Peningkatan Perjalanan Wisnus di Kota Cirebon
Perkembangan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Cirebon sepanjang triwulan pertama 2026 menunjukkan tren peningkatan, meski belum mencerminkan lonjakan signifikan pada momentum libur Lebaran. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, total perjalanan wisnus periode Januari–Maret 2026 mencapai 734.300 perjalanan.
Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 690.471 perjalanan. Kenaikan ini menandakan bahwa pergerakan wisata domestik tetap tumbuh, namun belum menunjukkan akselerasi kuat. Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, menjelaskan bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan masih dalam kategori moderat jika dilihat dari pola musiman, termasuk saat Lebaran yang biasanya menjadi pendorong utama mobilitas.
“Secara kumulatif memang ada peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan jika dikaitkan dengan momentum Lebaran,” tutur Samiran.
Peningkatan Bulanan dan Tahunan
Pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus ke Kota Cirebon tercatat sebesar 264.524 perjalanan. Angka ini naik sebesar 18,09% dibandingkan Februari 2026 secara bulanan. Secara tahunan, angka tersebut juga meningkat sebesar 18,97% dibandingkan Maret 2025. Meskipun demikian, kenaikan pada Maret belum cukup mengindikasikan adanya lonjakan luar biasa yang biasanya terjadi saat periode libur panjang.
Data ini menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan cenderung meningkat secara bertahap, bukan melonjak tajam. Dari sisi asal wisatawan, perjalanan ke Kota Cirebon pada Maret 2026 masih didominasi oleh wilayah sekitar. Wisatawan dari Kabupaten Cirebon menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 49,21%. Sementara itu, wisatawan dari provinsi lain tercatat sebesar 18,34%.
Adapun kontribusi dari daerah sekitar lainnya relatif lebih kecil, yaitu Kabupaten Kuningan sebesar 5,58%, Kabupaten Indramayu sebesar 5,33%, dan Kabupaten Majalengka sebesar 3,81%. Komposisi ini menunjukkan bahwa pergerakan wisata masih didominasi oleh wisatawan lokal dan regional.
“Dominasi wisatawan dari wilayah sekitar menunjukkan mobilitas jarak dekat masih menjadi penopang utama kunjungan ke Kota Cirebon,” kata Samiran.
Fluktuasi Tren Bulanan
Secara tren bulanan dalam periode Maret 2025 hingga Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus ke Kota Cirebon tercatat fluktuatif. Puncak kunjungan terjadi pada April 2025 dengan total 297.741 perjalanan. Sementara itu, titik terendah terjadi pada Maret 2025 dengan 222,34 ribu perjalanan.
Fluktuasi tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan wisatawan sangat dipengaruhi faktor musiman, termasuk libur panjang dan hari besar keagamaan. Namun, pada 2026, pola tersebut belum sepenuhnya kembali ke tren lonjakan tinggi seperti sebelumnya.
Kondisi ini sekaligus mengindikasikan daya tarik kunjungan wisata ke Kota Cirebon masih stabil, tetapi belum mengalami ekspansi signifikan. Terlebih, meski terjadi peningkatan pada Maret 2026, kenaikan tersebut lebih bersifat pemulihan bertahap dibandingkan lonjakan drastis.
Samiran menegaskan bahwa data ini menjadi gambaran bahwa sektor pariwisata domestik di Kota Cirebon tetap bergerak positif, meski belum mendapatkan dorongan kuat dari momentum Lebaran.
“Pergerakan wisnus tetap tumbuh, tetapi tidak melonjak tinggi. Ini menunjukkan aktivitas wisata berjalan normal tanpa lonjakan ekstrem,” ujarnya.



















