• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Laba Bank Korea di RI: Siapa Unggul, Siapa Tertinggal?

Luna by Luna
13 Juni 2026 - 02:22
in Ekonomi
0

Peta Persaingan Bank Korea Selatan di Indonesia: Kinerja Beragam di Kuartal I/2026

JAKARTA – Panggung persaingan bank-bank yang beroperasi di Indonesia dengan investor utama asal Korea Selatan menunjukkan dinamika yang beragam pada kuartal pertama tahun 2026. Dari tujuh bank yang telah beroperasi di Tanah Air, hanya sebagian yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang positif. Sebagian lainnya justru mengalami penurunan kinerja dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perbedaan kinerja ini mencerminkan berbagai faktor, mulai dari strategi bisnis hingga tahapan transformasi masing-masing bank.

Pertumbuhan Laba yang Menonjol

PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) menjadi sorotan utama dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif sebesar 112,54% secara tahunan (year on year/YoY). Hingga Maret 2026, bank yang terafiliasi dengan APRO Financial Co. Ltd. ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp64,67 miliar. Pencapaian ini merupakan peningkatan signifikan dari laba Rp30,43 miliar yang tercatat pada kuartal I/2025.

PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) juga menunjukkan performa yang solid. Bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Hanwha Life Insurance Co., Ltd. (40%) ini membukukan laba sebesar Rp153,95 miliar, sebuah peningkatan sebesar 39,82% YoY dari Rp110,10 miliar pada kuartal I/2025.

PT Bank KEB Hana Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Hana Bank, berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp200,78 miliar pada kuartal I/2026. Realisasi ini menunjukkan peningkatan sebesar 23,84% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp162,13 miliar. Capaian ini menempatkan Hana Bank sebagai bank dengan raihan laba bersih tertinggi di antara bank-bank yang memiliki investor asal Korea Selatan di Indonesia.

Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan, mengungkapkan optimisme perseroan untuk mencapai target laba bersih sebesar Rp650,11 miliar di tahun 2026. Dengan realisasi laba di awal tahun yang sudah mencapai sekitar 30,88% dari target, Hana Bank memproyeksikan pertumbuhan positif yang didukung oleh berbagai target finansial lainnya, termasuk aset sebesar Rp56,65 triliun, kredit Rp43,30 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp29,50 triliun.

Baca Juga  Teknologi AI Canggih: Peluang dan Tantangan Revolusi Dunia Kerja

Hendri menjelaskan bahwa strategi untuk mencapai target tersebut akan difokuskan pada pertumbuhan aset yang berkelanjutan, peningkatan pendapatan operasional bruto, efisiensi dan produktivitas operasional, serta penguatan tata kelola di seluruh jaringan kantor cabang.

Bank yang Mengalami Penurunan Laba

Namun, tidak semua bank dengan investor Korea Selatan mencatatkan hasil positif. PT Bank Shinhan Indonesia, misalnya, mengalami penurunan laba bersih sebesar 12,69% YoY. Hingga Maret 2026, laba bersih bank ini tercatat sebesar Rp54,25 miliar, turun dari Rp62,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA), yang merupakan bagian dari Woori Bank, juga menghadapi tantangan. Laba bersihnya menyusut 30,78% YoY, dari Rp154,33 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp106,82 miliar pada kuartal I/2026.

PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS), yang dikendalikan oleh Industrial Bank of Korea, juga melaporkan penurunan laba sebesar 31,90% YoY. Laba bersihnya tercatat Rp37,17 miliar pada kuartal I/2026, menurun dari Rp54,58 miliar pada kuartal I/2025.

Penurunan paling signifikan terjadi pada PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP). Hingga Maret 2026, KB Bank membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp10,67 miliar. Angka ini merupakan penurunan drastis sebesar 96,97% YoY dari laba Rp352,12 miliar yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengakui adanya ruang untuk perbaikan, terutama dalam kualitas kredit, fundamental bisnis secara keseluruhan, serta penguatan struktur permodalan. Fokus ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan berkualitas, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group.

Rasio Profitabilitas: Siapa yang Unggul?

Dalam hal pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE), Bank Nobu menempati posisi teratas di antara bank-bank Korea Selatan di Indonesia. ROE merupakan indikator penting yang menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba dari setiap modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Baca Juga  Emas Antam 1g Meroket Rp30rb, Prediksi 27 Jan 2026: Ini Angkanya

Hingga Maret 2026, Bank Nobu mencatatkan ROE sebesar 15,47%. Angka ini mengungguli Hana Bank (6,91%), OK Bank (6,78%), Bank Shinhan (4,35%), Bank Woori Saudara (4,01%), IBK (2,60%), dan KB Bank (0,16%).

Sementara itu, dari sisi pengembalian aset (Return on Asset/ROA), yang mencerminkan efisiensi bank dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan keuntungan, OK Bank menjadi yang terdepan. OK Bank membukukan ROA sebesar 2,42% pada kuartal I/2026. Posisi selanjutnya ditempati oleh Hana Bank (1,93%), Bank Nobu (1,91%), Bank Shinhan dan Bank Woori Saudara (masing-masing 0,97%), IBK (0,80%), dan KB Bank (0,02%).

Transformasi Perbankan yang Belum Seragam

Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, perbedaan kinerja laba bank-bank Korea di Indonesia lebih mencerminkan perbedaan tahap transformasi dan kualitas fundamental masing-masing bank, bukan semata-mata faktor kepemilikan. Bank yang mampu menjaga kualitas kredit, menekan biaya dana, dan meningkatkan efisiensi operasional cenderung mencatat pertumbuhan laba.

