Realisasi Kredit Usaha Rakyat BTN Hingga Maret 2026
PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 senilai Rp2,72 triliun hingga bulan Maret 2026. Realisasi ini terdiri dari KUR Kecil yang mendominasi sebesar 75 persen atau sekitar Rp2,04 triliun, sedangkan sisanya sebesar Rp687 miliar berasal dari KUR Mikro.
Sektor Perdagangan Besar dan eceran menjadi yang terbesar dalam penyaluran KUR BTN 2026 dengan porsi sebesar 59,22 persen. Diikuti oleh sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36 persen serta konstruksi sebesar 10,08 persen.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan bahwa penyaluran KUR BTN merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui perluasan peran intermediasi. “Penyaluran KUR tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 59,22 persen, diikuti sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36 persen, serta konstruksi sebesar 10,08 persen,” ujarnya pada hari Kamis, 9 April 2026.
Selain itu, BTN juga mencatat peningkatan kapasitas usaha debitur melalui program KUR naik kelas yang telah menjangkau 4.719 debitur. Program ini mencakup peralihan dari KUR mikro ke KUR kecil serta peningkatan plafon pembiayaan.
Transformasi Bisnis BTN
Dengan transformasi bisnis yang dilakukan, BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi juga mengembangkan pendekatan beyond mortgage. Salah satu inisiatif yang didorong adalah platform digital Bale Properti.
Melalui platform ini, BTN telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti serta mencatat pengajuan KPR online rata-rata sebanyak 780 aplikasi per bulan. Selain itu, BTN telah menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti.
“Platform ini memungkinkan proses pengajuan KPR dilakukan secara lebih cepat dengan waktu pemrosesan rata-rata tiga hari, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan secara digital,” jelasnya.
Inovasi Berbasis Keberlanjutan
Di sisi lain, BTN juga menghadirkan inovasi berbasis keberlanjutan, salah satunya melalui program pembayaran angsuran KPR berbasis pengelolaan sampah. Inisiatif ini memungkinkan nasabah tetap memenuhi kewajiban pembayaran sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan.
Ia menambahkan, BTN juga mengembangkan program BTN Housingpreneur untuk memperkuat sisi pasokan perumahan, khususnya bagi pengembang skala kecil dan menengah, guna menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Target Penyaluran KPR Tahun 2026
Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR mencapai 240.950 unit pada tahun 2026. Perseroan optimistis bahwa penguatan ekosistem digital, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mendorong pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dan terintegrasi.
Syarat Pengajuan KUR BTN 2026
- Identitas: Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK/e-KTP dan Kartu Keluarga.
- Usia: Minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Usaha: Usaha produktif yang sudah berjalan minimal 6 bulan.
- Legalitas: Surat Izin Usaha/Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan atau NIB.
- Dokumen Tambahan: NPWP wajib untuk pengajuan di atas Rp50 juta.
- Riwayat Kredit: Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif/KPR/KKB).
- Catatan Kredit: Memiliki performance baik (tidak masuk daftar hitam Bank Indonesia/SLIK OJK).
Cara Daftar KUR BTN 2026
- Kunjungi Kantor Cabang BTN: Datangi kantor cabang BTN terdekat untuk mengajukan permohonan KUR.
- Persiapan Dokumen: Bawa dokumen yang diperlukan, seperti e-KTP, Kartu Keluarga, NPWP (jika diperlukan), dan dokumen pendukung usaha (misalnya, izin usaha atau surat keterangan usaha).
- Pengisian Formulir: Isi formulir aplikasi KUR yang disediakan oleh petugas bank.
- Verifikasi dan Survei: Pihak bank akan melakukan verifikasi dokumen dan survei ke lokasi usaha untuk menilai kelayakan.
- Persetujuan dan Pencairan: Jika disetujui, dilakukan penandatanganan akad kredit dan dana akan dicairkan ke rekening debitur.



















