No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Mengapa Air Keras Digunakan untuk Menyerang Andrie Yunus dan Dua Aktivis Lain?

Hendra by Hendra
9 April 2026 - 17:11
in Sosial Budaya
0



Serangan menggunakan air keras tidak hanya menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain Andrie, dua aktivis lainnya juga mengalami serangan serupa di lokasi berbeda. Apa yang bisa kita pelajari dari rentetan kejahatan ini? Mengapa air keras dipilih sebagai alat penyerangan?

Setelah Andrie, Tri Wibowo, anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi, diguyur air keras pada 30 Maret 2026. Insiden ini terjadi di dekat kediamannya di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 04.35 WIB.

Lalu, pada pertengahan Februari 2026, Muhammad Rosidi, aktivis lingkungan di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras ketika hendak menyusul kawannya di sebuah kedai kopi. Pelaku penyiraman belum tertangkap hingga sekarang.

Di luar ketiga korban ini, Bhima Yudhistira, direktur Celios, organisasi nonpemerintah yang fokus di bidang ekonomi, mengaku menerima ancaman disiram air keras. Ancaman itu dikirim melalui pesan ke akun media sosialnya.

Pemilihan air keras dilatarbelakangi faktor kemudahan dalam mendapatkan barang tersebut, menurut kriminolog, Haniva Hasna. Tapi, ada konteks lain yang tak bisa ditepikan.

“Pilihan alat [untuk menyerang] itu tidak pernah netral,” sebut Haniva kepada BBC News Indonesia, Minggu (5/4).

“Di teori kriminologi, ada alat yang sifatnya high impact, low effort. Artinya, air keras ini mudah digunakan dan efeknya langsung sekaligus permanen,” tambahnya.

Serangan air keras yang muncul dalam kurun waktu belakangan merupakan “bentuk teror” sebab salah satu pelakunya berasal dari “perwakilan negara,” kata pengajar kriminologi di Universitas Indonesia, Josias Simon.

Josias menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan serangan memakai air keras bakal dipakai untuk membungkam suara kritis di masa mendatang, terlebih menyasar para aktivis.

“Nah, sekarang balik lagi ke penegakan hukum. Bisa apa enggak kasus-kasus ini diusut sampai tuntas?” tanyanya.

Baca Juga  Pengasuh Rayyanza Tinggal di Rumah Mewah, Hasil Kerja Sama dengan Raffi Ahmad dan Nagita

Dua peristiwa dalam satu garis linimasa

Sebanyak tiga orang ditangkap serta ditetapkan sebagai pelaku penyerangan anggota serikat buruh bernama Tri Wibowo di Bekasi, mengutip pernyataan Kepolisian Resor Metro Bekasi.

Alasan penyerangan, jelas polisi, “dendam pribadi yang telah berlangsung lama.” Pendek kata, motif serangan ialah masalah personal.

Dalang penyerangan meminta dua orang untuk mewujudkan kekerasan itu.

Awalnya, para pelaku berencana melukai korban dengan balok kayu, tapi urung terlaksana lantaran peluang menimbulkan kematian. Air keras lantas dipilih.

Pada November 2025, tersangka membeli cairan asam sulfat berkadar 90% di lapak daring. Harganya Rp100.000. Mereka juga membawa pulang sepeda motor lewat akun Facebook yang kemudian dipasang nomor pelat palsu.

Setelah semua peralatan terkumpul, pelaku mulai menyusun rencana detail, termasuk survei lokasi rumah serta rute pelarian. Sebelumnya, mereka sempat mencoba melangsungkan beberapa percobaan dan gagal. Akhirnya, Maret silam, niat jahat mereka membuat korban tumbang.

Eksekutor penyiraman di lapangan, berdasarkan keterangan polisi, memperoleh imbalan masing-masing sebesar Rp4,5 juta.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 468 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan berat yang terencana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Pasal lainnya yang turut disertakan yakni 470 KUHP terkait penggunaan bahan berbahaya. Hukumannya berupa pidana tambahan berjumlah sepertiga dari hukuman pokok.

Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol Sumarni, menyatakan penyiraman air keras terhadap anggota serikat buruh adalah “kejahatan serius.”

“Kami menindak tegas setiap pelaku tindak kekerasan, terlebih dilakukan secara terencana dan membahayakan nyawa orang lain. Proses hukum akan berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.

Kasus yang masih terbuka

Ketika polisi mengklaim telah mengungkap serangan air keras di Bekasi, tidak demikian halnya dengan kasus yang dialami aktivis lingkungan di Bangka Selatan, Muhammad Rosidi.

“Pada Selasa [31/3] kemarin, saya didampingi LBH Milenial Bangka Tengah, diminta untuk klarifikasi dari pihak polres [kepolisian resor] terkait laporan penganiayaan penyiraman air keras yang saya alami,” kata Rosidi.

“Saya berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat dan profesional sehingga kasus penyiraman air keras ini bisa segera terungkap,” sambungnya.

