No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

ITB: Longsor Cisarua, Aliran Lumpur & Ancaman Lanjutan

Erwin by Erwin
24 Januari 2026 - 18:06
in berita
0

Peristiwa Longsor Cisarua: Analisis Mendalam dan Mitigasi Bencana

Longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bukan sekadar akibat alih fungsi lahan. Kejadian tragis ini merupakan hasil kompleks dari interaksi faktor alam dan aktivitas manusia. Dr.Eng. Imam Achmad Sadisun, S.T., M.T., seorang pakar geologi longsoran dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan secara rinci mekanisme terjadinya bencana ini.

Kondisi Geologis dan Peran Hujan

Kabupaten Bandung Barat memiliki kondisi geologis yang unik, terletak di wilayah produk vulkanik tua dengan lapisan pelapukan tanah yang tebal. Batas antara lapisan tanah hasil pelapukan dan batuan dasar yang kedap air menjadi titik lemah yang rentan terhadap pergeseran. Hujan dengan durasi panjang memperburuk kondisi ini, karena air meresap dan mengisi pori-pori tanah hingga jenuh.

“Ketika pori-pori tanah sudah jenuh oleh air, kekuatan geser material pembentuk lereng akan menurun drastis. Pada kondisi inilah lereng sering tidak lagi mampu menahan beratnya sendiri,” jelas Dr. Imam.

Pemicu longsor tidak hanya durasi hujan, tetapi juga intensitasnya. Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama sama berbahayanya dengan hujan lebat dalam waktu singkat. Hubungan antara durasi dan intensitas hujan ini sangat penting untuk dipahami dalam mitigasi bencana.

Pembentukan Bendungan Alami dan Aliran Lumpur (Mudflow)

Salah satu temuan kunci dalam peristiwa longsor Cisarua adalah adanya indikasi longsoran di hulu sungai pada sistem lereng selatan Gunung Burangrang. Longsoran ini menutup alur sungai, membentuk sumbatan atau bendungan alami (landslide dam).

Bendungan alami ini menahan aliran air, menyebabkan genangan di bagian hulu dan akumulasi sedimen berupa lumpur, pasir, dan bahkan bongkah batu. Ketika bendungan alami tidak mampu menahan tekanan air yang terus bertambah, jebol dan memicu aliran lumpur (mudflow) ke arah hilir, mengikuti jalur sungai.

Baca Juga  Andien Beri Genset, Desa Sekumur Terangi Malam

Aliran lumpur ini sangat berbahaya karena membawa material sedimen dalam jumlah besar, termasuk bongkah batu dan ranting kayu. Dampaknya jauh lebih merusak daripada aliran air biasa. Rumah-rumah warga yang terdampak sebenarnya tidak berada di lereng yang longsor, melainkan terkena material longsoran yang terbawa dari hulu melalui alur sungai.

Fenomena ini lebih tepat dikategorikan sebagai aliran lumpur (mudflow) atau bahkan aliran debris (debris flow), yang menjelaskan mengapa kerusakan parah terjadi sepanjang jalur alirannya, bahkan di kawasan bantaran sungai yang tidak berada langsung di zona sumber longsoran.

Potensi Longsor Susulan dan Area Rawan

Dr. Imam mengingatkan tentang potensi bahaya longsor susulan, mengingat masih adanya indikasi sumbatan di bagian hulu sungai. Jika hujan kembali terjadi dengan intensitas tinggi, akumulasi air di balik sumbatan berpotensi jebol dan memicu aliran lumpur yang kembali membahayakan wilayah hilir.

Meskipun sebagian besar area terdampak berada pada zona kerentanan longsor yang relatif rendah hingga menengah secara regional, area-area tersebut, terutama lokasi permukiman, berada di sempadan sungai yang berisiko tinggi terlanda aliran lumpur dan aliran debris dari hulu.

“Bahaya tidak selalu berasal dari lereng tempat rumah tersebut berada, tetapi bisa datang dari sistem aliran yang terhubung langsung dengan lereng terjal di bagian hulunya,” tegas Dr. Imam.

Peran Vegetasi dalam Stabilitas Lereng

Vegetasi memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas lereng. Selain berfungsi secara mekanik melalui perakaran yang meningkatkan kohesivitas tanah, vegetasi juga berperan secara hidrologis dengan memperlambat kejenuhan tanah oleh air hujan. Keberadaan vegetasi yang baik dapat mengurangi risiko longsor dan aliran lumpur.

