• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dukono Meletus, Abu Setinggi 1,3 Km Mengudara

Luna by Luna
17 Juni 2026 - 03:14
in Breaking News
0

Gunung Dukono Kembali Mengguncang Halmahera Utara dengan Erupsi Pagi Hari

Halmahera Utara, Maluku Utara – Gunung Dukono, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan keganasannya pada Selasa pagi, Juni 2026. Erupsi terjadi sekitar pukul 07.55 WIT, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1,3 kilometer di atas puncak. Abu vulkanik tersebut teramati membumbung ke arah timur, membawa kekhawatiran bagi masyarakat sekitar dan menggarisbawahi status waspada yang disandang gunung ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi kali ini berlangsung selama 43,67 detik, dengan amplitudo maksimum tercatat mencapai 34 milimeter pada seismogram. Kejadian ini menegaskan kembali bahwa Gunung Dukono masih berada dalam Status Level II atau Waspada, sebuah status yang telah lama melekat pada gunung api yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara ini.

Imbauan Keselamatan dan Mitigasi Bencana

Menyikapi aktivitas vulkanik yang terus berlangsung, PVMBG mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat dan para wisatawan. Jarak aman yang direkomendasikan adalah tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini mencakup aktivitas seperti beraktivitas, mendaki, atau sekadar berada di area tersebut.

Selain menjaga jarak aman, masyarakat juga diwajibkan untuk selalu siap sedia menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Peringatan ini sangat krusial mengingat erupsi yang disertai abu vulkanik kerap terjadi dan arah sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah dan kecepatan angin. PVMBG menekankan bahwa penggunaan masker adalah langkah preventif yang sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, akibat paparan abu vulkanik.

Profil Gunung Dukono: Sang Pembawa Abu Tanpa Henti

Gunung Dukono, yang secara administratif terletak di wilayah Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, memang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Karakteristiknya yang hampir tanpa henti mengalami erupsi dalam beberapa tahun terakhir menjadikannya objek kajian vulkanologi yang menarik sekaligus menakutkan.

Secara geologis, Gunung Dukono merupakan gunung api tipe stratovolcano yang berdiri megah di bagian utara Pulau Halmahera. Dengan ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl), Dukono mungkin tidak termasuk gunung tertinggi di Indonesia. Namun, ketinggiannya yang relatif moderat tidak mengurangi potensi bahayanya. Karakter erupsi Dukono yang seringkali berupa lontaran abu vulkanik dalam skala besar menjadikannya salah satu gunung api yang patut diwaspadai.

Baca Juga  WNI Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik, Korban: Kami Diperlakukan Keji

Sejarah vulkanologi mencatat bahwa aktivitas erupsi Gunung Dukono telah berlangsung sejak tahun 1550. Rentang waktu yang panjang ini menunjukkan siklus aktivitas yang berulang dan intens, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu gunung api paling aktif di kawasan Maluku Utara. Dalam dekade terakhir, intensitas erupsi Dukono memang menunjukkan fluktuasi, namun hampir selalu berupa semburan abu vulkanik yang dapat mencapai ketinggian ratusan hingga ribuan meter dari kawah utamanya.

Dampak dari erupsi Gunung Dukono tidak jarang dirasakan hingga ke permukiman warga. Hujan abu vulkanik pernah melanda sejumlah desa di sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo, memaksa aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan. Bahkan, aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara beberapa kali harus mendapatkan peringatan terkait sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Menjelajahi Keindahan dan Menghadapi Ancaman: Perjalanan ke Gunung Dukono

Bagi para petualang dan pecinta alam, Gunung Dukono menawarkan pesona tersendiri. Panorama alam khas pegunungan vulkanik dengan lanskap yang unik menjadikannya salah satu destinasi yang menarik. Namun, perjalanan menuju gunung ini membutuhkan perencanaan yang matang dan kesadaran akan risiko yang ada.

Perjalanan dari Kota Ternate menuju kawasan Gunung Dukono diperkirakan memakan waktu antara 6 hingga 8 jam, dengan jarak tempuh sekitar 170 hingga 200 kilometer, tergantung pada rute yang dipilih. Perjalanan biasanya dimulai dengan menyeberang dari Ternate menggunakan kapal cepat atau ferry menuju Pelabuhan Sofifi atau Pelabuhan Sidangoli di Halmahera Barat. Dari pelabuhan tersebut, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara. Destinasi akhir sebelum mendaki adalah Desa Mamuya, yang menjadi salah satu titik awal pendakian.

Meskipun menawarkan keindahan alam yang eksotis, aktivitas pendakian ke Gunung Dukono sangat bergantung pada kondisi vulkanik terkini. PVMBG secara rutin mengeluarkan rekomendasi dan menetapkan radius bahaya yang wajib dipatuhi oleh masyarakat maupun pendaki. Kepatuhan terhadap aturan ini adalah kunci untuk memastikan keselamatan di tengah aktivitas gunung api yang dinamis.

Baca Juga  Tasers and ammo vanish from Met Police's arms unit in latest mishap
Tags: breakingmengudarasetinggi
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Bom Biak: 5 Korban Dimakamkan, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Breaking News

Bom Biak: 5 Korban Dimakamkan, 13 Potongan Tubuh Ditemukan

17 Juni 2026 - 00:38
Gempa Lampung: Info BMKG Selasa Pagi
Breaking News

Gempa Lampung: Info BMKG Selasa Pagi

16 Juni 2026 - 21:37
Breaking News

Daftar Korban Ledakan Maut Biak: Meninggal & Hilang

16 Juni 2026 - 20:45
Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Ludes, 500 Jiwa Mengungsi
Breaking News

Kebakaran Kemayoran: 250 Rumah Ludes, 500 Jiwa Mengungsi

16 Juni 2026 - 18:35
Mantan Istri Sewa Pembunuh Habisi WNA Korea di Bekasi
Breaking News

Mantan Istri Sewa Pembunuh Habisi WNA Korea di Bekasi

16 Juni 2026 - 12:58
berita

Kominfo Blokir 5 Aplikasi Media Sosial Populer Akibat Pelanggaran Privasi (Masyarakat Heboh)

16 Juni 2026 - 07:45
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Analisis Kemenkes Luncurkan Program Vaksinasi Gratis Lansia: Pro, Kontra, dan Dampaknya

Analisis Kemenkes Luncurkan Program Vaksinasi Gratis Lansia: Pro, Kontra, dan Dampaknya

17 Juni 2026 - 04:14
Persikotas Juara Liga 4 Jabar 2025, Trofi Piala Gubernur Tiba di Tasikmalaya

Sorotan Mees Hilgers Jelang Timnas Indonesia vs Oman

17 Juni 2026 - 04:06
Liverpool dan Arsenal Berebut Pemain Bintang yang Turun ke Championship

Liverpool dan Arsenal Berebut Pemain Bintang yang Turun ke Championship

17 Juni 2026 - 03:53
Treasurer Pushes for Millions’ ‘Substantial’ Pay Boost

Treasurer Pushes for Millions’ ‘Substantial’ Pay Boost

17 Juni 2026 - 03:53
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.