Peningkatan Konsumsi LPG dan BBM Selama Lebaran 2026 di NTT
Pertamina Patra Niaga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam konsumsi LPG di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Lebaran 2026. Kenaikan ini mencapai sebesar 27 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, yang juga menyebutkan bahwa peningkatan ini terjadi bersamaan dengan ditutupnya pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada pekan lalu, 1 April 2026.
Selain LPG, Pertamina juga mencatat kenaikan penggunaan Kerosene sebesar 16 persen, serta kenaikan BBM (Gasoline) sebesar 5 persen dan Avtur sebesar 8 persen dari rata-rata konsumsi normal. Namun, untuk Gasoil terjadi penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
Stok Energi Selama Lebaran Aman
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas tetap terjaga dalam kondisi aman. Ketahanan stok bervariasi antara 8 hingga 15 hari, tergantung produk dan wilayah.
Selama masa Satgas RAFI 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di NTT melalui pengoperasian 9 Terminal BBM, 142 SPBU, 11 SPBUN, 7 Agen LPG Non Subsidi, dan 6 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.
Untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan layanan tambahan selama periode Nataru di NTT. Layanan tersebut mencakup 13 SPBU Siaga 24 jam, 3 Agen LPG Siaga, dan 1 unit motorist/PDS yang mobile untuk menjangkau pemukiman hingga jalur wisata.
Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2025/2026 akan menjadi landasan untuk menyempurnakan strategi distribusi energi ke depan. “Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” tutupnya.
Operasi Satgas RAFI 2026 Resmi Ditutup
Pertamina Patra Niaga secara resmi menutup Satgas RAFI 2026. Menurut catatan perusahaan, selama periode layanan tersebut, pasokan energi mampu dijaga dengan baik, mulai dari arus mudik hingga arus balik. Pada masa arus mudik dan arus balik, perjalanan masyarakat NTT terpantau aman dan lancar. Begitu juga dengan angka kecelakaan yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan Polda NTT.
Selain itu, sejumlah peran pendukung seperti sarana beristirahat dan ketersediaan energi dinilai memegang peranan penting dalam berkurangnya risiko kecelakaan.
Iwan Yudha Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas. “Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media,” ujar Yudha.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret 2026 lalu bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk NTT, khususnya selama momen Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.



















