Tragedi Kebakaran Kemayoran: Di Balik Kobaran Api, Muncul Dugaan Aksi Penjarahan
Situasi darurat akibat kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam, tak hanya menyisakan duka dan kerugian materiil. Di tengah kekacauan dan kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan harta benda mereka, muncul dugaan aksi tidak terpuji dari seorang pria yang diduga memanfaatkan situasi untuk melakukan pencurian.
Peristiwa ini terjadi di tengah kobaran api yang masih membesar dan warga yang berlarian menyelamatkan barang-barang mereka. Pria tersebut dilaporkan terlihat berbaur dengan warga, berpura-pura membantu proses evakuasi. Namun, gerak-geriknya yang mencurigakan akhirnya menarik perhatian warga sekitar.
Aksi Penyamaran yang Terbongkar
Saat kepanikan melanda dan fokus utama warga adalah menyelamatkan diri serta barang-barang berharga dari ancaman si jago merah, pria tersebut terlihat membawa satu karung. Dalam kondisi yang penuh dengan ketergesa-gesaan dan kecemasan, keberadaannya sempat tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, seiring berjalannya waktu, warga yang saling mengenal dan memahami lingkungan sekitar mulai menyadari bahwa pria tersebut bukanlah penduduk asli kawasan tersebut.
Seorang warga, yang identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan, “Tadi sempat ada yang maling juga. Maling dagangan satu karung. Dia bilangnya ‘evakuasi-evakuasi’, tapi kan warga pada hapal mana yang orang luar sama yang orang dalem (area Pasar Jiung).” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pria tersebut memanfaatkan kebingungan warga dengan mengaku sebagai bagian dari tim evakuasi untuk menutupi niat buruknya.
Kecurigaan warga semakin menguat ketika pria tersebut terus membawa karung dagangan yang diduga kuat bukan miliknya. Di tengah upaya keras warga untuk menyelamatkan barang-barang mereka dari jilatan api, dugaan aksi pencurian ini akhirnya terbongkar. Warga yang merasa geram karena situasi darurat justru dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi, tidak tinggal diam. Mereka segera mengejar pria yang diduga pelaku.
“Jadi tadi dipukulin warga pakai besi, pakai helm. Enggak tahu deh nasibnya sekarang gimana,” tambah saksi mata tersebut, menggambarkan kemarahan warga yang memuncak. Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti pria yang diduga melakukan pencurian tersebut belum diketahui. Demikian pula, kondisi terkininya pasca diamuk massa masih menjadi misteri.
Data Kebakaran: Skala Bencana yang Mengerikan
Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol, tepatnya di belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam, merupakan peristiwa tragis dengan dampak yang sangat luas. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.10 WIB dan berhasil menghanguskan ratusan bangunan semi permanen.
Kronologi Awal Kejadian
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, peristiwa bermula ketika warga sekitar dikejutkan oleh munculnya kobaran api yang sangat cepat membesar dari salah satu rumah warga. Berdasarkan kesaksian Ketua RW 04 setempat, api tiba-tiba muncul dari dua rumah yang berada persis di belakang kediamannya sekitar pukul 21.00 WIB.
“Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik dari rumah warga tersebut. Api tiba-tiba langsung membesar,” ujar Erlyn saat dikonfirmasi.
Upaya Pemadaman Awal yang Gagal
Melihat kobaran api yang mulai merembet dengan cepat, warga sekitar tidak tinggal diam. Sejumlah warga sempat bahu-membahu berusaha menjinakkan si jago merah menggunakan tiga buah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04. Namun, karena mayoritas bangunan di lokasi terbuat dari bahan semi permanen yang sangat mudah terbakar, upaya awal warga tersebut tidak berhasil membendung amukan api yang telanjur meluas.
Dampak Kebakaran: Korban Luka dan Kerugian Materiil
Amukan si jago merah ini tidak hanya menghanguskan harta benda, tetapi juga memakan korban. Pihak kepolisian melaporkan bahwa ada tiga orang warga yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat peristiwa ini.
- Dua korban dibawa ke RS Hermina Kemayoran.
- Satu korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, meskipun luka yang dialami ketiga warga tersebut memerlukan perawatan intensif.
Kerugian Materiil yang Sangat Besar
Data sementara yang berhasil dihimpun di lapangan menunjukkan dampak kerusakan materiil yang sangat masif. Sebanyak 250 bangunan semi permanen dilaporkan hangus terbakar tanpa sisa. Akibatnya, sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 500 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka. Saat ini, mereka terpaksa mengungsi di tempat penampungan sementara yang telah disediakan.
Hingga saat ini, total kerugian materiil akibat kebakaran ini masih dalam perhitungan dan belum dapat ditaksir secara pasti. Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan barang bukti dan menentukan penyebab pasti serta nilai kerugian yang ditimbulkan.











