Persiapan Lokasi Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana di Agam
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam telah mengambil langkah konkret dalam upaya pemulihan pascabencana dengan mulai mempersiapkan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak. Keputusan ini diambil untuk memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam dapat segera kembali menempati hunian yang layak dan aman.
Lokasi Strategis untuk Hunian Tetap
Lokasi yang dipilih untuk pembangunan Huntap ini berlokasi di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, yang terletak di Nagari Tigo Koto Silungkang. Kawasan ini memiliki luas sekitar 2 hektare dan merupakan aset milik Pemkab Agam, menjadikannya lokasi yang strategis dan memadai untuk menampung kebutuhan hunian bagi para korban bencana. Pemilihan lokasi ini juga mempertimbangkan aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian permanen bagi warga yang terdampak bencana. Beliau menyatakan bahwa selain menyediakan Hunian Sementara (Huntara) sebagai solusi jangka pendek, prioritas utama saat ini adalah mempersiapkan pembangunan Huntap.
“Selain menyediakan lokasi Huntara, kita juga menyiapkannya untuk Huntap,” ujar Benni Warlis dalam sebuah kesempatan di Nagari Tigo Koto Silungkang. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan Pemkab Agam dalam menanggulangi dampak bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat tetapi juga pada fase pemulihan jangka panjang.
Tahap Awal Pembangunan: Pembersihan dan Perataan Lahan
Saat ini, upaya intensif tengah dilakukan di lokasi Huntap yang telah ditentukan. Pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembersihan lahan dan perataan tanah (leveling) sedang berlangsung dengan menggunakan empat unit alat berat. Aktivitas ini merupakan tahap awal yang krusial sebelum proses konstruksi Huntap secara fisik dimulai. Perataan lahan yang optimal sangat penting untuk memastikan fondasi bangunan yang kuat dan tata letak hunian yang efisien.
Kolaborasi dengan Pihak Donatur dan Peran Kementerian PKP
Pemkab Agam secara proaktif membuka pintu lebar bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan Huntap. Bupati Benni Warlis mengundang para donatur, baik dari sektor swasta maupun individu, untuk turut serta dalam upaya mulia ini.
“Kalau ada donatur yang ingin membangunkan Huntap di sini, tentu akan kita sambut dengan senang hati,” ungkap Bupati, menunjukkan keterbukaan dan semangat kolaborasi yang diusung oleh pemerintah daerah. Partisipasi dari donatur tidak hanya mempercepat proses pembangunan tetapi juga menunjukkan solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap sesama yang tertimpa musibah.
Apabila partisipasi dari pihak donatur belum mencukupi atau tidak tersedia, Pemkab Agam telah memiliki rencana cadangan yang solid. Pembangunan Huntap akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Jika tidak ada pihak donatur, pembangunan Huntap akan dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” jelas Bupati. Beliau menambahkan bahwa desain dan standar pembangunan Huntap ini akan mengikuti model yang telah berhasil diterapkan di lokasi lain, khususnya di Lubuk Basung.
“Bentuknya nanti sama dengan Huntap yang berada di Lubuk Basung,” pungkasnya, memberikan gambaran mengenai kualitas dan keseragaman hunian yang akan dibangun. Dengan demikian, warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan dapat memiliki harapan besar untuk segera menempati rumah baru yang kokoh dan layak huni, sebagai bagian dari proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan mereka.




