Kenaikan dan Formula Baru untuk Bangka Belitung

Selain itu, dana tersebut juga bisa dipakai untuk memperkuat ketahanan energi berbasis energi terbarukan. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Jadi, pajak kekayaan bukan hanya soal menarik uang dari orang kaya, tapi juga tentang menciptakan manfaat yang lebih luas bagi seluruh rakyat.

Pemerintah Mulai Memberi Sinyal Perubahan

Pemerintah sebenarnya sudah mulai menunjukkan niat untuk mengatur pajak bagi kelompok super kaya. Dalam roadmap Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, terdapat rencana penyusunan regulasi perpajakan yang lebih adil bagi high wealth individuals pada tahun 2028. Ini menjadi sinyal bahwa isu ketimpangan ekonomi mulai mendapat perhatian serius.

Meski begitu, penerapan kebijakan seperti ini tentu gak gampang karena melibatkan kepentingan besar dan perdebatan panjang. Dibutuhkan aturan yang jelas agar kebijakan tetap adil tanpa menghambat investasi. Namun setidaknya, langkah awal ini menunjukkan bahwa pembahasan soal pemerataan ekonomi sudah mulai masuk ke level kebijakan nasional.

Ketimpangan ekonomi bukan sekadar angka dalam laporan, tapi sesuatu yang bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Saat jurang antara yang sangat kaya dan masyarakat biasa semakin lebar, rasa keadilan sosial ikut dipertanyakan.

Kamu mungkin gak bisa langsung mengubah sistem besar ini, tapi memahami masalahnya adalah langkah awal yang penting. Dari sana, kesadaran publik bisa tumbuh dan mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada banyak orang. Karena pada akhirnya, ekonomi yang sehat seharusnya memberi ruang tumbuh untuk semua, bukan hanya untuk segelintir orang saja.

Tags: ketimpanganmemburuknasionalrakyatsetara
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Atlet Kepri Siap Tampil Maksimal di Kejuaraan Nasional 2026: Persiapan, Target Medali, dan Harapan
Headline Kepri

Atlet Kepri Siap Tampil Maksimal di Kejuaraan Nasional 2026: Persiapan, Target Medali, dan Harapan

15 Juni 2026 - 14:59
Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Rosan Paparkan Fakta Meningkatnya Kepercayaan Global terhadap Indonesia
Nasional

Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Rosan Paparkan Fakta Meningkatnya Kepercayaan Global terhadap Indonesia

15 Juni 2026 - 10:02
Seskab Teddy Unggah Video Bersih-Bersih Pascaaksi, Pastikan Fasilitas Publik Siap Kembali Dipakai Warga
Nasional

Seskab Teddy Unggah Video Bersih-Bersih Pascaaksi, Pastikan Fasilitas Publik Siap Kembali Dipakai Warga

15 Juni 2026 - 09:02
BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Ini Lima Tuntutannya
Nasional

Demo Besar-Besaran Tuntut Presiden Mundur, Warga Mengaku Lelah Hidup Menderita

14 Juni 2026 - 10:39
Imigrasi dan Timpora Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing: Kebijakan Terkini, Tujuan, dan Dampaknya
Hukrim

Imigrasi dan Timpora Perkuat Pengawasan Warga Negara Asing: Kebijakan Terkini, Tujuan, dan Dampaknya

14 Juni 2026 - 08:59
BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Ini Lima Tuntutannya
Nasional

BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut”, Ini Lima Tuntutannya

14 Juni 2026 - 07:59
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Foran’s Long-Term Deal: Manly’s Era of Success Locked In

Foran’s Long-Term Deal: Manly’s Era of Success Locked In

16 Juni 2026 - 20:45

Daftar Korban Ledakan Maut Biak: Meninggal & Hilang

16 Juni 2026 - 20:45
Analisis Mendalam: Dampak Kedatangan Mantan Bintang Premier League di Klub Liga 1 Indonesia

Analisis Mendalam: Dampak Kedatangan Mantan Bintang Premier League di Klub Liga 1 Indonesia

16 Juni 2026 - 20:28
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Marquez Comeback, Live Trans7

Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Marquez Comeback, Live Trans7

16 Juni 2026 - 20:19
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.