Pada beberapa waktu terakhir, petinju selebritas Jake Paul memberikan komentar yang cukup tajam terhadap bos UFC, Dana White. Hal ini terjadi setelah UFC mengumumkan acara besar bernama UFC Freedom 250 yang akan diselenggarakan di Gedung Putih, Amerika Serikat.
Acara ini telah menarik perhatian banyak orang sejak diumumkan pada tahun lalu. Namun, saat daftar pertarungan resmi dirilis, muncul berbagai kritik terhadap penyusunan line up yang dianggap tidak memadai untuk sebuah event besar.
UFC Freedom 250 akan menyajikan duel penyatuan gelar kelas ringan antara juara utama, Ilia Topuria, melawan juara sementara, Justin Gaethje. Selain itu, acara ini juga akan menampilkan Alex Pereira yang mencoba naik ke kelas berat dengan menghadapi Ciryl Gane. Meski memiliki dua pertarungan tersebut, banyak pihak merasa bahwa line up acara ini masih kurang kuat dan tidak cukup menarik.
Kritik terhadap UFC tidak hanya datang dari para penggemar, tetapi juga dari Jake Paul, yang menilai bahwa Dana White tidak cukup cerdas dalam menyusun line up untuk acara tersebut. Dalam wawancaranya di This Past Weekend with Theo Von, Paul menyebut bahwa duel utama antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje sudah jelas siapa pemenangnya, sehingga tidak terlalu menarik.
Selain itu, Paul juga menyoroti fakta bahwa UFC tidak memberikan pertarungan bagi Jon Jones di acara tersebut. Padahal, Jones merupakan salah satu nama besar dalam olahraga ini, dan pernah menyatakan ingin bertarung di Gedung Putih. Menurut Paul, hal ini adalah kesalahan besar dari UFC.
“Tidak cukup cerdas,” kata Paul tentang Dana White. “Lihat saja apa yang dia lakukan. Jon Jones tidak dimasukkan ke dalam kartu pertarungan di Gedung Putih? Pertama-tama, Justin Gaethje akan kalah dari Ilia (Topuria) di kartu pertarungan Gedung Putih itu. Jadi, ada petarung Spanyol yang mengalahkan petarung Amerika kulit putih di kartu pertarungan patriotik Gedung Putih? Kesalahan besar.”
Paul juga mempertanyakan mengapa UFC tidak bersedia membayar Jon Jones. Ia menilai bahwa UFC sudah terlalu serakah dan melupakan nilai-nilai perusahaan mereka.
Menurut Paul, UFC sedang sekarat karena banyak petarung yang lebih fokus pada gulat daripada pertarungan yang menarik. Ia menegaskan bahwa ini membuat pertandingan menjadi membosankan.
“Inilah yang terjadi, karena orang-orang terbaik di olahraga ini menjadi pegulat dan mereka hanya bertahan,” lanjut Paul. “Lihat Khabib, Khamzat. Membosankan! Tidak ada yang mau itu… siapa yang punya Paramount?”
Meskipun banyak kritik yang muncul, laga UFC Freedom 250 tetap akan berlangsung sesuai rencana. Acara ini akan diwarnai oleh drama dan kontroversi, tetapi tetap menjadi salah satu acara besar dalam dunia olahraga bela diri.



















