Keterlambatan Pembukaan Jalan Lenteng Agung, Dishub DKI Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Jakarta – Pembukaan kembali Jalan Lenteng Agung yang menghubungkan Jakarta dengan Depok mengalami penundaan signifikan, yaitu enam jam dari jadwal semula. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut terganggu cukup lama. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak oleh keterlambatan ini.
Semula, penutupan jalan di area titik yang mengalami amblas ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 17 jam, mulai dari Senin, 1 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, hingga Selasa, Juni 2026, pukul 05.00 WIB. Tujuan utama penutupan ini adalah untuk memberikan ruang bagi proses pengecoran dan pembetonan guna memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembukaan jalan baru dapat dilakukan secara bertahap. Lajur pertama baru dibuka pada pukul 08.00 WIB, sementara lajur di sisi lainnya baru bisa diakses oleh kendaraan pada pukul 11.00 WIB. Keterlambatan ini jelas menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu mobilitas warga yang rutin melintasi Jalan Lenteng Agung.
“Kami sangat memahami bahwa kondisi ini berdampak besar pada mobilitas warga yang melintas di kawasan Lenteng Agung. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas keterlambatan pembukaan jalan ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menyesuaikan kembali waktu perjalanan mereka dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah kami siapkan,” ujar Budi Awaluddin pada Selasa, Juni 2026.
Proses Sterilisasi dan Penutupan Jalan yang Molor Menjadi Akar Masalah
Budi Awaluddin menjelaskan lebih lanjut mengenai penyebab utama keterlambatan ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, yang bertanggung jawab langsung atas pekerjaan perbaikan, molornya penyelesaian pekerjaan disebabkan oleh proses penutupan dan sterilisasi area yang juga mengalami penundaan dari jadwal semula.
Proses penutupan jalan yang seharusnya sudah dimulai secara penuh pada pukul 14.00 WIB, ternyata baru dapat dilaksanakan secara menyeluruh pada pukul 16.00 WIB. Penundaan dua jam dalam proses penutupan awal ini kemudian berimbas pada seluruh rangkaian pekerjaan selanjutnya, termasuk pengecoran dan pembetonan, hingga pada akhirnya mempengaruhi jadwal pembukaan kembali jalan.
Prioritas Keselamatan dan Kualitas Perbaikan
Meskipun terjadi keterlambatan, Budi Awaluddin menekankan bahwa keselamatan para pekerja di lapangan serta keamanan bagi seluruh pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan.
“Keselamatan para pekerja dan juga para pengguna jalan adalah hal yang paling utama bagi kami. Oleh sebab itu, seluruh tahapan pekerjaan harus dilakukan secara cermat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal ini demi memastikan bahwa hasil perbaikan jalan benar-benar aman, kuat, dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” tegas Budi.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri terus berupaya melakukan koordinasi yang intensif dengan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk mempercepat segala proses yang dapat dipercepat tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan.
Selain itu, petugas dari Dinas Perhubungan tetap disiagakan di sekitar lokasi perbaikan. Keberadaan petugas ini sangat penting untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara manual, membantu mengarahkan kendaraan, dan memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai rute alternatif yang bisa ditempuh untuk menghindari kemacetan.
Imbauan kepada Masyarakat
Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa mengikuti arahan dari petugas yang berjaga di lapangan. Kepatuhan terhadap instruksi petugas akan sangat membantu kelancaran pengaturan lalu lintas.
Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan perkembangan pekerjaan melalui kanal-kanal resmi pemerintah daerah. Informasi yang akurat dan terkini akan membantu pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.
Pihak Dishub juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses perbaikan ini berlangsung. Upaya perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keamanan bersama.
Perbaikan di titik amblas Jalan Lenteng Agung ini diharapkan dapat segera selesai sepenuhnya, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal tanpa hambatan berarti. Koordinasi lintas dinas akan terus ditingkatkan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan berbagai persoalan infrastruktur di ibu kota.












