Patroli Udara untuk Memastikan Akses Bantuan Bencana di Aceh
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, melakukan patroli udara menggunakan helikopter pada Selasa 2 Desember 2025. Tujuan utama dari patroli ini adalah memantau kondisi jalur darat di perbatasan Aceh Tamiang–Langkat. Hal ini dilakukan guna memastikan akses jalan tetap aman dan lancar dalam pendistribusian bantuan bagi korban bencana yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Patroli udara dilakukan karena beberapa titik di Aceh Tamiang masih sulit dijangkau melalui jalur darat akibat kerusakan infrastruktur dan material longsoran. Kapolda Aceh menegaskan bahwa pemantauan dari udara sangat penting untuk memastikan penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin, baik melalui jalur darat yang sudah bisa dilalui maupun via udara untuk wilayah yang terisolasi.
“Saya ingin melihat secara menyeluruh kondisi jalur dan titik-titik yang belum bisa diakses darat. Ini penting agar dropping bantuan dapat dilakukan sesegera mungkin, baik melalui jalur udara maupun pola distribusi khusus yang kita siapkan,” ujar Kapolda Aceh usai patroli udara.
Kapolda menambahkan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel Polri, termasuk Brimob, ke Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya untuk membantu masyarakat korban bencana. Sementara untuk wilayah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang masih sulit diakses, bantuan hanya bisa dikirim via udara.
“Tugas kemanusiaan ini dilakukan secara intensif untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta situasi tetap aman dan terkendali,” jelasnya.
Abituren Akabri 1991 ini menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan relawan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak.
“Seluruh personel terus bekerja maksimal di lapangan. Kami akan terus memantau situasi, baik melalui jalur udara maupun darat, serta memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak bencana dapat ditangani sesegera mungkin dengan cepat, tepat, dan terukur,” tegas Kapolda Aceh.
Langkah-Langkah Pemantauan dan Distribusi Bantuan
Pemantauan Udara:
Kapolda Aceh melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk memastikan kondisi jalur darat di perbatasan Aceh Tamiang–Langkat. Hal ini dilakukan karena beberapa titik di Aceh Tamiang masih sulit dijangkau melalui jalur darat akibat kerusakan infrastruktur dan material longsoran.Distribusi Bantuan:
Bantuan diberikan melalui jalur darat yang sudah bisa dilalui maupun via udara untuk wilayah yang terisolasi. Untuk wilayah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang masih sulit diakses, bantuan hanya bisa dikirim via udara.Kolaborasi Antarinstansi:
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan relawan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Kapolda Aceh menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana.Personel yang Dikerahkan:
Personel Polri, termasuk Brimob, telah dikerahkan ke Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya untuk membantu masyarakat korban bencana. Seluruh personel terus bekerja maksimal di lapangan.Pemantauan Situasi:
Kapolda Aceh terus memantau situasi, baik melalui jalur udara maupun darat, serta memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak bencana dapat ditangani sesegera mungkin dengan cepat, tepat, dan terukur.

















