• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Ironi Anggaran Gubernur Kaltim: Renovasi Rujab Lebih Cepat Daripada Perbaikan Layanan Publik

Wafaul by Wafaul
30 April 2026 - 21:44
in politik
0

Kritik terhadap Anggaran Renovasi Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Timur

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, kembali menjadi sorotan setelah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk renovasi rumah jabatan. Anggaran sebesar Rp 25 miliar tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dan kritik dari masyarakat. Ironisnya, pembangunan rumah jabatan justru berjalan lebih cepat dibanding perbaikan layanan publik yang lebih mendesak.

Beberapa isu utama yang masih menjadi perhatian masyarakat antara lain kondisi jalan yang rusak, layanan kesehatan yang tidak merata, serta fasilitas pendidikan yang membutuhkan peningkatan. Hal ini membuat sebagian warga merasa bahwa proyek renovasi rumah jabatan jauh dari kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.

Rencana renovasi rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur dengan anggaran mencapai Rp 25 miliar langsung menjadi perhatian publik. Besarnya angka tersebut membuat banyak pihak menilai proyek ini tidak bisa dianggap kecil atau sekadar formalitas. Sorotan semakin tajam karena waktu pelaksanaannya dinilai kurang tepat di tengah kebijakan efisiensi pemerintah. Situasi global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik turut menambah sensitifnya keputusan tersebut.

Di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan kembali skala prioritas pembangunan daerah. Hal ini muncul karena masih banyak persoalan dasar yang belum terselesaikan di lapangan. Mulai dari kondisi jalan yang rusak, layanan kesehatan yang belum merata, hingga fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian serius. Dalam situasi seperti ini, proyek rumah jabatan pun dianggap sebagian warga seperti agenda yang jauh dari kebutuhan utama.

Penilaian dari Sekretaris Jenderal FITRA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Misbah Hasan, menilai fenomena itu terjadi bukan tanpa alasan. Membangun rumah jabatan terlihat lebih mudah dan representatif, ketimbang membangun pelayanan publik yang kerap membutuhkan waktu. Perbaikan maupun pembangunan layanan punya jalan lebih panjang. Harus ada kajian, proses tender, hitung-hitungan anggaran, koordinasi antar dinas dan kementerian/lembaga, hingga hambatan birokrasi lain.

Baca Juga  Politikus PDIP Kembangkan Literasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah

Misbah menyampaikan bahwa pembangunan rumah dinas maupun rumah jabatan seolah membuat belanja modal suatu daerah terlihat besar di atas kertas. Padahal, kenaikan angka belanja modal belum tentu berbanding lurus dengan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Secara anggaran, pembangunan rumah jabatan memang masuk dalam pos belanja modal, kategori yang sama dengan pembangunan sekolah, puskesmas, jalan, pasar rakyat, jaringan air bersih, hingga fasilitas pelayanan publik lainnya.

Karena itu, ketika anggaran rumah jabatan bernilai besar dimasukkan ke dalam laporan, total belanja modal daerah bisa tampak meningkat signifikan. “Itu masuk belanja modal sebenarnya. Mobil dinas terus rehabilitasi, renovasi rumah dinas atau bahkan pembangunan baru. Hal itu kan memang kemudian seakan-akan ini belanja modalnya besar, tetapi siapa yang menikmati kan lagi-lagi kepala daerah,” ujar Misbah.

Earmarking sebagai Batas

Oleh karenanya, Misbah mengaku tidak heran saat pemerintah pusat melakukan earmarked (penggunaan tertentu) pada anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang semakin mengecil. Earmarked diberlakukan untuk mendorong agar sebagian transfer daerah digunakan untuk mencapai target nasional tertentu, seperti target mengeliminasi angka kemiskinan ekstrem dan pengangguran.

Fleksibilitas earmarked berbeda dari block grant yang cenderung dipahami sebagai dana umum sehingga otonomi fiskal daerah jauh lebih besar. “Kalau dulu block grant, daerah diberi keleluasaan untuk apa membelanjakan anggarannya sesuai dengan visi misi kepala daerah atau daerah, tapi sekarang sudah ada DAU specific grant untuk pendidikan untuk kesehatan,” beber Misbah.

