No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home sains

Ketika Mati Rasa: Profesional Berperilaku Binatang

Hidayat by Hidayat
28 April 2026 - 22:19
in sains
0

Masalah Terbesar Kita Hari Ini

Masalah terbesar kita hari ini bukanlah korupsi, manipulasi, atau ketidakadilan—melainkan hilangnya kemarahan terhadap kejahatan. Skandal datang silih berganti, namun reaksi kita mengecil—lalu lupa. Kita tahu, tetapi tetap diam. Di situlah mati rasa bermula. Yang rusak bukan sekadar sistem, tetapi rasa kita terhadap kerusakan itu sendiri.

Manusia punya hati, mata, dan telinga—namun tidak digunakan; mereka seperti ternak, bahkan lebih sesat (QS. Al-A‘raf: 179). Saat kesadaran tumpul, manusia tak lagi dipandu nilai, tetapi dorongan. Al-Qur’an menggambarkan kondisi itu melalui sekitar 27 jenis binatang sebagai cermin hilangnya batas dalam diri manusia.

Pertanyaannya sederhana—dan menampar: kita masih memahami, atau hanya memikul seperti keledai (himar)? Kita bertindak dengan nilai, atau mengikuti nafsu seperti anjing (kalbun)? Dan akhirnya—yang paling jujur: di balik peran yang kita banggakan, kita ini masih manusia… atau sudah berubah menjadi apa?

Tulisan ini tidak menunjuk siapa—hanya mengajak bercermin. Kalau terasa menyentil, mungkin bukan karena kalimatnya terlalu tajam… tapi karena kita terlalu lama menganggapnya biasa, hingga kehilangan rasa untuk menyadari bahwa yang tidak wajar telah kita terima sebagai hal yang wajar.

Birokrat dan Pejabat

Di lingkar kekuasaan, pola itu berulang: sudah memiliki segalanya—tetap mengambil. Kasus terbuka, respons kian datar. Masalahnya bukan kekurangan, tetapi hilangnya batas—yang dulu memalukan kini biasa. Rasa malu memudar, rasa cukup lenyap. Di titik itu, birokrat dan pejabat tak lagi dipandu nilai, tetapi dorongan—seperti babi (khinzir) yang menelan tanpa batas (QS. Al-Ma’idah: 3) dan anjing (kalbun) yang tak pernah puas (QS. Al-A‘raf: 176).

Harta naik, kuasa menguat, tetapi batas dalam diri runtuh. Birokrasi tampak rapi, namun runtuh di hadapan manusia: prosedur berjalan, warga diabaikan—pasien diminta berkas, bantuan tertahan, izin tersendat. Tidak ada yang melanggar—dan justru di situlah masalahnya. Ini bukan kegagalan sistem, tetapi kegagalan rasa.

Baca Juga  Deforestasi dan Ancaman Zoonosis

Mereka bergerak seperti ternak tanpa arah (QS. Al-Baqarah: 67), memikul seperti keledai tanpa makna (QS. Al-Jumu’ah: 5), menenun rapuh seperti laba-laba (QS. Al-Ankabut: 41), dan sesekali meniru tanpa memahami—seperti monyet yang hanya pandai menyalin, tetapi asing dari makna (QS. Al-A‘raf: 166). Semua berjalan—tanpa hidup.

Akademisi

Di kampus, semuanya tampak gemilang: publikasi naik, sitasi meningkat, peringkat membaik. Namun di balik itu, sesuatu retak—judul disesuaikan dengan pendana, plagiarisme disamarkan, mahasiswa dijadikan penulis bayangan.

Ilmu tak lagi dicari—ia diproduksi. Yang hilang bukan kecerdasan, tetapi kejujuran. Akademisi memikul seperti keledai (himar) yang membawa kitab tanpa memahami (QS. Al-Jumu’ah: 5), mengejar seperti anjing yang tak pernah puas (QS. Al-A‘raf: 176), dan menenun reputasi seperti laba-laba—tampak kokoh, namun kosong (QS. Al-Ankabut: 41). Kampus tetap berdiri. Gelar tetap diberikan. Namun kebenaran—perlahan mati.

