Indonesia Open 2026: Dominasi Awal China di Istora Senayan
Hari pertama Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa, Juni 2026, diwarnai oleh penampilan impresif dua wakil unggulan dari Tiongkok. Keduanya berhasil mengamankan kemenangan gemilang dalam pertandingan pembuka mereka, memberikan sinyal kuat atas ambisi mereka di turnamen bergengsi ini.

Pertandingan pembuka yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini langsung menyajikan laga dari sektor ganda campuran dan tunggal putra. Tiongkok menurunkan pasangan ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, yang menghadapi duo Malaysia, Jimmy Wong/Cheng Su Yin. Di sisi lain, unggulan pertama sektor tunggal putra, Shi Yu Qi, berhadapan dengan Chi Yu Jen dari Taiwan.
Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping: Balas Dendam dan Kemenangan Penuh Perjuangan
Pasangan ganda campuran Tiongkok, Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping, menunjukkan performa luar biasa dengan berhasil membalaskan kekalahan mereka dari Jimmy Wong/Cheng Su Yin di Singapore Open pekan lalu. Kali ini, duet peringkat satu dunia tersebut mampu mengunci kemenangan dalam dua gim langsung dengan skor akhir 21-19 dan 21-18.
Pertandingan gim pertama berlangsung sangat ketat. Feng/Huang harus menghadapi perlawanan sengit dari pasangan baru Malaysia tersebut. Sempat tertinggal beberapa kali, bahkan hingga kedudukan 11-13, pasangan Tiongkok ini menunjukkan mental juara mereka. Mereka berhasil membalikkan keadaan dengan meraih empat poin beruntun, membawa mereka unggul 15-13. Menjelang akhir gim, Wong/Cheng sempat memberikan tekanan dan mendekatkan jarak menjadi 20-19. Namun, serangan agresif dari Feng/Huang akhirnya membuahkan poin kemenangan krusial, mengamankan gim pertama dengan skor 21-19.
Memasuki gim kedua, Feng/Huang yang telah berhasil membaca pola permainan lawan tampil lebih dominan. Mereka langsung membuka keunggulan dengan empat poin beruntun dan mempertahankan momentum hingga interval dengan skor 11-7. Dominasi mereka terus berlanjut hingga akhir pertandingan, yang diselesaikan dalam waktu 45 menit dengan skor 21-18. Kemenangan ini tidak hanya penting untuk menjaga momentum, tetapi juga sebagai pembuktian konsistensi mereka di puncak peringkat dunia.
Shi Yu Qi: Bangkit dari Cedera dan Nyaris Tertekan
Di sektor tunggal putra, Shi Yu Qi, sang unggulan pertama, juga berhasil meraih kemenangan atas lawannya, Chi Yu Jen. Pemain peringkat satu dunia ini menyelesaikan pertandingan dalam dua gim dengan skor identik, 21-19 dan 21-19.
Meski meraih kemenangan, Shi Yu Qi terlihat belum sepenuhnya kembali ke performa terbaiknya, terutama setelah mengalami cedera yang membatasinya di Thailand Open. Perjuangan Shi terlihat jelas dalam pertandingan ini. Setelah dikalahkan oleh Alwi Farhan di Singapore Open, Shi nyaris saja tertikung oleh Chi Yu Jen di Istora Senayan.
Pada gim pertama, meskipun sempat mendominasi, Shi Yu Qi sempat lengah menjelang akhir pertandingan, membuat kedudukan imbang 19-19. Namun, dengan ketenangan dan pengalaman, ia mampu mendulang poin penting untuk memenangkan gim pertama dengan skor tipis 21-19.
Situasi yang lebih menegangkan terjadi di gim kedua. Shi Yu Qi bahkan sempat tertinggal cukup jauh di awal pertandingan, dengan skor 6-10. Namun, pebulu tangkis berusia 30 tahun ini menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Ia berhasil bangkit dan mengamankan keunggulan tipis saat interval, 11-10. Setelah jeda, Shi terus melesat dan sempat menciptakan selisih enam angka saat mencapai match point, 20-14. Sayangnya, beberapa kesalahan beruntun yang ia lakukan membuat Chi Yu Jen mendekat dengan skor 20-19. Beruntung bagi Shi Yu Qi, ia mampu memenangi poin penentuan dan menutup pertandingan dengan skor 21-19, memastikan langkahnya ke babak selanjutnya. Kemenangan ini menjadi bukti ketahanan mentalnya dalam menghadapi tekanan.













