Pindad Maung MV1 dan MV2: Kebanggaan Otomotif Taktis Nasional Hadir di Panggung Otomotif Bergengsi
Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran tidak hanya menyajikan deretan mobil penumpang dan kendaraan listrik terbaru. Pameran otomotif akbar ini juga menjadi saksi bisu kehadiran sebuah kebanggaan nasional: kendaraan taktis Pindad Maung MV1 dan MV2. Dua unit Rantis (kendaraan taktis) berpenggerak empat roda (4×4) ini dipamerkan di booth Prestige Image Motorcars, Hall B, Booth B9, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung ketangguhan produk dalam negeri yang dirancang khusus untuk medan berat.
Kehadiran Maung di ajang sebesar IIMS 2026 menjadi simbol nyata kemajuan industri otomotif Indonesia, terutama dalam pengembangan kendaraan yang adaptif dan berdaya saing. CEO Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, mengungkapkan apresiasinya terhadap pengembangan kendaraan taktis ini. Menurutnya, Pindad Maung MV1 dan MV2 4×4 merupakan cerminan dari kematangan industri nasional yang terus bergerak maju.
“Dengan kapasitas rekayasa dalam negeri, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi strategis lintas sektor, Indonesia memiliki pondasi yang kuat untuk menghadirkan kendaraan yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing dalam menjawab kebutuhan strategis negara di masa depan,” ujar Rudy Salim. Pernyataannya menekankan pentingnya sinergi antara kemampuan teknis domestik dan kebutuhan pertahanan serta operasional negara.
Dukungan serupa datang dari Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo. Ia memandang langkah Prestige Image Motorcars dalam memamerkan kendaraan taktis ini di IIMS 2026 sebagai bentuk sinergi positif yang krusial.
Sinergi Strategis Antara Industri dan Sektor Pertahanan
Bambang Soesatyo menyoroti bahwa partisipasi Pindad Maung MV1 dan MV2 4×4 di IIMS 2026 merupakan bukti kolaborasi yang perlu terus diperkuat. “Langkah Prestige Image Motorcars menghadirkan Pindad Maung MV1 dan MV2 4×4 di IIMS 2026 merupakan bentuk sinergi positif antara pelaku industri dan sektor strategis nasional. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat demi mendorong inovasi serta memperkokoh kemandirian industri otomotif Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang Soesatyo menegaskan bahwa kehadiran Maung MV1 dan MV2 produksi Pindad bukan sekadar simbol kebanggaan akan kemampuan manufaktur dalam negeri. Ini juga mencerminkan komitmen konkret dalam memperkuat fondasi industri otomotif nasional secara keseluruhan.
“Partisipasi kendaraan taktis tersebut di ajang otomotif bergengsi menunjukkan bahwa produk strategis kendaraan taktis hasil pengembangan industri nasional mampu tampil kompetitif dan mendapatkan ruang yang setara di panggung industri otomotif,” imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa produk pertahanan nasional kini mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di pasar otomotif yang lebih luas.
Spesifikasi Teknis Tangguh untuk Medan Berat
Di balik penampilan kokohnya, Pindad Maung MV1 dan MV2 dibekali dengan spesifikasi teknis yang mumpuni, dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan medan. Kedua varian ini mengusung sistem penggerak empat roda (4×4) yang tangguh, mampu membawa hingga empat personel.
Pindad Maung MV1: Performa Buas untuk Misi Kritis
Varian Maung MV1 4×4 hadir dengan performa yang lebih agresif, menjadikannya pilihan ideal untuk misi-misi yang membutuhkan kecepatan dan kekuatan. Kendaraan ini ditenagai oleh mesin diesel yang menghasilkan daya sebesar 184 HP dengan torsi maksimum mencapai 420 Nm. Dengan bobot tempur sekitar 3 ton, rasio tenaga terhadap beratnya mencapai lebih dari 50 HP per ton, memberikan kemampuan akselerasi dan manuver yang impresif. Kecepatan maksimalnya diklaim mampu mencapai 120 km/jam, dengan jangkauan operasional sekitar 600 km dalam satu kali pengisian bahan bakar.
Pindad Maung MV2: Efisiensi dan Jarak Tempuh Optimal
Sementara itu, Pindad Maung MV2 4×4 lebih difokuskan pada efisiensi operasional dan kemampuan menjelajah jarak jauh. Mesinnya mampu menghasilkan tenaga 160 HP pada putaran mesin 3.200 rpm, dengan torsi maksimum 385 Nm. Keunggulan utama MV2 terletak pada jarak jelajahnya yang mencapai 1.000 km, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan MV1. Hal ini menjadikannya sangat cocok untuk operasi yang membutuhkan mobilitas tinggi dalam jarak yang lebih jauh tanpa perlu sering mengisi bahan bakar.
Dimensi dan Kemampuan Off-Road yang Mumpuni
Secara dimensi, kedua model ini memiliki ukuran yang hampir identik. Keduanya memiliki panjang sekitar 5,2 meter dan lebar 2,1 meter. Perbedaan utama terletak pada ketinggian bodi, di mana MV2 sedikit lebih rendah dengan tinggi 1,86 meter, sementara MV1 mencapai 2 meter. Perbedaan ketinggian ini mungkin disesuaikan dengan kebutuhan operasional spesifik masing-masing varian.
Kemampuan off-road kedua varian Maung juga patut diacungi jempol dan setara. Kendaraan ini mampu menaklukkan tanjakan dengan gradien hingga 60 persen, menunjukkan kemampuannya dalam melewati medan yang sangat curam. Selain itu, Maung tetap stabil saat melaju pada kemiringan samping 30 persen, serta mampu melintasi genangan air atau parit sedalam 0,75 meter. Kemampuan ini memastikan kendaraan tetap operasional dalam berbagai kondisi medan yang ekstrem.
Fitur Kenyamanan dan Keselamatan Standar
Untuk menunjang kenyamanan dan operasional para awak di lapangan, Pindad Maung MV1 dan MV2 telah dilengkapi dengan berbagai fitur esensial. Termasuk di dalamnya adalah transmisi otomatis yang memudahkan pengoperasian, sistem pendingin udara (AC) untuk kenyamanan dalam kabin, serta perlengkapan darurat yang memadai seperti dongkrak elektrik dan ban cadangan. Kelengkapan ini memastikan bahwa kendaraan tidak hanya tangguh, tetapi juga fungsional dan dapat diandalkan dalam berbagai situasi.




