Politisi

Dalam politik, semua disebut “strategi”. Menjelang kekuasaan, dekat dengan rakyat; setelah berkuasa, dekat dengan kepentingan. Anggaran disusun, proyek dibagi, kebijakan diarahkan—tampak rapi, bahkan cerdas. Namun publik tahu: banyak keputusan lahir bukan dari amanah, tetapi dari kepentingan.

Kekuasaan tak lagi dijalankan—ia diperdagangkan. Ia mengejar tanpa batas seperti anjing (kalbun) (QS. Al-A‘raf: 176), menekan seperti singa (QS. Al-Muddaththir: 51), dan menyusun seperti serigala (QS. Yusuf: 13). Kekuatan ada, kecerdikan ada—tetapi arah hilang.

Pemimpin Kuda

Di tingkat kepemimpinan, masalahnya sunyi—tapi dalam. Kebijakan tampak rasional, angka meyakinkan, namun hidup tak berubah: Harga naik, rakyat tertekan, program tak menyentuh. Pemimpin melihat data—tetapi kehilangan rasa.

Ia berlari tanpa kendali seperti kuda (QS. Al-‘Adiyat), besar namun salah arah seperti gajah (QS. Al-Fil: 1), dan tumpul seperti ternak (QS. Al-A‘raf: 179). Yang berbahaya bukan yang tidak tahu, tetapi hilang kepekaan.

Baca Juga  7 Kelebihan Psikologi Orang yang Sering Bicara Sendiri

Pebisnis Ular

Di dunia bisnis, semuanya tampak rasional—efisiensi, untung, keberlanjutan. Namun pola itu berulang: kedekatan jadi pintu proyek, harga dimainkan, kualitas ditekan, tenaga kerja diperas, konsumen diarahkan dengan informasi setengah jujur. Semua tampak legal—namun tidak semuanya benar.

Di titik itu, bisnis tak lagi bicara nilai, tetapi naluri: semua dilahap. Ia bekerja senyap seperti ular—halus, tetapi mematikan (QS. Thaha: 20); menenun kepentingan seperti laba-laba—luas, namun rapuh (QS. Al-Ankabut: 41); dan mengejar tanpa batas seperti anjing (QS. Al-A‘raf: 176). Keuntungan naik, proyek berjalan— tetapi batas dalam nurani hilang. Yang dihitung hanya untung—bukan halal-haram.

Influencer Lalat

Di ruang digital, yang viral mengalahkan yang benar. Keburukan dibesarkan, konflik dipertontonkan, kesalahan dipasarkan. Narasi setengah benar bahkan hoaks disebarkan—bukan untuk kebenaran, tetapi untuk perhatian. Kita tidak hanya menonton—kita ikut menyebarkan. Tanpa sadar, kita menjadi bagian dari masalah: seperti lalat yang mengotori apa pun yang disentuh (QS. Al-Hajj: 73), bergerak seperti belalang tanpa arah (QS. Al-Qamar: 7), dan menenun luas namun rapuh seperti laba-laba (QS. Al-Ankabut: 41). Ramai—tetapi kosong. Banyak suara, sedikit makna; banyak konten, hampir tak ada kebenaran.

Tenaga Medis Nyamuk

Di ranah kesehatan, luka itu sering tak terlihat—kecil, tetapi menyakitkan. Pelayanan ada, prosedur berjalan, namun empati menipis. Pasien menjadi nomor, keluhan menjadi data. Tenaga medis bekerja—tetapi tak selalu hadir. Ia bisa seperti nyamuk: kecil, nyaris tak terasa, namun menyedot perlahan—waktu, perhatian, kepercayaan (QS. Al-Baqarah: 26); memikul seperti keledai tanpa makna (QS. Al-Jumu’ah: 5); dan berjalan tanpa kesadaran seperti ternak (QS. Al-A‘raf: 179). Yang hilang bukan kompetensi—tetapi rasa. Ketika itu terjadi, pelayanan tidak lagi menyembuhkan—ia hanya berjalan. Di balik semua itu, yang terkikis bukan hanya kualitas layanan, tetapi kemanusiaan itu sendiri.

