Dedikasi Luar Biasa Luna Maya dalam Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Tuai Pujian
Proses kreatif dalam pembuatan sebuah film seringkali melibatkan pengorbanan dan dedikasi yang luar biasa dari para insan perfilman, terutama para aktor dan aktris. Dalam film horor terbaru “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa”, aktris ternama Luna Maya menuai decak kagum dari rekan sesama aktornya, Reza Rahadian, berkat totalitasnya yang mengagumkan. Reza Rahadian secara langsung menyaksikan perjuangan keras Luna Maya selama proses syuting, yang membuatnya memberikan pujian setinggi langit.
Salah satu aspek yang paling mencuri perhatian Reza adalah proses makeup prostetik yang harus dijalani Luna Maya setiap harinya. Proses transformasi menjadi ikon horor legendaris Suzzanna ini dilaporkan memakan waktu hingga empat jam.
“Saya melihat langsung bagaimana dedikasi Luna yang luar biasa untuk film ini. Pertama secara teknis. Make up 4 jam tuh nggak mudah,” ungkap Reza Rahadian dalam sebuah kesempatan di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026).
Datang Paling Pagi, Melebihi Jadwal Pengantaran Genset
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses makeup tersebut berdampak langsung pada jadwal harian Luna Maya. Demi memastikan dirinya siap di lokasi syuting tepat waktu, Luna harus tiba jauh lebih awal dibandingkan seluruh jajaran pemain lainnya.
“Artinya Luna harus datang paling awal dari seluruh jajaran pemain lainnya. Itu dedikasi yang luar biasa,” ujar Reza.
Bahkan, Reza sempat melontarkan candaan yang menggambarkan betapa paginya Luna tiba di lokasi syuting. Ia bercanda bahwa kehadiran Luna Maya bahkan lebih awal dari jadwal pengantaran genset yang biasanya menjadi salah satu persiapan logistik paling awal di lokasi.
“Duluan Luna sama genset, benar. Kita masih tidur di hotel. Bukan dari pemain (datang duluan), dari genset!” seloroh Reza, menggambarkan betapa gigihnya Luna dalam menjalankan perannya.
Mendalami Karakter dengan Pelatih Dialek
Tak hanya terpukau oleh aspek fisik dan teknis dalam penampilannya, Reza Rahadian juga sangat mengapresiasi keseriusan Luna Maya dalam mendalami karakter Suzzanna. Upayanya tidak berhenti pada penampilan fisik semata, melainkan juga merambah ke aspek vokal dan intonasi.
Luna Maya dilaporkan bekerja sama dengan seorang pelatih dialek untuk memastikan pengucapan dan cara bicaranya sesuai dengan ciri khas karakter Suzzanna. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan penampilan yang otentik dan meyakinkan bagi para penonton.
“Di situ saya melihat Luna sebagai seorang aktor juga luar biasa. Sampai bagaimana detail pengucapan, kemudian cara mengolah dialog, it’s amazing,” jelas Reza, menunjukkan kekagumannya terhadap profesionalisme Luna.
Layak Mendapatkan Penghargaan
Melihat segala kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh Luna Maya, Reza Rahadian merasa bahwa sahabatnya tersebut sangat pantas untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas perannya.
“Jadi kamu pantas mendapatkan semua pujian, semua, semoga musim penghargaan, saya pikir kamu pantas mendapatkannya,” tutup Reza, menegaskan dukungannya dan keyakinannya akan kualitas akting Luna Maya.
Film “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” sendiri merupakan produksi dari Soraya Intercine Films, yang diproduseri oleh Sunil Soraya. Film ini juga mendapat dukungan dari Legacy Pictures serta Navvaros Entertainment. Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada tanggal 18 Maret 2026 ini diharapkan dapat menghadirkan kembali aura horor Suzzanna yang ikonik bagi penonton Indonesia.
Selain penampilan memukau dari Luna Maya dan Reza Rahadian, film ini juga didukung oleh jajaran aktor dan aktris berbakat lainnya, termasuk Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau. Kolaborasi para talenta ini diharapkan akan menghasilkan sebuah karya sinematik yang tak terlupakan.



















