Adaptasi Federico Barba: Menjalani Liga di Tengah Atmosfer Ramadan
Federico Barba, bek tangguh Persib, kini tengah merasakan pengalaman unik menjalani kompetisi sepak bola di Indonesia, khususnya di tengah bulan suci Ramadan. Bagi pemain asal Italia ini, ini adalah musim pertamanya merasakan atmosfer Liga Indonesia yang masih bergulir. Berada di lingkungan mayoritas Muslim, Barba tidak hanya beradaptasi dengan gaya permainan, tetapi juga dengan ritme kehidupan yang berubah selama bulan Ramadan.
Perubahan paling kentara selama Ramadan adalah penyesuaian jadwal pertandingan. Kick-off pertandingan Super League kini digeser ke pukul 20.30 WIB, sebuah langkah yang dirancang untuk mengakomodasi para pemain dan staf yang menjalankan ibadah puasa. Mengenai hal ini, Barba menyatakan bahwa adaptasinya berjalan mulus.
“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan,” ungkap Barba. “Jadi bagi saya tidak ada yang berubah.”
Fleksibilitas Jadwal: Pengalaman Barba di Eropa dan Indonesia
Bagi Barba, perubahan waktu kick-off ini tidak menimbulkan kesulitan berarti. Ia membandingkan situasinya dengan pengalamannya di Eropa.
“Sejujurnya ini tidak begitu asing karena di Eropa, kalian bisa lihat di televisi, kami bisa bermain kapan saja,” jelasnya. “Kami bisa saja bermain pada pagi hari, pukul 12 siang, pukul 12.30, atau bahkan malam hari, jadi bagi saya itu sama saja,” ujar eks pemain Como FC itu, menunjukkan fleksibilitasnya dalam menghadapi berbagai jadwal pertandingan. Pengalaman ini membuktikan bahwa adaptasi tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan kebiasaan.
Perjalanan Persib di Akhir Ramadan: Menuju Gelar Juara
Persib Bandung dijadwalkan masih memiliki dua pertandingan krusial selama periode Ramadan ini. Pertandingan terdekat adalah menjamu Persik pada pekan ke-25 Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (9/3/2026). Setelah itu, Persib akan bertandang ke markas Borneo FC dalam laga tunda yang akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada 15 Maret 2026.
Saat ini, Persib Bandung tengah berada di puncak klasemen Super League 2025/2026. Dengan mengumpulkan 54 poin dari 23 pertandingan, Maung Bandung menunjukkan performa yang sangat konsisten. Jika tren positif ini terus terjaga, peluang mereka untuk meraih gelar juara musim ini semakin terbuka lebar.
Persaingan Ketat di Papan Atas Klasemen
Perjalanan Persib menuju gelar juara tidaklah mudah. Dua tim lain yang menjadi pesaing terdekat adalah Persija Jakarta dan Borneo FC.
-
Persib Bandung:
- Posisi: 1
- Poin: 54
- Jumlah Pertandingan: 23
-
Persija Jakarta:
- Posisi: 2
- Poin: 51
- Jumlah Pertandingan: 24
-
Borneo FC:
- Posisi: 3
- Poin: 50
- Jumlah Pertandingan: 23
Jarak antara ketiga tim teratas ini sangat tipis, menunjukkan bahwa setiap pertandingan akan sangat menentukan. Persaingan ini diprediksi akan semakin memanas hingga akhir musim.
Sementara itu, tim-tim di posisi keempat dan kelima klasemen menunjukkan jarak poin yang cukup signifikan dari persaingan papan atas.
-
Malut United:
- Posisi: 4
- Poin: 44
-
Persebaya:
- Posisi: 5
- Poin: 39
Dengan sisa pertandingan yang ada, fokus utama tetap tertuju pada tiga tim teratas yang akan saling sikut untuk memperebutkan trofi Super League musim ini. Adaptasi para pemain seperti Federico Barba di tengah dinamika bulan Ramadan menjadi salah satu cerita menarik di balik ketatnya persaingan di lapangan hijau.



















