Kopi Batui Oishii: Dari Mimpi Petani Lokal Menjadi Ikon Daerah Berkat Kolaborasi
Perjalanan Fadly, seorang petani kopi di Desa Nonong, dimulai pada tahun 2010 dengan keyakinan sederhana: tanah Batui menyimpan potensi yang luar biasa. Ia merintis “Kopi Batui Oishii” bukan semata-mata untuk mencari keuntungan bisnis, melainkan sebagai wujud pembuktian bahwa petani lokal mampu meraih kemandirian. Namun, impian besar ini tak lepas dari perjuangan berat. Fadly harus menghadapi kenyataan pahit berupa keterbatasan alat produksi dan biaya operasional yang terus menggerogoti semangatnya.
Menanam Harapan di Bawah Naungan Infrastruktur
Tahun 2024 menandai sebuah titik balik monumental dalam kisah Kopi Batui Oishii. Kehadiran PLN Unit Induk Pembangkitan (UIP) Sulawesi, bukan sekadar dalam bentuk bantuan biasa, melainkan sebagai katalisator perubahan yang signifikan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Bantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui”, PLN berinvestasi dalam membangun ekosistem kopi yang komprehensif.
Fokus program ini sangatlah strategis, mencakup seluruh rantai nilai industri kopi. Mulai dari sektor hulu, dengan upaya peningkatan populasi pohon kopi yang produktif, hingga ke sektor hilir, di mana teknologi modern diperkenalkan untuk menekan biaya produksi secara drastis. Tujuan jangka panjangnya sangat ambisius: menjadikan Batui sebagai ikon daerah yang dikenal luas, mampu memenuhi permintaan kopi baik di pasar domestik maupun internasional, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Bagi Fadly, uluran tangan dari PLN ini adalah jawaban yang telah lama ia dambakan. Ia mengungkapkan, “Sebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar.”
Transformasi Menuju Kualitas dan Kapasitas Unggul
Memasuki tahun 2025, Kopi Batui Oishii telah mengalami transformasi signifikan. Produk yang tadinya berlabel rumahan, kini menjelma menjadi komoditas berkualitas tinggi yang siap bersaing. Berbagai pelatihan intensif, mulai dari teknik barista hingga strategi pemasaran yang efektif, telah membekali para petani dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menembus pasar yang lebih luas dan modern.
Fadly mengakui bahwa dukungan PLN di tahun kedua program ini menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi secara keseluruhan. “Tahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,” ujarnya dengan bangga.
Dengan bekal dukungan yang kokoh ini, Kopi Batui Oishii terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usahanya. Impian sederhana seorang petani kopi yang berawal dari lahan kecil, kini perlahan bertransformasi menjadi sebuah entitas bisnis yang mampu mengangkat nama Batui ke kancah yang lebih luas.
Pengakuan dan Apresiasi di Tingkat Nasional
Dedikasi PLN UIP Sulawesi dalam mendampingi para petani kopi di Batui, serta kegigihan para petani itu sendiri, tidak luput dari perhatian. Program pengembangan Kopi Batui Oishii berhasil meraih pengakuan bergengsi, menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi program dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.
Tidak berhenti di situ, inovasi yang diusung dalam program ini juga dianugerahi predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin Makassar. Prestasi ini semakin menegaskan keberhasilan kolaborasi antara sektor swasta dan komunitas lokal dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Menuju Kemandirian yang Kokoh dan Berkelanjutan
Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan yang telah terjalin selama tiga tahun ini memasuki babak akhir yang penuh optimisme. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi agar lebih optimal dan menstabilkan manajemen bisnis. Tujuannya adalah untuk memastikan Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh dan siap untuk mandiri sepenuhnya.
Dengan sarana produksi yang semakin modern dan sistem manajemen yang telah teruji matang, usaha kopi ini kini berada dalam posisi yang sangat baik untuk berdiri sendiri dan terus berkembang.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kopi Batui adalah cerminan nyata dari komitmen PLN untuk tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di wilayah operasionalnya, melainkan justru mendorong dan mengembangkannya.
“Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang,” ungkapnya.
Kisah Fadly dan Kopi Batui Oishii menjadi bukti nyata bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas tidak hanya mampu bertahan dari keterbatasan, tetapi bisa melesat maju dan menjadi kebanggaan daerah, serta memberikan inspirasi bagi pengembangan potensi lokal lainnya di seluruh Indonesia.












