Fenomena Supermoon Desember 2025: Cold Moon yang Menarik Perhatian Pengamat Langit
Fenomena astronomi yang selalu dinantikan oleh para pengamat langit kembali hadir di akhir tahun ini. Fenomena tersebut adalah Supermoon Desember 2025, yang secara tradisional dikenal sebagai Cold Moon. Fenomena ini menjadi istimewa karena menjadi supermoon ketiga beruntun di tahun 2025, setelah Oktober dan November. Pada momen ini, Bulan yang berada di fase purnama bersamaan dengan jaraknya yang sangat dekat dengan Bumi akan tampak lebih besar, lebih bulat, dan lebih terang dibanding bulan purnama biasa.
Nama “Cold Moon” berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika, khususnya suku Mohawk. Nama ini diberikan untuk purnama bulan Desember karena pada periode inilah wilayah utara bumi mulai memasuki puncak musim dingin. Selain itu, ada juga sebutan lain seperti Long Night Moon serta Winter Moon. Kedua nama tersebut merujuk pada ciri khas malam Desember yang panjang dan gelap.
Menurut laporan Sky at Night Magazine, saat supermoon terjadi, Bulan tampak hingga 14% lebih besar dan sekitar 30% lebih terang dari purnama biasa. Hal ini dipengaruhi bentuk orbit Bulan yang elips. Di titik terdekat atau perigee, jaraknya sekitar 354.055 km dari Bumi, sedangkan di apogee bisa mencapai 402.336 km. Ketika purnama muncul dekat perigee atau berada dalam 90% jarak tersebut, fenomena itu dikenal sebagai supermoon.
Waktu Terbaik untuk Mengamati Supermoon Cold Moon
Cold Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 23.14 UTC, atau Jumat, 5 Desember 2025 pukul 06.14 WIB. Sementara itu, fase awal purnama sendiri mulai tampak pada 4 Desember 2025 pukul 21.48 WIB. Almanak astronomi internasional juga mencatat puncak iluminasi terjadi pada 6:14 PM ET, yang setara dengan 06.14 WIB. Karena itu, waktu terbaik untuk mengamati supermoon di Indonesia adalah sepanjang malam hingga menjelang subuh, terutama saat Bulan mulai terbit di cakrawala.
Indonesia dapat mengamati fenomena Cold Supermoon secara langsung tanpa alat khusus. Namun, untuk melihat Cold Moon dengan jelas dibutuhkan cuaca cerah dan lokasi dengan langit terbuka. Jika ingin melihat lebih detail permukaan bulan, seperti crater, laut bulan, hingga tekstur permukaannya, Anda bisa memakai teleskop atau binokular.
Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan Supermoon Cold Moon
Pengamatan terbaik terjadi di tempat dengan cakrawala terbuka dan minim polusi cahaya. Berikut beberapa opsi lokasi yang direkomendasikan:
- Area Pantai
- Garis pantai selatan & timur di Jawa, Bali, NTB
- Pantai Parangtritis (Yogyakarta)
- Pantai Kuta (Bali)
Pantai Losari (Makassar)
Perbukitan & Pegunungan
- Bukit Bintang (Yogyakarta)
- Bromo (Jawa Timur)
Punthuk Setumbu (Magelang)
Lapangan atau Ruang Terbuka
- Lapangan kota
Area pedesaan yang jauh dari lampu kota
Lokasi Observatorium / Planetarium
- Planetarium Jakarta
- Planetarium Taman Pintar Yogyakarta
Observatorium Bosscha (jika ada kegiatan publik)
Rooftop Gedung
- Tempat terbaik jika tinggal di kota besar. Pilih rooftop yang memiliki pandangan luas ke timur – arah terbit Bulan.
Bagi yang ingin mengamati dari rumah, The Virtual Telescope Project 2.0 menyediakan siaran langsung gratis untuk menonton fenomena Supermoon Desember 2025.



















