PT Inti Sinergi Formula, yang merupakan perusahaan pengembang Bahan Bakar Original Buatan Indonesia bernama Bobibos, telah diingatkan untuk fokus mengembangkan bahan bakar berjenis bensin. Hasil uji laboratorium dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) menunjukkan bahwa Bobibos memiliki angka oktana riset atau RON 98,1 dengan metode uji ASTM D 2699-19e1.
Meski memiliki RON 98, Bobibos akan dijual dengan harga yang relatif rendah, sehingga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. “Hasil uji pertama sudah jelas dan terbuka, Bobibos memiliki RON 98. Dan itu yang dikeluarkan oleh labnya, Lemigas juga. Jadi kami diminta fokus pada pengembangan Bobibos jenis bensin oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM,” ujar Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, kepada media.
Mulyadi menyatakan bahwa di tengah situasi global yang tidak menentu, khususnya di sektor energi akibat kapal-kapal minyak yang terjebak di Selat Hormuz, Bobibos yang menggunakan bahan baku nabati jerami hadir sebagai bahan bakar alternatif.
Kehadiran Bobibos, menurut Mulyadi, bisa menjawab kekhawatiran ancaman krisis energi akibat kenaikan harga BBM. Pemerintah Indonesia mulai mencari solusi untuk penghematan energi, khususnya yang berasal dari minyak bumi, serta pengembangan sumber energi alternatif.
“Nah Bobibos menjawab semua itu. Kami punya alternatif bahan bakar nabati, juga ongkos produksi dan jualnya sangat murah. Bobibos RON 98 harganya empat sampai lima ribu rupiah, jauh lebih murah dibandingkan RON 98 dari BBM yang paling murah saja 15 hingga 20 ribuan. Jadi bisa menjadi alternatif bagi masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Mulyadi.
Menurut Mulyadi, kehadiran Bobibos saat ini sudah ditunggu oleh masyarakat Timor Leste karena PT Inti Sinergi Formula telah menjalin MoU dengan Timor Agranova SA untuk mengembangkan dan memproduksi massal Bobibos di negara pecahan Indonesia tersebut. Saat ini, Bobibos di Timor Leste sudah masuk produksi dengan menggunakan bahan baku jerami yang diolah oleh mesin biokimia milik PT Inti Sinergi Formula selaku penemu dan pengembangnya.
“Di Timor Leste kami sudah produksi. Tinggal menunggu waktu yang pas untuk launching massalnya, karena Perdana Menteri dan Presiden Timor Leste akan ikut hadir bersama. Semoga setelah itu kita juga produksi massal di Indonesia,” kata Mulyadi.
Menurut politisi yang duduk di DPR RI ini, jika Bobibos bisa diproduksi massal dan diedarkan atau diberi kesempatan menjadi energi atau bahan bakar alternatif, setidaknya Indonesia mempunyai delapan keuntungan positif. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan bahan bakar yang jauh lebih murah dibandingkan BBM.
- Kualitas tinggi karena Bobibos memiliki RON 98.
- Ramah lingkungan karena bahan bakarnya berasal dari bahan nabati.
- Menambah pendapatan petani beras karena limbah jeraminya bisa dijual sebagai bahan baku.
- Mengurangi beban keuangan negara karena impor BBM akan otomatis berkurang.
- Membantu pemerintah mengurangi pengangguran karena akan membuka banyak lapangan kerja.
- Meningkatkan perputaran uang di daerah secara signifikan.
- Meningkatkan kemandirian energi jika sawah dan jumlah panen ditingkatkan, karena sawah bukan hanya tempat kemandirian pangan, tapi juga sumber kemandirian energi.












