JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka dengan peningkatan yang signifikan seiring kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Selasa, 10 Februari 2026. Beberapa saham seperti TLKM, INDF, dan UNTR menjadi pendorong utama naiknya indeks tersebut.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kerja sama antara bursa dan harian Bisnis Indonesia ini mengalami kenaikan sebesar 0,10% menjadi 531,92 hingga pukul 09.02 WIB. Dalam waktu yang sama, tercatat sebanyak 11 saham menguat, 12 saham turun, dan 4 saham stagnan.
Saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik sebesar 1,49% menjadi Rp3.400 per saham. Diikuti oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang tumbuh sebesar 1,47% menjadi Rp6.925 per saham. Sementara itu, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat sebesar 1,39% ke Rp27.375, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencatat kenaikan sebesar 0,84% menjadi Rp1.810 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan harga. Contohnya, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah sebesar 3,21% menjadi Rp2.410 per saham. Sedangkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun sebesar 1,82% menjadi Rp1.885 per saham.
IHSG sendiri mengalami kenaikan sebesar 0,01% menjadi 8.032,90 hingga pukul 09.02 WIB. Pada hari ini, indeks komposit dibuka pada level 8.031,58 dan sempat bergerak ke posisi 8.035,43.
Pada perdagangan hari ini, indeks komposit diproyeksikan akan bergerak dalam konsolidasi di kisaran 8.000 hingga 8.100 setelah berhasil berada di zona hijau pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan data dari Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat sebesar 1,22% menjadi 8.031,87 pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Meskipun sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook peringkat beberapa emiten, indeks mampu berbalik arah berkat katalis positif dari bursa Asia.
“Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD IHSG dan Stochastic RSI mengindikasikan adanya sinyal reversal di area oversold,” tulis riset dari Phintraco Sekuritas, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain faktor teknikal, laju IHSG juga didukung oleh reli harga komoditas global. Penguatan harga emas, perak, dan tembaga menjadi motor penggerak bagi emiten-emiten terkait.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kuat terhadap greenback, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar saham.
Meski menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, Phintraco mencatat bahwa volume perdagangan cenderung relatif rendah. Kondisi ini mencerminkan investor masih cenderung wait and see terhadap dinamika pasar lebih lanjut.




