Ia menekankan, pemerintah daerah seharusnya bisa membaca keputusan pemerintah pusat melakukan earmarking anggaran secara rigid sebagai bentuk kehati-hatian. Terlebih, anggaran TKD pada tahun ini relatif kecil hanya sekitar Rp 650 triliun untuk seluruh daerah. Nominalnya menurun drastis, hanya setara 18 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga  Akademisi Dipolisikan: Ubedillah Soroti Gejala Totalitarianisme Rezim Prabowo-Gibran

Perkuat Pengawasan

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Yassar Aulia, menilai, fenomena ini terjadi tidak terlepas dari kurangnya pengawasan inspektorat daerah. Padahal, inspektorat memiliki peran besar untuk mengawasi bentuk penggunaan anggaran oleh pemerintahan daerah, baik berupa upaya pemborosan maupun potensi korupsi di dalamnya. “Banyaknya OTT yang dilakukan KPK belakangan terhadap bupati juga menjadi contoh lain dari ekses pengawasan yang sangat minim dari inspektorat daerah dalam kerja-kerja pengadaan pemerintahan,” ujar Yassar.

Apalagi, pembangunan rumah jabatan di era kini sudah tidak relevan. Senada, Pakar Antikorupsi sekaligus bekas Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha, beranggapan, rumah jabatan pada dasarnya adalah fasilitas negara yang sudah tersedia, bukan sesuatu yang harus selalu dibangun ulang dari nol. Maka ketika renovasi dilakukan hingga menelan anggaran sangat besar, bahkan mencapai puluhan miliar rupiah, hal tersebut menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Utamanya jika pembangunan dipaksakan di tengah kondisi ekonomi yang menuntut penghematan.

Disorot Wamendagri

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membatalkan anggaran pengadaan kursi pijat dan akuarium air laut untuk rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud apabila dinilai tidak mendesak. Ia meminta Rudy meninjau ulang rencana tersebut. Menurut Bima, penggunaan anggaran untuk renovasi rumah jabatan Gubernur Kaltim harus tetap berpijak pada prinsip efisiensi.

“Nah. ini yang harus diperhatikan betul oleh Pak Gubernur dan kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan,” kata Bima. Dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026, Bima kembali menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang efisien. Menurut dia, soal tata kelola maupun statecraft ini juga kerap ditekankan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Baca Juga  PBB Soroti Dampak Konflik Lebanon terhadap Kemanusiaan: Situasi Terkini dan Implikasinya

Ia berharap, para kepala daerah mampu menghadirkan pemerintahan yang bukan hanya efektif, tetapi juga hemat dan tepat guna. “Efisiensi bukan hanya penghematan. Efisiensi bukan hanya angka-angka yang dilaporkan kepada atasan. Efisiensi adalah cara baru untuk mengelola pemerintahan, transformasi budaya kerja dari kita semua,” ujar dia.

Tanggapan Gubernur

Sementara itu, Rudy telah menyampaikan permintaan maaf atas rencana renovasi rumah jabatan dengan nilai fantastis tersebut. Permintaan maaf itu diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @h.rudymasud, pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 22.00 Wita sebagai tanggapan atas keresahan publik yang mencuat dalam beberapa hari terakhir. Ia mengakui kritik yang bermunculan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan di Kalimantan Timur. Ia juga menyatakan akan menanggung sendiri biaya fasilitas yang berada di luar kebutuhan kedinasan.

“Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut,” tegas dia.

Tags: anggarandaripadagubernurkaltimlayananperbaikanpolitikpublikrenovasi
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax
Batam

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 18:02
politik

Nadiem: Jaket Gojek di Sidang Pledoi

18 Juni 2026 - 14:42
Dampak Perjanjian Dagang Baru: Peningkatan Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia
Bisnis

Dampak Perjanjian Dagang Baru: Peningkatan Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia

18 Juni 2026 - 13:24
politik

Sinergi Lintas Sektor: Beltim Komitmen SPMB 2026

18 Juni 2026 - 11:40
UU PDP Disahkan: Surabaya Siap Hadapi Era Perlindungan Data Pribadi yang Lebih Ketat
berita

UU PDP Disahkan: Surabaya Siap Hadapi Era Perlindungan Data Pribadi yang Lebih Ketat

18 Juni 2026 - 11:17
Bos Maktour Dipanggil KPK Terkait Kasus Haji Era Yaqut
politik

Bos Maktour Dipanggil KPK Terkait Kasus Haji Era Yaqut

18 Juni 2026 - 10:22
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 18:02
SIM Keliling Tangerang: 2 Lokasi, Selasa Juni 2026

SIM Keliling Tangerang: 2 Lokasi, Selasa Juni 2026

18 Juni 2026 - 17:43
Analisis Lengkap: Kemenangan Timnas Indonesia & Jalan Menuju Kualifikasi Piala Dunia Berikutnya

Analisis Lengkap: Kemenangan Timnas Indonesia & Jalan Menuju Kualifikasi Piala Dunia Berikutnya

18 Juni 2026 - 17:38
Sutradara Pesta Babi Tanggapi Laporan Polisi Mama Sinta dengan Sindiran

Sutradara Pesta Babi Tanggapi Laporan Polisi Mama Sinta dengan Sindiran

18 Juni 2026 - 17:26
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In