Marc Marquez menutup hari pertama MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi dengan hasil meyakinkan. Pembalap Ducati itu melewati fase penting menuju Q2 tanpa hambatan berarti pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah menorehkan catatan waktu tercepat ketiga di sesi practice. Hasil itu membuatnya bisa menghemat tenaga lebih dulu, sebelum benar-benar memaksimalkan performa pada kualifikasi dan balapan akhir pekan ini.
Di sesi latihan pagi, Marquez bahkan sempat memimpin FP1. Namun, pada akhir hari ia harus mengakui kecepatan dua rival yang lebih cepat darinya, yakni Alex Marquez dari Gresini dan Pedro Acosta dari Red Bull KTM. Keduanya juga mampu menembus waktu di bawah rekor lintasan saat ini, menandakan persaingan di Motegi berlangsung sangat ketat sejak hari pertama.
Marquez mengaku pendekatannya pada akhir pekan ini tidak akan sama seperti pembalap lain yang bisa langsung all-out sejak awal. Cedera pada lengan kanannya masih menjadi faktor yang membatasi kondisi fisiknya, sehingga ia memilih membagi tenaga secara bertahap. Dengan strategi itu, target utama pada Jumat adalah memastikan posisi yang aman untuk menghadapi fase penentuan pada Sabtu pagi.
Kondisi trek yang memakai aspal baru dibanding tahun lalu juga sempat menyisakan tanda tanya bagi para pembalap. Meski begitu, Marquez menilai permukaan lintasan memberi rasa percaya diri yang baik. “Rasanya enak dan cengkeraman bannya bagus. Itu menyeimbangkan situasi,” kata Márquez dilansir dari MotoSport Espana. Ia menambahkan bahwa saat ini justru para rider harus mulai memahami batas kemampuan motor dan lintasan, karena di titik itulah risiko kecelakaan meningkat.
Pernyataan itu tidak lepas dari rangkaian insiden pada Jumat, termasuk lima kecelakaan yang tercatat sepanjang hari. Salah satunya menimpa pembalap wildcard Honda, Takaaki Nakagami, yang harus dilarikan ke rumah sakit. Situasi tersebut membuat Marquez semakin berhitung dalam menentukan kapan harus menekan habis-habisan dan kapan harus menahan diri.
Memasuki Sabtu, pembalap berusia 33 tahun itu sudah menegaskan perubahan pendekatannya. “Anda mengatur diri sendiri pada hari Jumat; tetapi mulai hari Sabtu dan seterusnya, Anda harus tampil habis-habisan karena pembalap lain sangat cepat,” ujarnya. Marquez menargetkan bisa mengamankan baris depan, atau setidaknya posisi keempat, meski ia sadar kualifikasi akan sangat berat karena ban belakang yang dipakai hanya efektif untuk dua putaran. Di tengah persaingan gelar dan sorotan terhadap peluang juara dunia kesepuluh, Marquez juga menyinggung kebangkitannya di musim lalu sebagai momen yang paling mengubah hidupnya.
Sumber: www.bolasport.com