Memanusiakan Manusia: Menghidupkan Kembali Rasa

Masalah kita bukan kurang akal atau aturan, tetapi mati rasa—mati hati, buta mata, dan tuli telinga. Padahal semuanya ada, namun tidak digunakan (QS. Al-A‘raf: 179); ini krisis jiwa. Hati kebal nasihat, mata tak lagi melihat kebenaran, telinga menolak peringatan. Dosa diulang hingga terasa biasa; yang salah menjadi wajar, yang benar terasa asing.

Baca Juga  Eksperimen Maut: Dari Senjata Biologi ke Sifilis

Yang buta bukan mata, tetapi hati (QS. Al-Hajj: 46). Manusia tersesat bukan karena tidak tahu, tetapi karena tidak mau merasa—dan merasa benar. Solusinya bukan slogan, melainkan menghidupkan kembali rasa: hati dibersihkan dengan taubat dan dzikir, mata dilatih melihat kebenaran, telinga dibuka untuk nasihat.

Jika orang berilmu diam, kebatilan berkuasa; menyembunyikan kebenaran dilaknat (QS. Al-Baqarah: 159). Maka diam bukan netral—ia keberpihakan. Jika hati hidup, manusia akan lurus. Jika mati—ia melangkah jauh… sambil yakin ia benar. Semoga masih ada getar yang menghidupkan hati, membuka mata, dan menajamkan telinga—sebelum semuanya padam.

Tags: berperilakubinatangketikaprofesional
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Jika Semua Orang Melompat Bersamaan, Apa yang Terjadi?
sains

Jika Semua Orang Melompat Bersamaan, Apa yang Terjadi?

28 April 2026 - 05:58
Dampak Godzilla El Nino di Indonesia: Krisis Air Bersih dan Ketahanan Pangan
sains

Dampak Godzilla El Nino di Indonesia: Krisis Air Bersih dan Ketahanan Pangan

25 April 2026 - 14:49
Siapa Penyumbang Gen Kecerdasan Anak, Ibu atau Ayah!
sains

Siapa Penyumbang Gen Kecerdasan Anak, Ibu atau Ayah!

24 April 2026 - 16:42
Level II, Gunung Lewotobi: 1 Gempa, 1 Letusan, 1 Hembusan
sains

Level II, Gunung Lewotobi: 1 Gempa, 1 Letusan, 1 Hembusan

23 April 2026 - 18:16
Mengapa Kucing Takut Mentimun?
sains

Mengapa Kucing Takut Mentimun?

22 April 2026 - 23:33
Perbedaan Dampak Psikologis Game Lama dan Baru
sains

Perbedaan Dampak Psikologis Game Lama dan Baru

18 April 2026 - 22:47
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah Bantul

Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah Bantul

28 April 2026 - 23:35
Jisoo BLACKPINK: Bintang Baru Canneseries

Jisoo BLACKPINK: Bintang Baru Canneseries

28 April 2026 - 23:33
Harga emas Antam turun Rp44.000, jadi Rp2.840.000 per gram April 2026

Harga emas Antam turun Rp44.000, jadi Rp2.840.000 per gram April 2026

28 April 2026 - 23:16
Petis Picu Koper Jemaah Haji RI Dibongkar di Madinah

Petis Picu Koper Jemaah Haji RI Dibongkar di Madinah

28 April 2026 - 23:06
BBM Naik, Warga Purwokerto Khawatirkan Pengeluaran Harian

BBM Naik, Warga Purwokerto Khawatirkan Pengeluaran Harian

28 April 2026 - 22:57

Pilihan Redaksi

Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah Bantul

Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah Bantul

28 April 2026 - 23:35
Jisoo BLACKPINK: Bintang Baru Canneseries

Jisoo BLACKPINK: Bintang Baru Canneseries

28 April 2026 - 23:33
Harga emas Antam turun Rp44.000, jadi Rp2.840.000 per gram April 2026

Harga emas Antam turun Rp44.000, jadi Rp2.840.000 per gram April 2026

28 April 2026 - 23:16
Petis Picu Koper Jemaah Haji RI Dibongkar di Madinah

Petis Picu Koper Jemaah Haji RI Dibongkar di Madinah

28 April 2026 - 23:06
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.