Kehidupan yang Penuh Tantangan: Ibu Hamil Melahirkan di Pinggir Jalan
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, ada momen yang mengubah segalanya. Seorang ibu hamil mendadak melahirkan di pinggir Jalan AMD Pemurus Dalam, Banjarmasin, saat sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor. Kejadian ini terjadi ketika kontraksi hebat muncul tiba-tiba, memaksa sang ibu untuk berhenti di tepi jalan.
Warga Berdatangan untuk Membantu
Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Warga sekitar langsung bergerak cepat untuk membantu proses persalinan darurat. Mereka mencoba memberikan pertolongan secepat mungkin sambil menunggu ambulans datang. Di tengah kondisi serba terbatas, bayi yang baru lahir sempat dibalut jaket sang ibu agar tetap hangat.
Bayi mungil tersebut akhirnya berhasil lahir dengan selamat, meski tanpa perlengkapan medis yang memadai. Sang ibu terlihat menangis sambil memeluk erat buah hatinya yang baru saja dilahirkan di atas pinggiran aspal. Momen ini pun menjadi viral di media sosial setelah video proses persalinan darurat tersebut beredar luas.
Dibawa ke Rumah Sakit Ulin
Tidak lama setelah bayi lahir, ambulans akhirnya tiba di lokasi kejadian. Ibu dan bayi kemudian langsung dibawa menuju Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meski sempat melahirkan dalam kondisi darurat di pinggir jalan, keduanya disebut berada dalam keadaan selamat dan sehat.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @kabarbanuakalselofficial pada Minggu (24/5/2026) menunjukkan sang ibu terbaring lemah di pinggir jalan usai melahirkan bayinya. Banyak orang terkesan dengan keberanian warga yang membantu proses persalinan tersebut.
Nasib Miris di Palembang
Selain kejadian di Banjarmasin, ada juga kisah lain yang menunjukkan tantangan hidup seorang ibu hamil. Nuraini, seorang ibu hamil yang terpaksa melahirkan di pelataran Mushola Al Ikhlas di Jalan KH Balqi, Lorong Banten 6, Gang Surya 5, Plaju, Palembang, pada Senin (12/1/2026) pagi karena terkendala biaya.
Nuraini merupakan warga Jalan Silaberanti KP Teladan NO 21 RT 007/002 Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang. Ia melahirkan anak kelimanya yang berjenis kelamin perempuan. Selain terkendala biaya, Nuraini juga tidak terdaftar sebagai penerima manfaat dari jaminan kesehatan.
Perjalanan yang Menegangkan
Dikarenakan rasa sakit akan melahirkan sudah tak tertahankan, Nuraini dan suaminya nekat hendak pergi ke bidan atau rumah sakit meski tak memiliki uang dan hanya membawa KTP. Namun di tengah perjalanan, Nuraini tak kuasa lagi menahan sebab dorongan untuk segera melahirkan begitu besar.
Adapun kontraksi akan melahirkan dirasanya sejak malam hari sehingga ia dan suami keesokan harinya nekat hendak pergi ke bidan atau rumah sakit. Saat itu, Nuraini ditinggal sendiri di jalan karena suaminya mencari pertolongan. Ketuban sudah pecah, namun beruntung ada warga yang baik hati melihatnya dan membawanya ke mushola Al ikhlas.
Proses Persalinan yang Menguras Emosi
Dengan menahan sakit saat melahirkan, pasrah dan malu, karena keadaan ekonomi susah, Nuraini pun sekitar 15 menit akhirnya melahirkan anak kelimanya yang berjenis kelamin perempuan. Ia menangis tersedu-sedu saat mendengar anaknya lahir.
Nuraini juga mengakui bahwa ia menikah masal dan belum memiliki surat nikah yang tercatat resmi dari pemerintah. Ia berharap adanya bantuan pemerintah Kota Palembang untuk meringankan bebannya. Suami Nuraini sedang tidak bekerja, dan ia berharap adanya bantuan pemerintah kota Palembang untuk membantu meringankan beban hidupnya.



