Rosidi menerangkan kondisinya saat ini “belum betul-betul pulih.” Serangan air keras yang dia hadapi telah menyebabkan luka serius di bagian kaki, selangkangan, serta tangan.

Rosidi menuturkan serangan air keras terjadi kala dia tengah berhenti di lampu merah. Rosidi hendak menyusul kawannya di warung kopi.

Di pemberhentian tersebut, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor matic mendekat kepadanya. Tiba-tiba mereka langsung menyiramkan cairan air keras ke tubuh Rosidi.

Seusai disiram, Rosidi mengejar para pelaku. Dia kehilangan jejak. Dia lalu mengalihkan kemudinya ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan.

Sehari berselang, istri Rosidi melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Bangka Selatan. Rosidi baru dipanggil kembali akhir Maret 2026.

Baca Juga  27 Ucapan HUT Kopassus 2026 dalam Bahasa Inggris dan Maknanya

Ancaman penyerangan air keras terhadap Bhima Yudhistira

Sepanjang Februari sampai Maret 2026, Direktur Celios, Bhima Yudhistira, menerima rangkaian teror yang sangat intensif. Celios merupakan organisasi riset yang fokus pada isu ekonomi.

Jelang akhir Februari, Bhima, beserta pengurus Celios yang lain, Isnawati Hidayah, memperoleh cercaan di media sosial oleh akun-akun anonim sehubungan status penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Waktu itu, perbincangan di media sosial sedang ramai membahas pro dan kontra alumni LPDP yang tidak kembali ke Indonesia. Bhima, di samping pengelola Celios, merupakan alumni LPDP.

“Intensitas serangan soal penerima beasiswa LPDP tapi berkhianat [yang ditujukan kepada saya] terhadap negara terus naik,” ujarnya saat dikonfirmasi BBC News Indonesia, Minggu (5/4).

“Padahal, tidak ada permasalahan apa pun terkait pemenuhan kontrak studi LPDP.”

Bhima menilai serangan tersebut tak lepas dari posisi lembaganya, Celios, yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah.

Sikap tegas Celios dalam merespons langkah-langkah pemerintah yang dinilai tidak tepat mendorong munculnya serangan dengan mengungkit status Bhima yang pernah tembus beasiswa LPDP.

Tags: aktivisandriebudayadigunakanmengapamenyerangsosial
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Gading Marten Bicara Luka Batin Saat Hadiri Pernikahan: Dulu Pernah Juga
Sosial Budaya

Gading Marten Bicara Luka Batin Saat Hadiri Pernikahan: Dulu Pernah Juga

17 April 2026 - 13:13
Jika Ingin Tua dengan Baik, Hindari 9 Kesalahan Pagi Ini!
Sosial Budaya

Jika Ingin Tua dengan Baik, Hindari 9 Kesalahan Pagi Ini!

17 April 2026 - 11:15
Pengasuh Rayyanza Tinggal di Rumah Mewah, Hasil Kerja Sama dengan Raffi Ahmad dan Nagita
Sosial Budaya

Pengasuh Rayyanza Tinggal di Rumah Mewah, Hasil Kerja Sama dengan Raffi Ahmad dan Nagita

17 April 2026 - 10:46
Aldi Taher Berlutut, Air Mata Istri Pecah Saat Ingat Nasib Suami
Sosial Budaya

Aldi Taher Berlutut, Air Mata Istri Pecah Saat Ingat Nasib Suami

17 April 2026 - 10:17
Jika Pasangan Lakukan 9 Hal Ini, Mereka Lebih Menghargaimu Daripada Kata-Kata Menurut Psikologi
Sosial Budaya

Jika Pasangan Lakukan 9 Hal Ini, Mereka Lebih Menghargaimu Daripada Kata-Kata Menurut Psikologi

17 April 2026 - 09:47
5 Ikan di Selokan, Mulai dari Cere hingga Gabus!
Sosial Budaya

5 Ikan di Selokan, Mulai dari Cere hingga Gabus!

17 April 2026 - 07:20
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

17 April 2026 - 15:00

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

17 April 2026 - 15:00

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

17 April 2026 - 15:00
Profil Haji Her, Pengusaha Tembakau yang Diperiksa KPK, Disambut Isak Tangis Petani

Profil Haji Her, Pengusaha Tembakau yang Diperiksa KPK, Disambut Isak Tangis Petani

17 April 2026 - 14:41
Rahasia Durian Indonesia Menggila di Pasar China Rp137 Triliun

Rahasia Durian Indonesia Menggila di Pasar China Rp137 Triliun

17 April 2026 - 14:12

Pilihan Redaksi

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

17 April 2026 - 15:00

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

17 April 2026 - 15:00

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

17 April 2026 - 15:00
Profil Haji Her, Pengusaha Tembakau yang Diperiksa KPK, Disambut Isak Tangis Petani

Profil Haji Her, Pengusaha Tembakau yang Diperiksa KPK, Disambut Isak Tangis Petani

17 April 2026 - 14:41
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.