Trioksa mencontohkan Hana Bank yang kinerjanya positif, ditopang oleh rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang rendah sebesar 0,72% dan pertumbuhan DPK sebesar 11,78%. Sebaliknya, beberapa bank masih menghadapi tekanan akibat tingginya biaya pencadangan, proses penyehatan portofolio kredit, dan biaya transformasi bisnis yang belum sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa proses transformasi bank-bank Korea di Indonesia belum berjalan seragam. Sebagian telah memasuki fase “panen” hasil setelah berbagai upaya perbaikan bisnis, sementara yang lain masih dalam tahap konsolidasi dan penguatan fundamental. Ke depan, kemampuan menjaga kualitas aset dan efisiensi pendanaan akan menjadi kunci profitabilitas, terutama di tengah likuiditas yang semakin ketat dan persaingan penghimpunan dana yang intens.

Baca Juga  Mudik Tenang: Asuransi Solusinya

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menambahkan bahwa strategi bisnis juga memainkan peran penting. Bank yang fokus pada niche market, seperti ekosistem perusahaan Korea, rantai pasok industri, atau pembiayaan korporasi, cenderung lebih stabil dibandingkan bank yang terlalu agresif di segmen ritel berisiko tinggi atau digital lending tanpa mitigasi risiko yang kuat.

Dalam kondisi perlambatan ekonomi dan suku bunga tinggi, ekspansi yang terlalu agresif dapat meningkatkan tekanan pada NPL dan kebutuhan pencadangan. Hal ini menegaskan bahwa kemampuan manajemen risiko menjadi faktor krusial dalam daya tahan profitabilitas bank.

Rizal juga mengamati bahwa investor Korea telah cukup agresif dalam melakukan akuisisi, digitalisasi, dan injeksi modal di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, transformasi perbankan membutuhkan waktu yang panjang untuk membentuk basis nasabah yang kuat, menghimpun dana murah, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan kualitas kredit yang sehat. Oleh karena itu, bank Korea yang berpotensi bertahan dan tumbuh bukan hanya yang agresif berekspansi, tetapi yang mampu membangun model bisnis yang efisien, fokus, dan resilien terhadap tekanan likuiditas serta volatilitas ekonomi global.

Tags: tertinggal
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Gaji ke-13 PPPK Cair, Tunggu Juni Tuntas
Ekonomi

Gaji ke-13 PPPK Cair, Tunggu Juni Tuntas

13 Juni 2026 - 00:38
berita

Andre Rosiade Ungkap Penyebab Kelangkaan Solar Subsidi di Sumbar: Bukan Masalah Kuota

12 Juni 2026 - 23:59
Kinerja Logistik Menguat, BP Batam Sebut Batam sebagai Motor Ekonomi Kawasan
BP Batam

Kinerja Logistik Menguat, BP Batam Sebut Batam sebagai Motor Ekonomi Kawasan

12 Juni 2026 - 23:59
Pasar Saham Menguat, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Motor Penggerak Utama
Bisnis

Pasar Saham Menguat, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Motor Penggerak Utama

12 Juni 2026 - 22:35
Analisis Mendalam: Kinerja Pasar Saham ‘Hijau’ dan Peran Sektor Teknologi & Energi
Bisnis

Analisis Mendalam: Kinerja Pasar Saham ‘Hijau’ dan Peran Sektor Teknologi & Energi

12 Juni 2026 - 21:52
Analisis Mendalam: Mengapa Sektor Teknologi dan Energi Pimpin Penguatan Pasar Saham Hari Ini
Bisnis

Analisis Mendalam: Mengapa Sektor Teknologi dan Energi Pimpin Penguatan Pasar Saham Hari Ini

12 Juni 2026 - 21:10
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Sulbar Diguyur Hujan Ringan-Sedang, Waspada Angin Kencang Pesisir Majene-Polman

Sulbar Diguyur Hujan Ringan-Sedang, Waspada Angin Kencang Pesisir Majene-Polman

13 Juni 2026 - 03:40
GPT-6 OpenAI di IKN: Terobosan Penalaran Selevel Manusia yang Mengubah Masa Depan

GPT-6 OpenAI di IKN: Terobosan Penalaran Selevel Manusia yang Mengubah Masa Depan

13 Juni 2026 - 03:31
Judge’s Ruling: Trump’s Critics Score a Blow He’ll Detest

Judge’s Ruling: Trump’s Critics Score a Blow He’ll Detest

13 Juni 2026 - 03:14
Siklon Jangmi: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Siklon Jangmi: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

13 Juni 2026 - 03:14
Kepri Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatera Tahun 2026: Strategi, Proyeksi, dan Dampaknya

Kepri Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatera Tahun 2026: Strategi, Proyeksi, dan Dampaknya

13 Juni 2026 - 02:59

Pilihan Redaksi

Sulbar Diguyur Hujan Ringan-Sedang, Waspada Angin Kencang Pesisir Majene-Polman

Sulbar Diguyur Hujan Ringan-Sedang, Waspada Angin Kencang Pesisir Majene-Polman

13 Juni 2026 - 03:40
GPT-6 OpenAI di IKN: Terobosan Penalaran Selevel Manusia yang Mengubah Masa Depan

GPT-6 OpenAI di IKN: Terobosan Penalaran Selevel Manusia yang Mengubah Masa Depan

13 Juni 2026 - 03:31
Judge’s Ruling: Trump’s Critics Score a Blow He’ll Detest

Judge’s Ruling: Trump’s Critics Score a Blow He’ll Detest

13 Juni 2026 - 03:14
Siklon Jangmi: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Siklon Jangmi: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

13 Juni 2026 - 03:14
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.