Mendesak Perbaikan Jalan Benteng dan Penerangan di Mabar Hilir: Aspirasi Warga Medan Terus Menggema
Medan – Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di Jalan Benteng, Lingkungan 4, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, menjadi sorotan tajam. Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan secara tegas mendesak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera mengambil tindakan nyata memperbaiki jalan sepanjang sekitar 700 meter tersebut. Jalan yang telah puluhan tahun menjadi keluhan warga ini kini semakin rusak parah, menimbulkan kesulitan signifikan bagi mobilitas sehari-hari.
Desakan ini bukan tanpa dasar. Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama warga pada Sabtu, 30 Mei 2026, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa Jalan Benteng dalam kondisi yang sangat buruk, dipenuhi lumpur, berlubang, dan sangat sulit dilalui, terutama ketika hujan turun.
“Kami sudah melihat langsung kondisi Jalan Benteng. Kerusakannya sangat memprihatinkan dan sudah lama dikeluhkan masyarakat. Ini harus segera menjadi perhatian pemerintah,” ujar Paul kepada wartawan pada Senin, 1 Juni 2026.
Jalan Benteng bukan sekadar jalan biasa; ia merupakan akses vital yang digunakan warga setempat setiap hari untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga bersekolah. Kerusakan parah pada jalan ini tidak hanya menghambat aktivitas perekonomian dan mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak buruk yang nyata, terutama bagi anak-anak sekolah.
Paul mengungkapkan dengan nada prihatin bahwa banyak pelajar terpaksa melepas sepatu mereka saat berangkat maupun pulang sekolah. Hal ini mereka lakukan demi menghindari pakaian dan sepatu yang kotor akibat lumpur tebal yang menggenangi jalan. Situasi ini dinilai tidak sesuai dengan standar kelayakan yang seharusnya ada di sebuah kota besar seperti Medan.
“Kasihan anak-anak sekolah. Mereka harus membuka sepatu agar tidak kotor karena jalan yang berlumpur. Ini menunjukkan perlunya penanganan segera,” tegasnya, menekankan urgensi perbaikan.
Menanggapi keluhan warga dan hasil tinjauan lapangan, Komisi 4 DPRD Medan secara resmi meminta Dinas SDABMBK untuk menjadikan perbaikan Jalan Benteng sebagai program prioritas utama. Tujuannya jelas, yakni agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Minimnya Penerangan Jalan Menambah Derita Warga Mabar Hilir
Selain persoalan utama mengenai kerusakan jalan, Paul Mei Anton Simanjuntak juga mencatat adanya keluhan lain yang tak kalah penting dari warga Mabar Hilir. Keluhan tersebut berkaitan dengan minimnya fasilitas penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, baik Lingkungan 4 maupun Lingkungan 5 di Kelurahan Mabar Hilir dilaporkan masih sangat minim LPJU. Akibatnya, kondisi lingkungan menjadi gelap gulita saat malam hari.
“Tidak ada lampu penerangan yang memadai. Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang gelap gulita dan tentu berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat,” jelas Paul.
Kondisi minim penerangan ini menjadi ancaman serius bagi keamanan dan kenyamanan warga. Kegelapan di malam hari dapat meningkatkan risiko terjadinya tindak kriminalitas dan kecelakaan. Oleh karena itu, Paul juga menyerukan agar Dinas Perhubungan Kota Medan segera bertindak. Pihaknya meminta agar pemasangan LPJU di kawasan tersebut menjadi prioritas untuk meningkatkan aspek keselamatan warga, khususnya di malam hari.
Infrastruktur Layak, Kebutuhan Dasar Masyarakat yang Harus Diprioritaskan
Paul menilai bahwa kondisi infrastruktur di kawasan Mabar Hilir secara keseluruhan memerlukan perhatian serius dan mendalam dari Pemerintah Kota Medan. Ia mengamati bahwa kombinasi antara kerusakan jalan yang parah, buruknya sistem drainase, serta minimnya fasilitas penerangan telah menciptakan kesan kumuh dan tertinggal di lingkungan tersebut.
“Kami berharap Pemko Medan segera turun tangan. Infrastruktur yang layak adalah kebutuhan dasar masyarakat dan harus menjadi prioritas pembangunan,” tanduk Paul, menekankan bahwa perbaikan ini bukan sekadar pemenuhan janji, melainkan pemenuhan hak dasar warga.
Harapan besar kini disematkan pada respons cepat dari Pemerintah Kota Medan. Warga Mabar Hilir sangat berharap agar aspirasi yang telah mereka sampaikan melalui perwakilan mereka di DPRD Kota Medan dapat segera ditindaklanjuti. Penyelesaian masalah kerusakan jalan dan minimnya penerangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun diharapkan segera terealisasi, demi terciptanya lingkungan yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuninya.

















