Hasan Busyairi: Lapor RT Wajib Saat Mudik Lebaran 2026 Palangka Raya

Diposting pada

Tips Keamanan Rumah Saat Mudik Lebaran: Warga Palangka Raya Diingatkan Pentingnya Komunikasi dan Persiapan

Menjelang momen Lebaran, tradisi mudik ke kampung halaman menjadi aktivitas yang dinanti-nantikan oleh banyak keluarga. Namun, di balik euforia kebersamaan, tersimpan pula potensi risiko, terutama terkait keamanan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Menyadari hal ini, anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, memberikan imbauan penting kepada seluruh warga yang berencana untuk pulang kampung.

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya komunikasi dengan lingkungan sekitar sebelum meninggalkan rumah. Hasan Busyairi menekankan agar warga tidak pergi begitu saja tanpa memberitahukan kepada pihak yang berwenang di lingkungan tempat tinggal, seperti ketua RT, serta kepada tetangga terdekat yang tidak ikut mudik.

Mengapa Komunikasi dengan Tetangga Sangat Penting?

Menurut Hasan Busyairi, langkah sederhana ini memiliki dampak yang signifikan dalam mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Ketika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong selama berhari-hari, komunikasi dengan lingkungan sekitar menjadi benteng pertahanan pertama.

“Biasanya saat Lebaran banyak warga yang pulang kampung, sehingga ada rumah yang kosong beberapa hari,” ujar Hasan Busyairi. “Karena itu sebaiknya sebelum berangkat mudik, sampaikan dulu ke RT atau tetangga yang tidak mudik.”

Dengan adanya pemberitahuan tersebut, warga sekitar yang tetap berada di rumah dapat memberikan perhatian ekstra. Mereka bisa bertindak sebagai mata dan telinga tambahan, membantu mengawasi rumah yang ditinggalkan.

“Kalau ada komunikasi seperti itu, minimal tetangga bisa ikut memperhatikan. Jadi kalau ada hal mencurigakan bisa segera diketahui,” tambahnya. Potensi tindak kriminalitas atau kejadian darurat lainnya dapat lebih cepat terdeteksi dan dilaporkan jika ada kepedulian dari tetangga.

Langkah-Langkah Konkret untuk Mengamankan Rumah

Selain aspek komunikasi, Hasan Busyairi juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi fisik rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Hal-hal yang mungkin terkesan sepele, namun krusial untuk mencegah potensi bencana, antara lain:

  • Pemeriksaan Instalasi Listrik: Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas, korsleting, atau peralatan elektronik yang terhubung ke listrik secara berlebihan dan tidak perlu. Cabut steker peralatan yang tidak digunakan untuk mengurangi risiko kebakaran akibat lonjakan listrik.
  • Mematikan Kompor dan Peralatan Gas: Ini adalah langkah pencegahan kebakaran yang paling mendasar. Pastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati dan tidak ada kebocoran gas.
  • Mengunci Pintu dan Jendela dengan Baik: Periksa kembali semua titik akses, termasuk pintu belakang, jendela di lantai atas, dan pintu garasi. Pastikan semuanya terkunci rapat untuk mencegah masuknya penyusup.
  • Mematikan Peralatan Elektronik yang Tidak Perlu: Selain menghemat energi, mematikan televisi, komputer, dan peralatan elektronik lainnya yang tidak digunakan juga dapat mengurangi risiko korsleting.

“Hal-hal kecil seperti memastikan listrik aman atau pintu terkunci kadang dianggap sepele, padahal itu penting untuk mencegah risiko kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan,” tegas Hasan Busyairi.

Tips Aman untuk Perjalanan Mudik

Selain fokus pada keamanan rumah, Hasan Busyairi juga memberikan perhatian khusus kepada para pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua. Perjalanan jauh dengan sepeda motor membutuhkan kesiapan ekstra.

  • Kondisi Kendaraan Prima: Pastikan sepeda motor dalam kondisi terbaik sebelum berangkat. Lakukan servis rutin, periksa rem, ban, oli, dan kelengkapan lainnya.
  • Perlengkapan Keselamatan: Penggunaan helm yang sesuai standar, jaket tebal, sarung tangan, dan sepatu adalah keharusan. Perlengkapan ini tidak hanya melindungi dari cuaca, tetapi juga memberikan perlindungan saat terjadi kecelakaan.
  • Jangan Memaksakan Diri: Kelelahan adalah musuh utama dalam perjalanan jauh. Jika merasa lelah, segera cari tempat istirahat yang aman. Memaksakan diri dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Hasan Busyairi juga mengingatkan bahwa pemerintah dan instansi terkait biasanya telah menyiapkan posko-posko di berbagai titik jalur mudik. Posko ini dapat dimanfaatkan oleh para pemudik untuk beristirahat, mendapatkan pertolongan pertama, atau bantuan lain jika mengalami kendala di perjalanan.

Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi keamanan rumah maupun keselamatan perjalanan, tradisi mudik Lebaran diharapkan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan. Warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat, membawa cerita dan kenangan indah bersama keluarga tercinta.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan