Prediksi Pergerakan IHSG Pada Senin (25 Mei 2026)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Senin (25 Mei 2026). Hal ini didasarkan pada berbagai analisis dan prediksi dari para ahli pasar modal. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak dalam kondisi mixed dengan cenderung menguat terbatas. Rentang level support yang diharapkan adalah sekitar 5.909, sedangkan resistance berada di kisaran 6.305. Indikator RSI juga mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah dari zona oversold.
Pasar akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen, salah satunya adalah pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyampaikan adanya kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Iran. Hal ini dapat menciptakan suasana positif bagi investor. Namun, secara domestik, pasar masih cenderung wait and see, mengingat pelemahan rupiah yang dikhawatirkan akan terus berlanjut serta hari bursa yang lebih singkat.
Analisis Teknis dan Peluang Penguatan
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menambahkan bahwa secara teknikal, IHSG saat ini sudah berada di area support psikologis yang penting. Area tersebut mendekati level terendah saat market shock 2025, yaitu sekitar 5.800–5.900. Dengan kondisi yang cukup oversold, peluang technical rebound pada awal pekan tetap terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut.
Untuk Senin (25 Mei 2026), IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 5.900–6.300, dengan area resistance berada di kisaran 6.300–6.400. Pasar masih akan memantau perkembangan regulasi sentralisasi ekspor komoditas strategis, terutama mengenai mekanisme dan implementasinya. Beberapa pihak masih memberikan interpretasi berbeda mengenai regulasi ini.
Di sisi lain, pasar juga menantikan rebalancing indeks MSCI yang efektif pada 29 Mei 2026. Potensi capital outflow masih menjadi perhatian, khususnya untuk saham-saham yang terdampak pengurangan bobot indeks.
Rekomendasi Investasi
Reza merekomendasikan strategi buy on break di harga Rp 490 per saham untuk MBMA dengan target resistance Rp 496–505 per saham. Untuk ESSA, rekomendasi beli diberikan dengan target resistance Rp 725–Rp 750 per saham. Sementara itu, untuk CPIN, direkomendasikan strategi trading buy dengan target resistance Rp 4.400–Rp 4.500 per saham.
Sementara itu, Audi merekomendasikan strategi speculative buy untuk INKP dan MBMA pada perdagangan Senin (25 Mei 2026). Untuk INKP, support ada di Rp 7.600 per saham dan resistance di Rp 8.650 per saham. Sedangkan untuk MBMA, support ada di Rp 420 per saham dan resistance di Rp 550 per saham.
Kondisi IHSG Saat Ini
Sebagai informasi tambahan, IHSG ditutup menguat 67,10 poin atau 1,10% ke 6.162,04 pada akhir perdagangan Jumat (22 Mei 2026). Meski begitu, IHSG masih mengalami penurunan sebesar 8,35% dalam sepekan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan harian, tren jangka pendek masih menunjukkan tekanan.



















