Kadis Kominfo Ogan Ilir Bantah Aniaya Kabid Diduga Lalai Tugas

Diposting pada

Insiden Adu Mulut di Dinas Kominfo Ogan Ilir: Kepala Dinas Bantah Lakukan Penganiayaan

Sebuah insiden yang melibatkan adu mulut antara pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi sorotan. Kejadian yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) siang ini melibatkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Statistik, dan Persandian Ogan Ilir, Ferdian Riza Yudha, dengan seorang Kepala Bidang (Kabid) perempuan di dinas yang sama, yang diketahui berinisial RM.

Ferdian Riza Yudha, selaku pimpinan di dinas tersebut, membenarkan adanya cekcok tersebut. Namun, ia dengan tegas membantah tuduhan melakukan penganiayaan terhadap bawahannya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa RM saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut.

Kronologi dan Akar Permasalahan

Menurut Ferdian, amarahnya dipicu oleh akumulasi kesalahan yang terus dilakukan oleh RM, yang baru menjabat sebagai Kabid sejak Maret lalu. Ketegangan memuncak ketika Ferdian memeriksa dokumen surat pertanggungjawaban (SPJ) laporan dari RM. Ia menemukan bahwa bukti-bukti yang disampaikan tidak sesuai dengan isi laporan, yang tentunya menimbulkan kekecewaan dan kemarahan.

“Iya, kejadian kemarin. Ada yang memberitakan saya menganiaya saudari RM, padahal itu tidak benar sama sekali,” ujar Ferdian kepada awak media pada Rabu (17/12/2025). Ia menjelaskan bahwa situasinya menjadi panas karena ia merasa emosi setelah menemukan ketidaksesuaian dalam dokumen penting tersebut.

Lebih lanjut, Ferdian mengungkapkan bahwa RM kerap menunjukkan kelalaian dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Tidak hanya itu, RM juga disebut seringkali membawa-bawa nama Bupati Ogan Ilir dalam menjalankan tugasnya, meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

“Dan juga kendala utamanya di kantor ini, yang bersangkutan (RM) selalu mengoceh saat ditegur atasan. Dan hal itu seperti sudah menjadi perilaku yang bersangkutan karena sudah berlangsung lama,” ungkap Ferdian, menyoroti pola perilaku RM yang dianggap kontraproduktif.

Permintaan Maaf dan Penegasan Tidak Adanya Penganiayaan

Menyadari perannya sebagai seorang pimpinan, Ferdian mengakui bahwa tugas utamanya adalah membina dan mengarahkan seluruh stafnya, termasuk para Kepala Bidang. Ia memahami pentingnya menjaga suasana kerja yang kondusif dan profesional.

“Namun perilaku kontra produktif tersebut yang sudah berlangsung lama membuat saya terpaksa meluapkan emosi kepada yang bersangkutan dan saya tegaskan bahwa tidak ada penganiayaan. Namun di luar itu, saya selaku kepala dinas menyatakan permintaan maaf atas kekhilafan emosi yang terjadi,” ucap Ferdian.

Permintaan maaf ini ditujukan atas luapan emosi yang tidak terkontrol, bukan atas tindakan penganiayaan seperti yang dikabarkan. Ferdian ingin meluruskan bahwa apa yang terjadi adalah bentuk kekecewaan dan kemarahan yang diungkapkan secara emosional akibat kinerja bawahannya, bukan kekerasan fisik.

Kondisi RM dan Upaya Konfirmasi

Hingga berita ini ditulis, RM dikabarkan sedang dalam perawatan di rumah sakit. Pihak media masih berupaya keras untuk mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai kondisi RM dan detail kejadian ini dari berbagai sumber.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang efektif dan profesionalisme di lingkungan kerja, terutama dalam hubungan antara atasan dan bawahan. Pengelolaan emosi oleh pimpinan serta kepatuhan terhadap tugas dan tanggung jawab oleh bawahan adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya penanganan konflik internal di instansi pemerintahan agar tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara bijaksana, demi menjaga nama baik institusi dan kelancaran roda pemerintahan.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan