
Sapi simental bernama Jaguar dengan berat 1.058 ton menjadi hewan kurban yang dipilih oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Sapi jantan ini berasal dari peternak lokal bernama Nabila Salsabilah, yang tinggal di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Keberhasilan Jaguar terpilih sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan besar bagi para peternak setempat. Mereka melihat hal ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Nabila Salsabilah menjelaskan bahwa ia baru membeli Jaguar tiga bulan lalu dari seorang peternak lain di Situbondo. Dengan perawatan khusus dan pakan berkualitas, bobot sapi tersebut meningkat sebesar 30 kilogram selama berada di kandangnya.
“Alhamdulillah, sapi saya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden,” ujar Nabila saat ditemui di kandangnya pada hari Minggu (24/5/2026).

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, turut merasa bangga atas pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa keberhasilan Jaguar menjadi hewan kurban Presiden dapat menjadi inspirasi bagi peternak lain di wilayahnya.
“Sapi simmental Jaguar ini dibeli dengan harga Rp 108 juta. Rencananya akan disembelih di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, pada Hari Raya Idul Adha, 27 Mei 2026 mendatang. Dagingnya akan langsung dibagikan kepada warga setempat,” jelas Mas Rio.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan sapi kurban ini untuk warga Situbondo,” tambahnya.

Pemilihan Jaguar sebagai hewan kurban Presiden menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap pengembangan peternakan lokal. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, acara penyembelihan hewan kurban ini akan menjadi momen penting bagi warga Situbondo. Mereka akan bersyukur dengan daging yang dibagikan secara gratis, serta merayakan kebersamaan dalam perayaan Idul Adha.
Dari sisi ekonomi, keberadaan hewan kurban yang besar seperti Jaguar juga memberikan dampak positif bagi pasar hewan ternak. Harga jual sapi yang tinggi, seperti yang dialami Jaguar, membuktikan bahwa kualitas ternak lokal bisa bersaing dengan standar nasional.
Peternak lokal mulai sadar bahwa investasi dalam perawatan dan pemilihan bibit unggul dapat memberikan hasil yang lebih baik. Dengan dukungan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat, potensi peternakan di Situbondo semakin terbuka.
Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan inisiatif yang bermanfaat. Dengan begitu, situasi yang lebih baik dapat tercipta, baik secara ekonomi maupun sosial.



