Tiga Pendekatan Mitigasi Bencana

Dalam menghadapi bahaya aliran lumpur dan aliran debris, Dr. Imam menjelaskan tiga pendekatan utama mitigasi:

  • Stabilisasi Lereng di Hulu: Upaya ini difokuskan pada lereng-lereng yang berpotensi longsor sebagai sumber material, termasuk lereng yang dapat menutup alur sungai.

  • Pemantauan Jalur Aliran (Flow Track): Menggunakan teknologi seperti geofon, sensor getaran, dan kamera pemantau untuk mendeteksi pergerakan material sejak dini. Tujuannya adalah memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

  • Perlindungan di Jalur Aliran hingga Hilir: Pembangunan struktur penghalang aliran lumpur/debris (debris flow barrier), tanggul pengelak (deflection wall), pagar pemecah aliran (debris fence) atau cekungan penampung aliran (debris flow catch basin).

    “Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi material sedimen yang terbawa aliran. Karena itu, sistem mitigasi perlu difokuskan pada pengendalian sedimennya,” jelasnya.

Baca Juga  Hebohnya Misinformasi an Jalan Gombel Lama, Ini Fakta yang Harus Diketahui Warga

Selain mitigasi struktural, Dr. Imam menekankan pentingnya mitigasi non-struktural, yaitu peningkatan kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam. Salah satu indikator yang sering diabaikan adalah menyusut atau hilangnya aliran air sungai secara tiba-tiba saat hujan masih berlangsung, yang dapat menandakan adanya sumbatan atau pembendungan di bagian hulu.

“Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut saat hujan lebat, masyarakat harus waspada dan segera menjauh dari alur sungai,” katanya.

Melalui kejadian ini, Dr. Imam berharap pemahaman masyarakat terhadap bahaya longsor tidak lagi terbatas pada peristiwa runtuhnya suatu lereng, tetapi juga mencakup risiko aliran bermuatan sedimen hingga aliran lumpur/debris dari hulu yang dapat terjadi tanpa tanda visual yang jelas di area permukiman. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana longsor.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan
berita

Pentingnya Pelestarian Ekosistem Laut dalam Konservasi Lautan

17 April 2026 - 13:56
Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?
berita

Cerita Ini Menarik Perhatian Banyak Orang: Mengapa Jadi Viral?

15 April 2026 - 23:59
Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya
berita

Banyak Dibahas Hari Ini, Ini Penjelasan Lengkapnya

15 April 2026 - 22:28
Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya
berita

Dunia Internasional Menyoroti Peristiwa Ini: Analisis Terkini dan Dampaknya

15 April 2026 - 21:57
Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?
berita

Fakta Terbaru yang Sedang Dibahas Publik: Apa Saja Isinya?

15 April 2026 - 20:56
Ini yang Terjadi Hari Ini dan Kenapa Banyak Dibahas
berita

Ini yang Terjadi Hari Ini dan Kenapa Banyak Dibahas

15 April 2026 - 18:53
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35
Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

18 April 2026 - 23:59
Sambil Menangis, Egi Fazri Minta Maaf Atas Konten yang Mirip Vidi Aldiano

Sambil Menangis, Egi Fazri Minta Maaf Atas Konten yang Mirip Vidi Aldiano

18 April 2026 - 23:41
Hanya 2 Poin, Bojan Hodak Siap Pecahkan Rekor Legenda Persib Bandung

Hanya 2 Poin, Bojan Hodak Siap Pecahkan Rekor Legenda Persib Bandung

18 April 2026 - 23:23
Pemicu Puluhan Warga Bacok Kades di Lumajang, Awalnya Dendam Akibat Dibentak Saat Pengajian

Pemicu Puluhan Warga Bacok Kades di Lumajang, Awalnya Dendam Akibat Dibentak Saat Pengajian

18 April 2026 - 23:05

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13 Pro+: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

19 April 2026 - 01:35
Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

Mobil Bekas untuk Pemula: Matik atau Manual?

18 April 2026 - 23:59
Sambil Menangis, Egi Fazri Minta Maaf Atas Konten yang Mirip Vidi Aldiano

Sambil Menangis, Egi Fazri Minta Maaf Atas Konten yang Mirip Vidi Aldiano

18 April 2026 - 23:41
Hanya 2 Poin, Bojan Hodak Siap Pecahkan Rekor Legenda Persib Bandung

Hanya 2 Poin, Bojan Hodak Siap Pecahkan Rekor Legenda Persib Bandung

18 April 2026 - 23:23
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.