Lagu daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan yang luar biasa, mencerminkan keindahan alam dan budaya yang beragam di provinsi tersebut. Salah satu lagu yang populer dari Manggarai adalah “Duat,” sebuah lagu bergenre pop daerah yang dinyanyikan oleh Hendriq Malsaho. Liriknya sederhana namun sarat makna, menggambarkan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai masyarakat Manggarai.
Berikut adalah lirik lagu “Duat”:
Duat Duat
Par leso gula tana
Mengkek weki
Inung Kopi hang gula
Ngo duat lau uma kudut kawe ha,,,ng mane
Toe landing pake Jas
Nau le pake sepatu
Sarjana one sai galan
ata mesen dumpu seng
Nia itan lite di’a
one ata cumang duat
Nia lelon lite geong
One ata toe hesot lemot
paka gereng kengko
Duat duat morin toe tadu matan
Duat duat rantang darem tuka
Duat duat kudut ita one cikang
Duat duat te tinu wina anak
Secara garis besar, lagu ini menceritakan tentang kebiasaan masyarakat Manggarai dalam menikmati hidup dan bekerja keras. “Duat” sendiri bisa diartikan sebagai kegiatan berkumpul atau bersantai sambil menikmati kopi dan makanan ringan. Liriknya menggambarkan suasana kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Makna Mendalam di Balik Lirik Sederhana
Meskipun liriknya terlihat sederhana, lagu “Duat” mengandung pesan-pesan moral yang mendalam. Beberapa di antaranya adalah:
- Kebersamaan dan Gotong Royong: Lirik “Ngo duat lau uma kudut kawe ha,,,ng mane” menggambarkan kegiatan berkumpul di ladang atau sawah untuk bekerja bersama. Ini mencerminkan semangat gotong royong yang kuat dalam masyarakat Manggarai.
- Kesederhanaan: Lirik “Toe landing pake Jas, Nau le pake sepatu” menekankan pentingnya kesederhanaan dalam hidup. Tidak perlu berlebihan dalam berpakaian atau bergaya, yang terpenting adalah kerja keras dan kebersamaan.
- Pentingnya Pendidikan: Lirik “Sarjana one sai galan, ata mesen dumpu seng” menyiratkan bahwa pendidikan sangat penting, namun tidak boleh membuat seseorang menjadi sombong atau lupa diri. Seorang sarjana harus tetap rendah hati dan mau bekerja keras seperti orang biasa.
- Bijaksana dalam Memilih Teman: Lirik “Nia itan lite di’a, one ata cumang duat, Nia lelon lite geong, One ata toe hesot lemot, paka gereng kengko” mengajarkan untuk berhati-hati dalam memilih teman. Pilihlah teman yang jujur dan dapat diandalkan, bukan yang hanya memanfaatkan atau membawa pengaruh buruk.
Analisis Lebih Lanjut
Lagu “Duat” tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan cerminan budaya dan nilai-nilai masyarakat Manggarai. Melalui liriknya yang sederhana dan melodi yang ceria, lagu ini mampu menyampaikan pesan-pesan moral yang penting bagi kehidupan.
Lagu ini juga menunjukkan bagaimana musik daerah dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi. Dengan menyanyikan dan mendengarkan lagu-lagu daerah seperti “Duat,” generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri.
Selain itu, lagu “Duat” juga dapat menjadi daya tarik wisata bagi daerah Manggarai. Dengan mempromosikan lagu-lagu daerah, wisatawan dapat lebih tertarik untuk mengunjungi Manggarai dan mempelajari lebih lanjut tentang budaya dan tradisinya.
Upaya Pelestarian Lagu Daerah
Penting untuk terus melestarikan lagu-lagu daerah seperti “Duat” agar tidak punah ditelan zaman. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengajarkan lagu-lagu daerah di sekolah-sekolah.
- Mengadakan festival atau lomba menyanyi lagu daerah.
- Membuat rekaman lagu-lagu daerah dan menyebarkannya melalui media sosial.
- Mendukung para musisi daerah untuk terus berkarya dan menciptakan lagu-lagu baru.
Dengan upaya bersama, kita dapat memastikan bahwa lagu-lagu daerah seperti “Duat” akan terus hidup dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.



















