No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

Erwin by Erwin
22 April 2026 - 15:06
in Bisnis
0



JAKARTA — Saham-saham dengan valuasi murah mulai muncul di tengah tekanan yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun. Kondisi ini dinilai membuka peluang akumulasi bagi investor, meski risiko dari sentimen global masih membayangi pergerakan pasar.

IHSG tercatat telah turun 11,71% secara year to date (YtD) ke level 7.634 per penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). Meski sempat menguat dalam sepekan terakhir, momentum rebound tersebut dihadang oleh sentimen negatif dari kembali memanasnya konflik Timur Tengah, termasuk penutupan jalur Selat Hormuz.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, indeks saham unggulan seperti LQ45 dan IDX80 juga terkoreksi masing-masing 10,36% YtD dan 10,85% YtD. Koreksi ini turut mendorong valuasi sejumlah saham blue chips berada di bawah rata-rata historisnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap 10 saham berkapitalisasi pasar terbesar di LQ45, sebanyak 9 saham tercatat memiliki rasio harga terhadap laba (price to earnings/P/E) di bawah rata-rata lima tahun. Di sisi lain, seluruh saham dalam sampel tersebut juga mengalami penurunan harga sepanjang tahun berjalan.

Dalam beberapa kasus, pergerakan harga saham bahkan berbanding terbalik dengan kinerja fundamental emiten. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) misalnya, yang sepanjang 2025 membukukan lonjakan laba bersih hingga 767% year on year (YoY), harga sahamnya justru turun 31,80% YtD. Kondisi ini membuat valuasi saham emiten Prajogo Pangestu tersebut menjadi lebih menarik, dengan P/E rasio di level 25,9 kali, jauh di bawah rata-rata lima tahun di level 284,94 kali.

Namun demikian, tidak semua saham menunjukkan pola serupa. Pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), penurunan harga saham sejalan dengan pelemahan kinerja. Emiten tersebut mencatat penurunan laba bersih 60,91% YoY pada 2025, yang diikuti koreksi harga saham sebesar 13,62% YtD. Meski begitu, valuasi AMMN juga terpantau lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya, dengan P/E rasio 98,1 kali dari sebelumnya 532,74 kali.

Baca Juga  Laba MAPI Melesat Didorong iPhone 17

Analis Indo Premier Sekuritas (IPOT), Jovent Muliadi dan Axel Azriel dalam risetnya yang terbit 17 April 2026 menjelaskan bahwa koreksi IHSG sejak awal tahun dipicu oleh dua faktor utama, yakni peringatan MSCI terkait risiko penurunan status Indonesia ke frontier market serta revisi outlook fiskal oleh Fitch dan Moody’s. Selain itu, konflik Timur Tengah turut memperparah tekanan pasar.

Kini, sejumlah sentimen mulai menunjukkan perbaikan. Reformasi pasar modal yang dilakukan BEI dan OJK dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor global terkait potensi penurunan peringkat Indonesia di indeks MSCI. Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan komitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3%.

“Kami memperkirakan sebagian besar kekhawatiran akan setidaknya mulai mereda dalam waktu dekat. Percakapan kami dengan investor asing menunjukkan bahwa risiko penurunan ke Frontier Market sangat kecil,” tulis riset tersebut.

IPOT Sekuritas juga menilai kinerja fundamental emiten, khususnya yang tergabung dalam indeks LQ45, belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham. Kinerja kuartal I/2026 diperkirakan menjadi katalis penting bagi potensi pembalikan arah pasar.

Secara rata-rata, laba bersih emiten LQ45 pada 2025 tercatat mengalami kontraksi 2% YoY. Namun pada kuartal pertama 2026, kinerja tersebut diproyeksikan berbalik tumbuh hingga 16% YoY. Angka ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus untuk China (9%), India (9%), Malaysia (7%) dan Thailand (7%). Dan kami juga memperkirakan hasil kuartal I/2026 akan melampaui ekspektasi untuk sektor perbankan, komoditas seperti logam dan batu bara, serta sektor konsumen.

Sektor logam dan migas diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan estimasi masing-masing 89% dan 65%. Selain itu, sektor ritel, crude palm oil (CPO), dan telekomunikasi juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan dua digit pada 2026.

Baca Juga  SRIBUFEST 2025: Sribu Dorong Freelancer Berkembang

Seiring dengan potensi perbaikan tersebut, IPOT Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham seperti BMRI, BBNI, dan BBTN di sektor perbankan. Untuk sektor logam, direkomendasikan ANTM dan BBTN, sementara AADI untuk sektor batu bara serta MAPI dan GOTO di sektor konsumer.

Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas juga mencatat sejumlah saham LQ45 yang saat ini diperdagangkan pada valuasi undervalued, di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai kondisi fundamental ekonomi domestik masih cukup solid sehingga mampu menahan penurunan IHSG lebih dalam.

“IHSG sebenarnya sudah undervalued. Jadi ini patut dicermati pelaku pasar untuk akumulasi beli pada saham-saham pilihan mereka yang punya prospek positif,” ujar Nafan.

Selat Hormuz Ditutup Lagi

Dalam sepekan terakhir, periode 13–17 April 2026, IHSG mencatat penguatan sebesar 2,35% atau 175,50 poin. Secara historis, performa IHSG cenderung positif pada periode April hingga Juni.

Namun demikian, sentimen geopolitik kembali menjadi perhatian utama pasar. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan kembali menutup jalur Selat Hormuz akibat berlanjutnya blokade AS.

“Fokus market saat ini ialah terkait langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat membuka jalur tersebut dikarenakan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Maka dari itu, potensi kesepakatan damai antara AS dengan Iran meredup,” jelas Nafan.

Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli, sehingga berpotensi mengalami penguatan terbatas. Indikator Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun volume transaksi cenderung menurun.

Baca Juga  Metrodata Raih Anugerah Mitra Anaplan APAC FY26

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada area support 7.590 dan 7.482, serta resistance di 7.779 dan 7.847.

Sementara itu, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai konflik Timur Tengah akan berdampak pada pergerakan harga komoditas yang pada akhirnya memengaruhi kinerja emiten di sektor terkait.

Masih akan tetap naik-turun seiring sentimen perang Iran yang memicu pergerakan harga-harga komoditas energi,” jelasnya.

Blokade di Selat Hormuz juga berpotensi mengganggu perdagangan minyak global serta meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang dapat berdampak pada emiten dengan ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor.

Di sisi lain, Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menilai meskipun IHSG menunjukkan tren peningkatan, arah pergerakan pasar masih akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik global.

KISI memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat namun tetap volatil, berada dalam rentang 7.190–7.960 pada pekan ini.

Fokus pasar juga akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tetap di level 4,75%, serta data pertumbuhan kredit dan likuiditas domestik.

“Sementara sentimen eksternal seperti harga komoditas, arus dana asing dan perkembangan konflik geopolitik tetap menjadi penentu arah pergerakan IHSG,” tulis sekuritas.

Tags: bisnisdaftarnyatekanantengah
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online
Bisnis

Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online

22 April 2026 - 16:26
Incoterms 2020: Pengertian dan Aturan Penting dalam Perdagangan Internasional
Bisnis

Incoterms 2020: Pengertian dan Aturan Penting dalam Perdagangan Internasional

22 April 2026 - 14:42
Harga komoditas turun, minyak kelapa sawit merosot 1 persen
Bisnis

Harga komoditas turun, minyak kelapa sawit merosot 1 persen

22 April 2026 - 08:26
Harga naik, bank ini siapkan dividen Rp 4 T pada Mei 2026
Bisnis

Harga naik, bank ini siapkan dividen Rp 4 T pada Mei 2026

22 April 2026 - 07:06
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap

Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD TKA 2026 dengan Pembahasan Lengkap

16 April 2026 - 12:36
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online

Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online

22 April 2026 - 16:26
Toyota BZ4X 2026 resmi dirilis! SUV tanpa emisi dengan sistem deteksi pejalan kaki, ini harganya!

Toyota BZ4X 2026 resmi dirilis! SUV tanpa emisi dengan sistem deteksi pejalan kaki, ini harganya!

22 April 2026 - 15:59
Kenaikan Harga BBM Nyaris Rp10 Ribu, Belum Terasa di Ambon

Kenaikan Harga BBM Nyaris Rp10 Ribu, Belum Terasa di Ambon

22 April 2026 - 15:33
Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

22 April 2026 - 15:06
BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

22 April 2026 - 15:01

Pilihan Redaksi

Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online

Pameran Kerja Sulteng 2026 Dihadiri 23 Perusahaan, 6 Offline dan 17 Online

22 April 2026 - 16:26
Toyota BZ4X 2026 resmi dirilis! SUV tanpa emisi dengan sistem deteksi pejalan kaki, ini harganya!

Toyota BZ4X 2026 resmi dirilis! SUV tanpa emisi dengan sistem deteksi pejalan kaki, ini harganya!

22 April 2026 - 15:59
Kenaikan Harga BBM Nyaris Rp10 Ribu, Belum Terasa di Ambon

Kenaikan Harga BBM Nyaris Rp10 Ribu, Belum Terasa di Ambon

22 April 2026 - 15:33
Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

Saham Murah di Tengah Tekanan IHSG, Ini Daftarnya

22 April 2026 - 15:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.