Polresta Denpasar Perkuat Sinergi dengan Driver Ojek Online untuk Jaga Keamanan Bali
Polresta Denpasar menunjukkan perhatian yang serius terhadap keberadaan lebih dari 80.000 driver ojek online (ojol) yang beroperasi di wilayah Bali. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat upaya penekanan angka kriminalitas dan menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya untuk menindak tegas oknum driver yang terlibat dalam tindak pidana. Ia menekankan pentingnya peran driver ojol sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh pesan keamanan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Gojek Bali Nusra dalam agenda “Ngopi Kamtibmas” yang digelar di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, pada Senin 6 April 2026.
Menurut Kapolresta, jumlah driver ojol yang mencapai puluhan ribu orang memiliki potensi besar menjadi mitra kepolisian. Namun, di sisi lain, mereka juga rentan disusupi oleh oknum yang merusak ketertiban. Dalam arahannya, ia menyebut beberapa kasus kriminal yang melibatkan mitra aplikasi dan sempat viral di media sosial. Ia menekankan perlunya koordinasi yang diperketat antara aplikator dan kepolisian agar ruang gerak oknum pelaku kejahatan semakin sempit.
“Kami berharap ke depan permasalahan yang melibatkan mitra aplikasi, baik itu Gojek, Grab, maupun Maxim, dapat diminimalisir melalui peningkatan kesadaran bersama,” ujar Kapolresta Denpasar. “Atribut yang rekan-rekan gunakan adalah identitas resmi, maka gunakanlah dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan. Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak terdaftar,” tambahnya.
Selain masalah perilaku di jalan raya, Kapolresta juga memberikan atensi khusus pada modus peredaran gelap narkotika yang kerap memanfaatkan jasa pengiriman barang melalui transportasi online. Ia meminta para driver untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk paket atau aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum.
“Segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan paket mencurigakan, seperti dugaan narkotika atau bahan berbahaya lainnya. Langkah cepat rekan-rekan sangat penting guna membantu kami dalam tindakan pencegahan maupun penegakan hukum,” tegasnya.
Sinergi yang Kuat Antara Driver Ojol dan Kepolisian
Satgas Areal Koordinator Bali Nusra Gojek, Gusti Ngurah Supriasta, menyambut positif arahan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 80.000 mitra Gojek yang tersebar di berbagai titik di Bali. Angka yang sangat besar ini menurutnya siap dikerahkan untuk mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan dialog langsung ini. Saat ini jumlah anggota kami di Bali mencapai 80.000 orang,” kata Gusti Ngurah Supriasta. “Kami menegaskan komitmen untuk terus bersinergi, bersikap kooperatif, dan selalu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya gangguan keamanan di lapangan,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini para driver di lapangan sebenarnya telah aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika melihat potensi kriminalitas di jalanan. Dengan penguatan sinergi ini, diharapkan para driver tidak hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Kehadiran Pejabat Utama dan Kapolsek Denpasar Barat
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar dan Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, yang berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi serupa di tingkat wilayah hukum masing-masing.



















