Kemacetan Parah di Kembangan Akibat Genangan dan Truk Terperosok
Jakarta Barat – Kawasan Kembangan, Jakarta Barat, mengalami kelumpuhan lalu lintas pada Jumat malam, 20 Februari 2026. Kemacetan parah yang mengular hingga radius dua kilometer ini disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama: genangan air yang meluas di perempatan Puri Kembangan dan sebuah truk bermuatan berat yang terperosok ke dalam selokan. Situasi ini menciptakan penderitaan bagi para pengendara yang terjebak berjam-jam.
Jeritan Pengendara di Tengah Kemacetan Horor
Pengalaman buruk ini terekam jelas melalui keluhan para pengendara yang dibagikan di media sosial. Seorang warganet bernama Kokoh Wanda Dithiar Pratama mengungkapkan bahwa perjalanannya dari pukul 16.00 sore baru mencapai Cengkareng Palem pada pukul 20.00 malam, sebuah durasi yang sangat panjang untuk jarak tersebut. Keluhan serupa datang dari akun @AnToN_89 yang menyebutkan bahwa kemacetan sudah terasa sejak siang hari, bahkan pada pukul 13.00 WIB.
Bahkan, upaya sederhana untuk berputar arah pun menjadi tantangan tersendiri. Den_Bagus menceritakan betapa sulitnya ia mencoba kembali ke arah hotel Neo, menghabiskan lebih dari satu jam hanya untuk berputar. Situasi ini semakin diperparah dengan meluasnya kemacetan hingga ke Jalan Daan Mogot, seperti yang dikeluhkan oleh Ajeng, menunjukkan betapa parahnya skala masalah yang terjadi.
Truk Bermuatan 37 Ton Jadi Biang Kerok Kemacetan
Penyebab utama kelumpuhan lalu lintas ini adalah sebuah truk berwarna hijau dengan tulisan “Transport” yang terperosok ke dalam selokan di kawasan Puri Kembangan, tepatnya di dekat Brits Hotel Puri Indah. Hingga Jumat malam pukul 23.45 WIB, truk tersebut masih dalam posisi miring dan belum berhasil dievakuasi.

Badan truk yang memakan hampir setengah lebar jalan ini menjadi hambatan signifikan yang menyebabkan kemacetan parah sejak pagi hari. Warga sekitar terlihat turut membantu mengatur lalu lintas demi mengurangi kekacauan. Menurut salah seorang warga bernama Adi, truk tersebut sudah terperosok sejak subuh. “Dari subuh sudah jeblos. Tadi pagi macetnya parah karena jalannya jadi sempit,” ujarnya di lokasi kejadian.
Hambatan Evakuasi: Beban Muatan dan Faktor Keselamatan
Proses evakuasi truk yang terperosok ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Aipda Zulkarnain dari Unit Lalu Lintas Polsek Kembangan menjelaskan bahwa evakuasi terkendala oleh berat muatan truk yang mencapai sekitar 37 ton, belum termasuk bobot kendaraan itu sendiri.
“Dari pagi sudah kita upayakan pakai derek besar Dishub, tapi tidak mampu. Crane juga sempat mau bantu, tapi ada kabel listrik di atas, takut tersengat listrik, itu bahaya,” ungkap Aipda Zulkarnain.
Berat muatan yang luar biasa menjadi tantangan utama. Petugas kepolisian saat ini sedang menunggu bantuan dari forklift berkapasitas sekitar 25 ton yang didatangkan dari wilayah Cengkareng untuk membantu proses pengangkatan. “Kita tunggu forklift dari Cengkareng. Mudah-mudahan bisa segera berhasil dievakuasi malam ini,” harapnya.
Diduga Salah Jalan Akibat Petunjuk yang Keliru
Aipda Zulkarnain juga mengungkapkan dugaan awal mengenai penyebab insiden ini. Sopir truk diduga salah mengambil jalur setelah mengikuti arahan dari seorang pengendara motor yang tidak memahami kondisi jalan yang sebenarnya.
“Sopir mau arah Cengkareng, tapi salah jalan karena ikut arahan seseorang. Dia mau ambil kiri karena ada mobil dari depan mau keluar, akhirnya jeblos,” jelasnya.
Lokasi Bekas Galian Memperburuk Keadaan
Kondisi tanah di lokasi kejadian yang merupakan bekas galian menjadi faktor lain yang memperparah terperosoknya truk. Tanah yang tidak cukup kuat menahan beban berat kendaraan tersebut menjadi rentan ambles.
“Kalau tidak cepat dievakuasi, kasihan masyarakat. Dampaknya tadi pagi sudah luar biasa. Semoga malam ini bisa kita selesaikan,” ujar Aipda Zulkarnain, menekankan urgensi penyelesaian masalah ini demi kenyamanan masyarakat.
Genangan Air di Perempatan Puri Kembangan: Pemicu Kemacetan Lain
Di samping masalah truk terperosok, genangan air di perempatan Puri Kembangan juga menjadi faktor signifikan yang memperparah kemacetan. Pada pukul 20.30 WIB, pantauan menunjukkan kemacetan mengular hingga radius dua kilometer, bahkan merambah ke Jalan Pesanggrahan, Meruya Utara. Kendaraan yang menuju arah Cengkareng terlihat hampir tidak bergerak sama sekali.
Beberapa pengendara motor terpaksa menepi dan beristirahat di depan Kantor Pemerintah Kota Jakarta Barat setelah berjam-jam terjebak dalam antrean panjang. Riski (26), salah seorang pengendara, mengaku kendaraannya hampir tidak bergerak sama sekali saat berada di dekat lampu merah Puri Kembangan. “Satu jam lebih cuma gerak berapa meter aja. Ampun dah parah bener ini macetnya,” keluhnya.
Fandi (30) menyampaikan pengalaman serupa. Biasanya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer menuju Cengkareng. Namun, pada hari itu, ia sudah dua jam berada di perjalanan dan masih terjebak kemacetan, terutama di area Puri Kembangan. “Biasanya cuma 50 menit. Ini yang bikin lama cuma di Puri, lampu sudah hijau berkali-kali tapi enggak gerak sama sekali hampir satu jam,” ujarnya.
Pertanyakan Sistem Drainase yang Kurang Memadai
Fandi juga menginformasikan bahwa ia mendapatkan kabar dari media sosial bahwa penyebab kemacetan adalah genangan air di kolong jembatan Kembangan. Ia menduga titik tersebut terlalu rendah atau memiliki masalah elevasi sehingga sering tergenang. “Saya rasa memang titik itu terlalu rendah atau bagaimana. Biasanya setelah lewat situ sudah lancar,” katanya.
Lebih lanjut, Fandi mempertanyakan sistem drainase di lokasi tersebut yang dinilainya kerap menyebabkan banjir saat hujan deras. “Memang semalam hujan deras, tapi entah sistem drainasenya kurang atau memang elevasinya rendah sehingga selalu banjir,” keluhnya.
Kawasan Puri Kembangan memang dikenal sebagai salah satu area yang rawan banjir di Jakarta Barat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk surut setelah hujan reda, menambah kompleksitas masalah lalu lintas di wilayah tersebut.













