Banjir Landa Kelapa Gading, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026, telah menyebabkan banjir melanda Jalan Boulevard Timur, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu, 18 Januari 2026. Ketinggian air di ruas jalan tersebut bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga dilaporkan mencapai lebih dari 60 sentimeter di beberapa titik. Genangan air yang merendam hampir seluruh badan jalan ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas.
Kondisi di Lapangan: Kendaraan Mogok dan Pengendara Terjebak
Pantauan di lokasi banjir menunjukkan bahwa banyak pengendara terpaksa menghentikan laju kendaraan mereka. Sebagian mencoba menerobos genangan air, namun nasib berkata lain bagi sebagian lainnya yang harus memutar balik setelah kendaraan mereka mogok akibat terendam air. Beberapa sepeda motor bahkan terlihat harus didorong oleh pemiliknya karena mesin mati total setelah terendam banjir.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi banjir, Vita (32), mengaku memilih untuk menepi dan hanya memantau kondisi banjir. Ia menjelaskan bahwa akses menuju kawasan Sunter menjadi tidak dapat dilalui akibat tingginya genangan air.
“Kebetulan rumah saya dekat sini dan saya mau ke arah Sunter. Tapi enggak bisa lewat karena dalam banget. Banyak yang pada mogok juga kendaraannya, jadi kita stuck di tempat sini aja,” ujar Vita.
Menurut Vita, hujan deras mulai turun sejak Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika pagi menjelang, genangan air sudah menutup hampir seluruh badan jalan.
“Mungkin dari subuh kayaknya sih sudah banjir kayak gini. Ketinggian banjirnya sebetis orang dewasa. Lebih dari 50 sentimeter,” tambahnya, menggambarkan keparahan banjir yang terjadi.
Kelapa Gading Langganan Banjir saat Curah Hujan Tinggi
Vita juga menuturkan bahwa kawasan Kelapa Gading memang dikenal kerap dilanda banjir, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
“Di kawasan Kelapa Gading emang langganan (banjir). Biasanya surut kalau hujan sudah berhenti. Kalau masih hujan terus, ya sampai malam,” jelasnya.
Meskipun demikian, Vita mengamati adanya upaya penanganan yang dilakukan oleh petugas di lapangan. Ia melihat petugas menyedot air dari sejumlah titik di sekitar lokasi banjir dan mengalirkannya ke kali di kawasan Pegangsaan Dua.
“Tadi saya lihat kayaknya disedot-sedotin sih. Airnya dibuang ke kali. Di jalan daerah Pegangsaan itu,” ungkap Vita mengenai langkah penanggulangan banjir yang sedang berlangsung.
Saran Jalur Alternatif untuk Menghindari Banjir
Bagi para pengendara yang hendak menuju kawasan Sunter, Vita menyarankan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari genangan banjir yang parah di Jalan Boulevard Timur.
“Kalau mau ke arah Sunter biasanya lewat alternatif Yos Sudarso depan Pulogadung. Mungkin di sana enggak banjir,” sarannya.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan adanya pengendara sepeda motor dan mobil yang nekat melawan arus lalu lintas demi menghindari genangan air yang semakin dalam. Sebagian lainnya memilih untuk menepi, menunggu banjir surut, atau mendorong kendaraan mereka yang telah terlanjur mogok.
Dampak Banjir di Kelapa Gading
- Gangguan Lalu Lintas: Ketinggian air yang signifikan membuat banyak kendaraan tidak dapat melintas, menyebabkan kemacetan parah dan antrean panjang.
- Kendaraan Mogok: Banyak pengendara, terutama sepeda motor, mengalami mogok karena mesin terendam air, menambah kesulitan dan kerugian.
- Akses Terputus: Jalur utama seperti Jalan Boulevard Timur menjadi tidak dapat dilalui, memutus akses ke wilayah lain seperti Sunter.
- Aktivitas Warga Terhambat: Warga yang hendak beraktivitas di luar rumah terpaksa menunda atau membatalkan rencana mereka karena kondisi banjir.
- Potensi Kerusakan Infrastruktur: Genangan air yang lama berpotensi merusak permukaan jalan dan fasilitas umum lainnya jika tidak segera ditangani.
Upaya penyedotan air yang dilakukan petugas menjadi harapan bagi warga agar banjir segera surut. Namun, kondisi cuaca dan curah hujan yang masih tinggi menjadi faktor penentu seberapa cepat genangan air dapat diatasi. Warga berharap agar sistem drainase di kawasan tersebut dapat ditingkatkan untuk meminimalkan risiko banjir di masa mendatang, terutama saat musim hujan tiba.



















