JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Kondisi pasar saham domestik masih terpengaruh oleh sentimen perang global yang terus berlangsung. Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak berhasil mencapai kesepakatan, sehingga memperkuat ketidakpastian di pasar keuangan.
Berdasarkan data dari IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG turun sebesar 1,17% atau 86,98 poin menjadi 7.317,52. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 390 saham dibuka melemah, sementara 407 saham tidak mengalami perubahan, dan hanya 162 saham yang dibuka menguat.
Melemahnya indeks komposit terjadi karena koreksi yang terjadi pada saham-saham big caps yang memiliki bobot terbesar dalam IHSG. Beberapa saham utama yang mengalami penurunan antara lain:
- Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,87% ke Rp6.575
- Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 1,29% ke Rp5.725
- Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 1,29% ke Rp3.070
- Saham PT Chadra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 2,88% ke Rp5.900
- Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,88% ke Rp3.360
Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset harian mereka memprediksi bahwa IHSG akan terus melemah pada perdagangan hari ini. Prediksi ini didasarkan pada sentimen negatif dari pasar regional dan global.
Pada penutupan Jumat (10/4), pasar saham AS ditutup cenderung melemah. Dow Jones turun 0,56%, S&P 500 kontraksi 0,11%, sedangkan Nasdaq naik 0,35%. Meskipun S&P 500 mengalami penurunan tipis, indeks tersebut tetap mencatatkan kenaikan mingguan terbaik sejak November 2025, seiring pasar memantau gencatan senjata AS-Iran yang masih rapuh.
Di sisi lain, yield US Treasury 10 tahun meningkat sebesar 0,97%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,17% menjadi 98,65. Pasar komoditas juga mengalami penurunan pada penutupan Jumat lalu. Harga minyak mentah WTI turun 1,33% menjadi US$96,57 per barel, sedangkan Brent turun 0,75% menjadi US$95,20 per barel. Batu bara turun 1,89% menjadi US$129,90 per ton, namun crude palm oil (CPO) naik 0,86% menjadi MYR 4.538 per ton.
Di kawasan Asia, mayoritas pasar mengalami penguatan. Hang Seng naik 0,55%, Nikkei melonjak 1,84%, dan Shanghai naik 0,51%. Di Indonesia, IHSG pada penutupan Jumat naik 2,07% menjadi 7.458,50. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp193,8 miliar, terdiri dari net buy Rp239,8 miliar di pasar reguler dan net sell Rp46,0 miliar di pasar negosiasi. Namun, beberapa indeks pasar Asia seperti Korea Composite Price Index (KOSPI) dan Nikkei pagi ini dibuka melemah.
“KOSPI (-1,20%) dan Nikkei (-0,73%) dibuka melemah pagi ini. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak turun akibat sentimen negatif dari pasar regional dan global,” tulis Samuel Sekuritas.
Phintraco Sekuritas dalam riset harian mereka menjelaskan bahwa perkembangan gencatan senjata AS-Iran masih menjadi fokus utama bagi pasar global, termasuk IHSG. Negosiasi di Islamabad selama akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan, sehingga membahayakan gencatan senjata yang rentan selama dua pekan. Menurut delegasi AS, Iran tidak menerima persyaratan untuk berkomitmen tidak akan mengupayakan senjata nuklir.
Meskipun ada sentimen global, Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG secara teknikal berpeluang menguji level 7.500-7.600. BEI telah mengumumkan akan melakukan delisting terhadap 18 emiten yang berlaku efektif 10 November 2026. Sebelum delisting, emiten tersebut wajib melakukan buyback pada periode 11 Mei hingga 9 November 2026. Investor diperkirakan akan mencermati saham-saham yang berpeluang membagikan dividen dengan yield relatif tinggi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



















